,
menampilkan: hasil
Surat Edaran Kelayakan Penerima Program Santunan Donasi Dipastikan Palsu
Kabag Prokopim Imbau Warga Waspada Beredarnya Surat Palsu
PONTIANAK - Terkait beredarnya Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 470/42/UMUM/2022 tanggal 13 Mei 2022 tentang Kelayakan Penerima Program Santunan Donasi Tahun 2022, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Urai Abubakar menyatakan bahwa surat yang beredar luas di masyarakat itu adalah palsu.
"Surat yang beredar luas di masyarakat itu adalah tidak benar ," tegasnya, Jumat (20/5/2022).
Urai menambahkan, Wali Kota Pontianak atau Pemerintah Kota Pontianak tidak pernah mengeluarkan surat edaran tersebut. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengindahkan surat edaran palsu yang beredar luas melalui media sosial itu.
"Kita minta masyarakat tidak melakukan langkah-langkah atau mengikuti arahan sebagaimana yang termuat dalam surat edaran palsu tersebut," ucapnya.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan mengecek kebenaran surat yang mengatasnamakan pejabat atau Pemkot Pontianak kepada pihak Pemkot Pontianak atau dinas instansi terkait.
"Sehingga apabila ada oknum yang mencoba melakukan penipuan dapat segera dicegah," ungkapnya.
Dalam surat edaran palsu yang ditujukan kepada kepala/pengelola/pengurus yayasan dan lembaga, diminta untuk melengkapi biodata yang akan ditentukan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak Aswin Djafar. Sedangkan Kepala Dinsos Kota Pontianak yang sekarang adalah Darmanelly. Urai memastikan surat tersebut sengaja dibuat oleh oknum yang hendak melakukan penipuan.
"Masyarakat harus terlebih dahulu mengkonfirmasikan ke Pemkot Pontianak untuk memastikan keaslian surat yang diterima," pungkasnya. (prokopim)
Harkitnas Momentum Bangkit Mengejar Ketertinggalan
Pemkot Pontianak Gelar Upacara Peringatan Harkitnas ke-114
PONTIANAK - Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-114, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja keras mengejar ketertinggalan akibat pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun terakhir.
"Terus gelorakan semangat juang dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih memuaskan dan menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat terhadap Pemerintah Kota Pontianak," ujarnya usai upacara peringatan Harkitnas ke-114 di lingkungan Pemkot Pontianak, Jumat (20/5/2022).
Menurutnya, peringatan Harkitnas ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai seremonial, akan tetapi juga dimaknai untuk menggelorakan semangat gotong royong sejalan dengan tema peringatan tahun ini 'Ayo Bangkit Bersama'.
"Mari kita bangkit bersama, gelorakan semangat bergotong royong dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ucap Bahasan.
Peringatan Harkitnas tidak terlepas dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Boedi Oetomo telah meletakkan tiga cita-cita bagi kebangkitan nasional yakni kemerdekaan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.
"Semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini," imbuhnya. (prokopim)
Milad ke-17, Edi Apresiasi Klinik Kitamura Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
PONTIANAK - Keberadaan Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan luka dan kaki diabetik. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung dan mengapresiasi kehadiran Klinik Kitamura dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Pontianak.
"Tentunya Klinik Kitamura ini banyak membantu masyarakat terutama dalam mengobati luka berat karena ada penyakit kencing manis atau diabetes," ujarnya usai menghadiri Tasyakuran dan Milad ke-17 Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak, Kamis (19/5/2022).
Menurutnya, pengobatan luka yang disertai penyakit diabetes memang perlu penanganan khusus dan tidak bisa sembarangan. Oleh sebab itu Klinik Kitamura ditangani oleh pakar luka, tim dokter dan perawat bersertifikasi serta berpengalaman dalam mengobati luka terutama luka yang disertai penyakit diabetes.
"Dengan pengalaman yang sudah cukup lama ini, saya yakin Klinik Kitamura banyak dibutuhkan oleh masyarakat terutama untuk mengobati luka dengan disertai penyakit diabetes," ungkapnya.
Kepala Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak, Aji Kurniawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Pontianak atas dukungannya terhadap klinik yang dipimpinnya.
"Terima kasih atas dukungan Bapak Wali Kota pada Klinik Kitamura, semoga kehadiran klinik ini terus membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat," tuturnya.
Ia bercerita, awal berdirinya Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura sejak 2005 hingga sekarang. Di usia ke-17 tahun ini, Klinik Kitamura terus berbenah dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih berfokus pada pelayanan perawatan luka, stoma dan inkontinensia.
"Memberikan pelayanan unggul dan anggun menjadi motto pelayanan kami saat ini," ucapnya.
Selain pengobatan luka, pihaknya juga melayani pengobatan umum dan khitan, baik secara konvensional maupun modern.
"Harapan kita terus menjadi bagian dari pelayanan kesehatan memberikan dampak luas kepada masyarakat," pungkasnya. (prokopim)
Wako Edi: ASN Harus Paham Aturan, Gerak Cepat dan Peduli Lingkungan
387 PNS Formasi Tahun 2019 Terima SK
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis sebanyak 387 SK PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak hasil seleksi tahun 2019 lalu, di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (19/5/2022).
"Paling banyak tenaga pendidik (guru), itu ada 214. Kemudian 143 tenaga kesehatan dan 30 tenaga teknis," ujarnya.
Edi mengimbau kepada seluruh PNS yang baru saja menerima SK resmi untuk memahami aturan, bergerak cepat serta memiliki kepekaan terhadap sekitar, khususnya bagi yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
"Saya minta PNS ini bekerja secara profesional. Tingkatkan kompetensi, bekerja cepat, tuntas dan ikhlas. Pahami betul tugas dan fungsi," ungkap dia.
Lebih lanjut, Edi mengatakan sudah sepatutnya aparatur daerah menjadi teladan di lingkungan terdekatnya, mulai dari keluarga, tetangga maupun sesama warga lainnya. Dia mengajak para PNS menjadi penegak aturan yang ada di sekitarnya.
“Kalau ada yang tidak tepat, laporkan saja, bisa lewat e-Lapor. Jangan malah PNS yang melanggar aturannya,” imbuh dia.
Laju persebaran informasi di media sosial Edi minta untuk dimanfaatkan. Dia lalu menggambarkan situasi yang memerlukan kepedulian PNS secara cepat, misalnya terjadi kecurian aset Pemkot Pontianak, bencana alam hingga keadaan darurat seperti orang sakit.
“Jika semua jajaran Pemkot Pontianak memiliki pola pikir begini, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Pontianak akan melesat tinggi,” ucapnya.
Namun Edi tak ingin PNS melupakan urusan pribadi karena mengutamakan organisasi. Dia menilai kedua hal itu harus seimbang.
“Kalau sakit, sebaiknya istirahat di rumah karena bertugas juga memerlukan tenaga. Apabila dipaksakan malah dapat menurunkan produktivitas,” terangnya.
Seperti diketahui, Kota Pontianak dianggap sebagai kota perdagangan dan jasa. Dengan tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 12 persen, ia menyebut seleksi PNS di lingkungan Pemkot Pontianak sangat terbatas.
“Apalagi pemerintah pusat masih melaksanakan remunerasi terhadap ASN di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, PNS yang sudah menerima SK ini saya harapkan untuk melaksanakan tanggung jawab,” pungkasnya. ( kominfo )