,
menampilkan: hasil
12 Mitra Usaha Berikan Diskon bagi Pemegang KIA
Disdukcapil Jalin Kerja Sama dengan Mitra Usaha
PONTIANAK - Kabar gembira bagi para pemegang Kartu Identitas Anak (KIA), sejumlah merchant atau pelaku usaha memberikan diskon khusus bagi anak-anak yang bisa menunjukkan KIA. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak menggandeng 12 mitra usaha melalui penandatanganan perjanjian kerja sama memberikan potongan harga khusus kepada anak-anak pemilik KIA. 12 mitra usaha itu adalah Optik Internasional, Optik Pontianak, Toko Buku Gramedia, Papa Cookies Pontianak, Nathans Baby Pontianak, Momoyo, Taman Wisata Amal Zone, Warung Mak Kundil, Alila Restoran, Rumah Makan Keramba, Canglai Kopi dan Amazone.
Canglai Kopi, satu di antara mitra usaha yang berpartisipasi dalam program kerja sama dengan Disdukcapil Kota Pontianak, memberikan diskon khusus menu-menu tertentu. Miftachul Choir, pengelola Canglai Kopi mengatakan, bagi anak-anak yang menunjukkan KIA, maka mereka berhak mendapatkan diskon 5 persen khusus untuk bubur Canglai.
“Saat sekarang kami memberikan diskon 15 persen khusus menu Bubur Canglai dan pisang Srikaya Canglai bagi anak-anak yang bisa menunjukkan KIA,” tuturnya usai menandatangani kesepakatan bersama Disdukcapil Kota Pontianak di Aula Kantor Disdukcapil Provinsi Kalbar, Kamis (10/10/2024).
Choir menyebut bahwa keikutsertaan pihaknya dalam perjanjian kerja sama ini dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan capaian KIA di Kota Pontianak.
“Dalam hal ini khususnya menyadarkan masyarakat akan pentingnya memiliki KIA,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Disdukcapil Kota Pontianak menjalin kerja sama dengan 12 mitra usaha dari berbagai jenis usaha, seperti optik, toko buku, gerai makanan dan minuman, wahana permainan dan sebagainya. Para pemegang KIA akan mendapatkan harga khusus atau diskon dari 12 mitra usaha yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil Kota Pontianak.
“Ini adalah kebermanfaatan dari memiliki KIA, bahwasannya dengan memiliki KIA, anak itu memiliki kemudahan atau privilege atau contohnya misalnya mendapat diskon di merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan kita,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya kerja sama ini merupakan salah satu cara dalam meningkatkan capaian kepemilikan KIA. Selain itu, berbagai program kegiatan yang dilakukan Disdukcapil di antaranya sosialisasi, pelayanan di hari libur dan lainnya. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat mematok target kepemilikan KIA sebesar 60 persen.
“Alhamdulillah Kota Pontianak per hari ini sudah melewati target tersebut. Jadi lebih dari 60 persen anak-anak kota Pontianak sudah memiliki KIA,” imbuhnya.
Ia mengimbau agar masyarakat mengajukan permohonan KIA bagi anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun. Karena KIA memiliki banyak manfaat sebagai dokumen kependudukan yang dimiliki anak-anak.
“Jadi kami himbau agar seluruh warga kota Pontianak yang memiliki anak di bawah usia 17 tahun, datanglah ke Disdukcapil untuk mengurus KIA-nya. Karena bagaimanapun ini adalah wujud perlindungan kita kepada anak-anak kita berupa kepemilikan identitas tersebut melalui KIA,” imbaunya.
Kepala Disdukcapil Kota Pontianak Erma Suryani menuturkan, latar belakang dilaksanakan kerja sama ini adalah menjalankan amanat Undang-undang dalam kewajiban memenuhi hak-hak konstitusi anak.
“Nah, hak-hak konstitusi anak ini kan mereka yang umurnya 0 sampai 17 tahun kurang satu hari, kalau berdasarkan Undang-Undang 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan, itu diwajibkan untuk memiliki KIA,” ucapnya.
Ia memaparkan, dari 128 ribu jumlah anak di Kota Pontianak ini, 60,65 persen sudah mengantongi KIA. Capaian itu tidak terlepas dari upaya Disdukcapil Kota Pontianak melalui inovasi-inovasi antara lain pelayanan jemput bola dengan melakukan perekaman dan cetak KIA sehari jadi di sekolah-sekolah.
“Kami juga melakukan pelayanan jemput bola di area Car Free Day untuk pelayanan cetak KIA sehari jadi,” tukasnya.
Erma mengungkapkan, terkait kerja sama pihaknya dengan mitra usaha dalam memberikan diskon atau potongan harga bagi pemegang KIA, memang sudah lama dilakukan. Tahun 2023 sebanyak 22 vendor yang digandeng untuk kerja sama ini. Tahun 2024 jumlah vendor yang turut serta bertambah 12 vendor.
“Sehingga total mitra usaha yang bekerja sama dengan kami sebanyak 34 mitra usaha,” terangnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalbar Yohanes Budiman menyatakan, tujuan dari kerja sama ini adalah pemanfaatan dari KIA ini dapat tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.
“Artinya selain sebagai pengganti ketika seorang anak belum memiliki KTP elektronik karena belum berusia 17 tahun, dengan memiliki KIA, dia juga dapat manfaat lebih melalui kerjasama kita pada hari ini,” jelasnya.
Selain Kota Pontianak, lanjut Yohanes, kabupaten/kota yang turut menandatangani perjanjian kerja sama adalah Kota Singkawang dan Kabupaten Kayong Utara. Dia berharap setiap tahun semakin banyak vendor yang bisa bekerja sama dengan Disdukcapil sehingga nanti semua anak yang sudah memiliki KIA itu bisa memperoleh nilai plus atau manfaat lebih. Memang untuk target secara nasional 60 persen, akan tetapi untuk beberapa kabupaten/kota masih perlu didorong capaiannya.
“Tadi Pak Sekda mewakili Penjabat Wali Kota Pontianak mengatakan bahwa mungkin kita perlu lebih memperhatikan kepada sosialisasi karena ternyata mungkin di dalam keluarga kita sendiri KIA ini belum tersosialisasi dengan baik dan ini menjadi tantangan dan tugas kita bersama untuk itu,” pungkasnya. (prokopim)
Forum Konsultasi Publik, Penguatan Standar Pelayanan DLH Pontianak
PONTIANAK - Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menggelar Forum Konsultasi Publik dengan tema ‘Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Publik Melalui Penguatan Standar Pelayanan Secara Partisipatif’ di Aula Abdul Muis Amin Bappeda Kota Pontianak, Rabu (9/10/2024).
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai, urgensi dari forum konsultasi publik ini sebagai media pembentukan komitmen seluruh stakeholder dalam memberikan saran dan masukan untuk peningkatan kualitas layanan DLH Kota Pontianak.
"Forum ini menjadi wadah penting untuk berdialog dan berdiskusi opini secara partisipatif antara DLH dengan publik untuk membahas kebijakan dan permasalahan terkait peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.
Hal ini sudah sesuai dengan PERMENPANRB Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggara Pelayanan Publik, bahwa forum ini sebagai proses koordinasi dan kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat.
"Tentunya dalam merumuskan standar pelayanan publik masih membutuhkan masukan-masukan konstruktif dari pemangku kepentingan selaras dengan kemajuan zaman dan teknologi informasi," ujarnya.
Ia berharap, forum ini menghasilkan hasil yang maksimal dalam penyempurnaan standar pelayanan DLH Kota Pontianak yang dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Saya yakin dengan adanya forum ini dapat meningkatkan kinerja penyelenggaraan pelayanan publik DLH Kota Pontianak yang semakin berkualitas," tutupnya. (prokopim)
Wali Kota Majlis Daerah Limbang Sarawak Kagumi Kuliner dan Wisata Pontianak
Lawatan Rombongan Majlis Daerah Limbang Sarawak ke Pemkot Pontianak
PONTIANAK - Keunikan dan keanekaragaman kuliner di Kota Pontianak mendapat pengakuan dari Wali Kota Majlis Daerah Limbang Sarawak, Cr Sufian bin Mohat saat berkunjung ke Kantor Wali Kota Pontianak. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi wisata di Pontianak. Menurutnya, kota ini memiliki banyak destinasi wisata menarik serta ragam kuliner yang khas dan unik.
“Kalau melihat dari segi etnis, kita memiliki kemiripan, ada Suku Melayu, Dayak dan Tionghoa. Tetapi dari segi makanan ada sedikit perbedaan, di sini makanannya lebih beragam dan unik,” ungkapnya usai memimpin rombongan Majlis Daerah Limbang berjumlah 35 orang yang diterima Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di Ruang VIP Wali Kota, Rabu (9/10/2024).
Selain mempererat hubungan kedua belah pihak, Cr Sufian menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan untuk mempelajari strategi pengembangan pariwisata yang diterapkan di Pontianak. Ia berharap, dari kunjungan ini, Limbang dapat mengambil inspirasi untuk lebih memajukan sektor pariwisata, serta meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.
“Pontianak telah menunjukkan bagaimana sebuah kota dengan keberagaman budaya bisa berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Kami berharap dapat belajar banyak dari sini dan menerapkan beberapa konsepnya di Limbang,” ungkapnya.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, rombongan Majlis Daerah Limbang Sarawak berkunjung ke Pontianak untuk melihat kepariwisataan yang ada di sini serta menikmati kulinernya. Pihak Majlis Daerah Limbang juga menawarkan kerja sama di bidang perdagangan, bisnis dan pariwisata.
“Kita masih menjajaki kerja sama apa yang bisa dilakukan antara kedua daerah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian kedua belah pihak,” tuturnya.
Kunjungan dari negeri jiran ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan lainnya untuk beramai-ramai berwisata ke Kota Pontianak. Apalagi dari letak geografisnya, masih berada di satu daratan.
“Ini menjadi peluang kita untuk terus mengembangkan pariwisata yang ada di Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Pendaftaran Dibuka, Pemkot Undang Warga Ramaikan Berjepin Massal
Link Pendaftaran https://linktr.ee/Ptk_Bejepin
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah mematangkan persiapan agenda berjepin massal yang akan digelar tanggal 20 Oktober mendatang. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, pelaksanaan jepin massal akan berlokasi dari di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Bagi masyarakat yang ingin ikut berjepin massal dapat mendaftarkan dirinya lewat laman https://linktr.ee/Ptk_Bejepin. Event akbar ini akan dimulai pukul 07.00 WIB. Untuk memudahkan dalam mengatur barisan, peserta diharapkan sudah berada di lokasi pukul 05.30 WIB.
“Ruas jalan sepanjang Jalan Ahmad Yani disiapkan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Pontianak, saya mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk memeriahkan jepin massal dengan mengenakan pakaian adat nasional,” katanya, di Kantor Wali Kota, Selasa (8/10/2024).
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-253 Pontianak, Pemkot Pontianak juga membuat rangkaian acara lainnya. Mulai dari kampanye Gerakan Pontianak Tanpa Plastik, Festival Arakan Pengantin, saprahan, pameran seni dan budaya serta berbagai lomba dengan hadiah menarik.
Ani Sofian mengimbau pelaku usaha serta seluruh instansi yang ada di Kota Pontianak untuk turut menambah semarak hari jadi dengan memasang baliho yang disediakan lewat link https://bit.ly/PTK253. Ia juga mengajak partisipasi para pelajar, mahasiswa, guru sampai karyawan perusahaan.
“Hari jadi daerah menjadi semakin berkesan dengan kita meriahkan bersama, harapannya dapat menumbuhkan rasa kebersamaan,” tuturnya.
Berbagai rekor siap dicatatkan, mulai dari jumlah peserta jepin terbanyak dan lainnya. Ia berharap, kegiatan Hari Jadi Pontianak tahun ini mendapat sorotan dari berbagai daerah hingga mancanegara. Diharapkan dengan kegiatan jepin massal ini menjadi daya tarik dan mampu menyedot wisatawan sehingga memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-253 Pontianak tahun 2024 mengusung tema 'Pontianak Unggul dan Berkelanjutan'. Ani Sofian meminta seluruh panitia yang terlibat untuk mempersiapkan dan memperhatikan detail setiap agenda yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Pontianak. Ia juga menekankan untuk mempersiapkan pengamanan, baik dari sisi lalu lintas maupun kamtibmas.
"Kita semua berharap selama perayaan Hari Jadi Pontianak tahun ini berjalan lancar dan sukses, untuk itu harus ada kolaborasi dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak," pungkasnya. (kominfo/prokopim)