,
menampilkan: hasil
Pontianak Langganan Event Nasional
Wali Kota: Kota Toleran dan Ramah Jadi Daya Tarik
PONTIANAK – Kota Pontianak kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala nasional. Kali ini, Pontianak menjadi kota penutup rangkaian kegiatan Daihatsu yang bertajuk "Kumpul Sahabat Pontianak". Sebuah ajang yang menggabungkan aktivitas komunitas otomotif, olahraga, hiburan, dan promosi UMKM yang diselenggarakan di halaman Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Minggu (18/1/2026).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Pontianak. Menurutnya, penunjukan ini semakin menegaskan posisi Pontianak sebagai kota yang kerap menjadi tujuan penyelenggaraan berbagai event nasional.
“Alhamdulillah, Pontianak kembali dipercaya menjadi lokasi event nasional. Ini menunjukkan bahwa kota kita dinilai siap, kondusif, dan memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Edi menjelaskan, rangkaian kegiatan dalam event tersebut diisi dengan pengumpulan komunitas kendaraan bermotor dari berbagai latar belakang, senam bersama, hingga hiburan musik yang akan ditutup dengan penampilan band nasional. Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas, kegiatan ini juga dirancang untuk menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya UMKM.
“Kegiatan seperti ini memberi aura positif bagi branding Kota Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan. Ada unsur produktif, olahraga, ekonomi, sekaligus hiburan yang menyatu,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada komunitas, terutama komunitas motor yang jumlahnya cukup besar di Pontianak. Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam menjaga kekompakan, kebersamaan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Komunitas motor di Pontianak sangat beragam, baik berbasis merek, hobi, maupun identitas. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan untuk menjaga kota tetap toleran dan harmonis.
Wali Kota menilai karakter masyarakat Pontianak yang ramah, toleran, bersih, dan hijau menjadi faktor utama mengapa banyak event nasional memilih digelar di kota ini. Bahkan, banyak orang dari luar daerah memberikan apresiasi terhadap suasana Kota Pontianak.
“Masyarakatnya ramah, toleransinya tinggi, kotanya bersih dan hijau. Ini harus terus kita jaga. Dengan kondisi kota yang kondusif, kegiatan nasional akan terus datang, dan dampaknya ekonomi akan tumbuh serta UMKM ikut merasakan manfaatnya,” pungkas Edi.
Dengan semakin seringnya event nasional digelar, Pemerintah Kota Pontianak berharap kota ini kian dikenal luas sebagai destinasi kegiatan berskala nasional yang aman, inklusif, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Promotion Department Head PT Astra Daihatsu Motor, Hari Wicaksono mengamini ucapan Wali Kota. Menurutnya, Pontianak punya identitas unik yang membedakannya dari kota lain. Selain keberagaman, warganya terkenal kompak.
"Di sini masyarakatnya kompak, ini yang membuat acara semakin hidup," tutupnya. (prokopim)
Isra Mikraj Momentum Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat
PONTIANAK – Wali Kota PontianaknEdi Rusdi Kamtono mengatakan, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat. Apalagi peristiwa ini merupakan tonggak penting perjalanan umat Islam. Perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW menjadi tanda kepatuhan, pengabdian, dan komunikasi langsung manusia dengan Allah SWT.
“Isra Mikraj bukan hanya mengingatkan kita pada kewajiban salat sebagai tiang agama, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan kedisiplinan moral dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya etika menghadiri peringatan Isra Mikraj di Masjid Agung Al Falah, Sabtu (17/1/2026) malam.
Bagi Pemerintah Kota Pontianak, peringatan Isra Mikraj menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah, terutama di tengah derasnya kemajuan teknologi dan arus informasi digital. Kecepatan informasi yang diakses hampir tanpa jeda, khususnya melalui media sosial, dapat berdampak negatif jika tidak diimbangi dengan kecerdasan spiritual.
“Kalau tidak dibentengi dengan nilai-nilai keagamaan, ini bisa merusak generasi muda. Karena itu, kecerdasan spiritual harus terus diingatkan, dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui masjid,” kata Edi yang juga selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak ini.
Ia menyebutkan bahwa Kota Pontianak memiliki sekitar 371 masjid yang secara umum sudah dikelola dengan baik, meskipun sebagian memiliki keterbatasan kapasitas. Terlebih, mayoritas penduduk Pontianak beragama Islam, dengan sekitar 78,4 persen warga tercatat sebagai muslim berdasarkan KTP. Menurutnya, identitas keagamaan tersebut harus tercermin dalam perilaku dan akhlak sehari-hari.
“Perilaku seperti membuang sampah sembarangan, mencuri kabel lampu, atau merusak fasilitas publik jelas tidak mencerminkan nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Karena itu, ia menilai peran alim ulama, guru ngaji, dan masjid masih sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter masyarakat. Masjid, lanjut Edi, tidak hanya harus dimakmurkan oleh jamaah, tetapi juga mampu memakmurkan jamaahnya melalui kegiatan sosial dan ekonomi, seperti koperasi atau toko sembako, untuk membantu umat yang membutuhkan. Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, siap bersinergi agar tidak ada lagi warga kota yang mengalami kelaparan.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memaparkan sejumlah program sosial pemerintah, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flora seluas 5,7 hektare bagi masyarakat sangat miskin dan miskin. Sekolah ini akan menampung siswa dari jenjang SD hingga SMA, diasramakan, dan seluruh kebutuhannya ditanggung hingga lulus. Semua sebagai bagian dari upaya memuliakan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, Pemkot Pontianak juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga ibu hamil dan balita. Program tersebut akan terus diperluas karena dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Di tengah kemajemukan warga kota, mari sama-sama menciptakan suasana tenteram, aman, kondusif," tutupnya. (prokopim)
Songsong Bonus Demografi, Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Pontianak (HIMAPON) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/1/2026).
Edi menyampaikan bahwa Kota Pontianak memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Saat ini, jumlah mahasiswa di Kota Pontianak mencapai sekitar 43 ribu orang yang berasal tidak hanya dari Kota Pontianak, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan luar daerah.
“Mahasiswa memiliki peran strategis karena saat ini Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, capaian tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti stabilitas geopolitik dan perubahan iklim yang berdampak pada perekonomian, terutama sektor pangan dan distribusi.
Dalam konteks daerah, Edi menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, terus berupaya menjaga inflasi agar tetap berada pada kisaran ideal.
“Inflasi yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah juga berdampak pada pendapatan petani. Oleh karena itu, keseimbangan harga menjadi kunci,” terangnya.
Edi juga memaparkan visi pembangunan Kota Pontianak yang diusungnya bersama Wakil Wali Kota Bahasan pada periode kedua kepemimpinannya, yakni mewujudkan Kota Pontianak yang maju dan sejahtera dengan lingkungan serta infrastruktur yang humanis. Menurutnya, kota yang maju ditandai dengan pembangunan yang berkelanjutan dan infrastruktur yang representatif, sementara lingkungan humanis mencerminkan kota yang hijau, bersih dan nyaman.
Ia menambahkan, karakteristik geografis Kota Pontianak yang berada di garis khatulistiwa dan di tepian Sungai Kapuas menuntut penanganan lingkungan yang adaptif terhadap perubahan musim, baik saat curah hujan tinggi maupun musim kemarau.
Melalui Musyawarah Besar HIMAPON yang mengusung tema “Regenerasi Organisasi Kota Pontianak dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif”, Edi berharap mahasiswa mampu melahirkan gagasan-gagasan segar serta kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemajuan daerah.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya. (prokopim)
Eksibisi Tenis Meja Jadi Wadah Guyub Forkopimda
Rangkaian HUT ke-79 BPK
PONTIANAK – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat menggelar eksibisi tenis meja dalam rangkaian HUT ke 79 BPK RI, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan itu diramaikan Forkopimda se-Kalbar.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai olahraga bersama antar instansi memiliki peran penting dalam membangun keguyuban serta menyamakan visi pembangunan di daerah. Perannya penting sebagai sarana komunikasi informal yang efektif antar pimpinan dan lembaga.
"Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kebersamaan dan menyamakan persepsi. Dari kebersamaan itulah lahir visi yang sama dalam membangun Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, interaksi melalui kegiatan olahraga mampu memperkuat hubungan kerja lintas instansi, sehingga koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih baik.
“Guyub itu penting. Kalau komunikasi terbangun dengan baik, maka kerja sama antar lembaga juga akan semakin solid,” katanya.
Edi juga menyinggung perkembangan olahraga di Kota Pontianak. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh cabang olahraga (cabor) tersedia di kota ini, bahkan sejumlah di antaranya telah mencatatkan prestasi tidak hanya di tingkat Kalimantan Barat, tetapi juga nasional hingga internasional.
"Ini patut kita syukuri dan harus terus dijaga keberlanjutannya,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan olahraga bersama antar instansi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai media mempererat sinergi antar lembaga demi mendukung pembangunan daerah yang lebih harmonis dan berprestasi.
Kepala BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat, Sri Haryati mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarat makna filosofis tentang ketangguhan dan kelincahan dalam menghadapi dinamika perubahan.
“Tenis meja menuntut refleks cepat, ketepatan, dan kemampuan membaca arah permainan. Filosofi ini selaras dengan tuntutan kita sebagai institusi pemeriksa di tengah dinamika kebijakan dan perubahan lingkungan strategis,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahun ini menjadi periode yang cukup menantang, terutama dengan kebijakan efisiensi fiskal pemerintah pusat yang berdampak hingga ke daerah. Kondisi tersebut menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk semakin adaptif, kreatif, dan inovatif.
“Semangat dalam pertandingan ini kami harapkan dapat tercermin dalam pekerjaan sehari-hari, bagaimana kita tetap tangguh dan lincah dalam menjalankan tugas,” katanya.
Melalui momentum kebersamaan dalam eksibisi tenis meja ini, BPK Kalbar berharap terbangun komunikasi yang lebih efektif serta hubungan kerja yang semakin solid dengan para pemangku kepentingan.
“Kebersamaan ini adalah fondasi untuk membangun BPK yang semakin berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (prokopim)