,
menampilkan: hasil
Menteri Maman Puji UMKM Center Pontianak Terbaik se-Indonesia
PONTIANAK - Keberadaan Gedung UMKM Center Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman Kecamatan Pontianak Selatan mendapat pujian dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Pasalnya, dari kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia, ia menilai UMKM Center yang ada di Pontianak terbaik se-Indonesia.
“Saya harus mengatakan, dari seluruh kunjungan saya ke berbagai daerah di Indonesia, UMKM Center di Kota Pontianak ini adalah yang terbaik di seluruh Indonesia. Kota Pontianak patut bangga karena memiliki UMKM Center terbaik se-Indonesia,” ungkapnya saat berkunjung ke Gedung UMKM Center, Minggu (23/11/2025).
Meski begitu, Maman berpesan agar Pemerintah Kota Pontianak bersama Dekranasda Kota Pontianak berupaya bagaimana caranya meningkatkan kualitas produk-produk UMKM, memperbanyak volume produksi dan menjaga disiplin manajemen keuangannya.
“Jangan sampai kualitas produk sudah bagus, tetapi laporan keuangannya buruk, sehingga akhirnya justru merugikan,” pesannya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan sekaligus pujian dari Menteri UMKM. Menurutnya, keberadaan UMKM Center merupakan bagian dari komitmen Pemkot Pontianak dalam memperkuat ekosistem UMKM dan membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku usaha untuk berkembang.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pengakuan ini. Sejak awal, UMKM Center memang dirancang sebagai wadah lengkap untuk pembinaan, pemasaran, hingga pengembangan kapasitas pelaku UMKM. Tujuannya agar produk lokal Pontianak semakin dikenal dan memiliki nilai saing,” ucapnya.
Edi menekankan bahwa Pemkot Pontianak akan terus memperkuat sinergi dengan Dekranasda dan para pelaku UMKM, termasuk melalui pembinaan intensif, penguatan akses permodalan, serta peningkatan kualitas produk. Ia juga berharap UMKM Center dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan fasilitas, program pelatihan, serta memperluas jaringan pemasaran, baik offline maupun digital. Harapannya, produk UMKM Pontianak tidak hanya unggul di tingkat nasional tetapi juga mampu masuk pasar global,” katanya.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie, menyambut baik apresiasi yang disampaikan Menteri UMKM. Ia menyebut bahwa keberhasilan UMKM Center bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga kolaborasi seluruh pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pendamping lapangan yang terus bekerja meningkatkan kualitas produk lokal.
“Kami di Dekranasda terus mendorong para pelaku UMKM untuk berani berinovasi, menjaga kualitas, dan meningkatkan daya saing produk. UMKM Center ini bukan hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga pusat pembinaan dan penguatan kapasitas bagi para pelaku usaha,” terangnya.
Yanieta menambahkan, pihaknya secara berkala menggelar pelatihan desain, pengemasan, manajemen keuangan serta pemasaran digital agar produk UMKM Pontianak dapat menembus pasar nasional bahkan internasional. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga mutu dan ketersediaan produk.
“Dengan fasilitas dan pendampingan yang ada, kami ingin memastikan UMKM Pontianak bisa naik kelas. Kami berharap apresiasi dari Pak Menteri ini semakin memotivasi para pelaku UMKM untuk terus berkembang,” tuturnya.
Menurutnya, UMKM Center Pontianak akan terus diperkuat sebagai etalase unggulan produk lokal sekaligus pusat inovasi ekonomi kreatif di kota ini.
“Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak agar UMKM Pontianak semakin maju, berdaya saing, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Pontianak Siap Bersinergi dengan Pemerintah Pusat Jalankan Program UMKM
Kementerian UMKM Gelar MikroDOTS di CFD, Upaya Pemerintah Fasilitasi UMKM
PONTIANAK - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, menggelar Mikro Desk On The Street (MikroDOTS), acara yang mewadahi UMKM dalam mengakses fasilitas lembaga pembiayaan, pelayanan perizinan, sertifikasi hingga legalisasi usaha. Kegiatan yang melibatkan UMKM se-Kalbar ini digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani. Lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, serta perangkat daerah terkait hadir langsung memberi pendampingan. Sejumlah UMKM bahkan langsung mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di lokasi acara.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menerangkan, acara MikroDOTS ini dirancang untuk mempertemukan para pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan, penyedia layanan perizinan, sertifikasi, hingga legalisasi usaha. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan digital serta melibatkan penyandang disabilitas agar seluruh kelompok masyarakat dapat merasakan manfaat yang sama.
“Kita tidak ingin tercipta kesan bahwa UMKM berjalan sendiri dan pemerintah berjalan sendiri. Dengan pola seperti ini, semuanya menjadi cair. Pemerintah adalah bagian dari proses tumbuh kembangnya UMKM,” ujarnya usai mengikuti Jalan Sehat yang menjadi rangkaian MikroDOTS, Minggu (23/11/2025).
Maman memberikan apresiasi kepada Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan program yang disebutnya sebagai langkah konkret membangun semangat inklusif di daerah.
“Tanpa dukungan Pak Wali Kota dan Pak Gubernur, acara ini tidak mungkin terlaksana. Pemerintah pusat, provinsi, dan kota harus berjalan bersama dalam menumbuhkan UMKM,” sebutnya.
Senada, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan Pemkot Pontianak akan terus memberi ruang lebih luas bagi UMKM melalui sinergi program bersama pemerintah pusat. Ia bilang, pada 2026 sejumlah program pemberdayaan UMKM telah disiapkan.
“Program pemerintah untuk UMKM di tahun 2026 cukup banyak. Kita terus memberikan pelatihan, pemberdayaan, dan dukungan pemasaran. Selain itu, kita juga bersinergi untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM di Kota Pontianak,” terangnya.
Ia menekankan bahwa persoalan ruang usaha masih menjadi tantangan yang kerap dihadapi, khususnya bagi pedagang kaki lima (PKL).
“Masalah utama yang sering muncul adalah soal tempat. UMKM, terutama para PKL, kadang menggunakan ruang publik atau fasilitas umum. Karena itu, kita harus terus bersinergi agar kota tetap rapi dan tertib serta UMKM terus berjalan,” jelasnya.
Edi menambahkan bahwa pihaknya membuka kemungkinan pemanfaatan ruang-ruang yang bisa digunakan secara legal dan tertata untuk menunjang kegiatan UMKM di kota tersebut.
“Kita ingin bekerja sama memanfaatkan ruang-ruang yang memang bisa digunakan untuk kegiatan UMKM seperti di kawasan Pasar Tengah,” tutupnya. (prokopim)
Edi Kamtono : Rintis Usaha Tidak Harus dari yang Besar, Kuncinya Berani Memulai
Wali Kota Motivasi Generasi Muda di Borneo Lead Fest 2025
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung digelarnya Borneo Lead Fest (BLF) 2025 sebagai wadah penting bagi generasi muda dalam membangun kemampuan, kreativitas serta kesiapan menghadapi persaingan di era digital.
BLF adalah festival kepemimpinan dan kolaborasi anak muda yang mendorong generasi muda Pontianak menjadi agen perubahan bagi UMKM melalui transformasi digital. BLF digagas oleh AIESEC.
“Melalui Borneo Lead Fest 2025, saya berharap generasi muda Pontianak semakin siap menghadapi dinamika zaman dan berani menciptakan peluang usaha mandiri yang berdampak pada perekonomian daerah," ujarnya saat didapuk menjadi pembicara BLF 2025 di Gedung Konferensi 5 Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu (22/11/2025).
Terkait pengembangan ekonomi masyarakat, Edi menyoroti peran UMKM sebagai sektor yang banyak diminati dan terus tumbuh. Ia menilai dunia usaha perlu dibangun sejak dini, mengingat persaingan untuk masuk ke sektor ASN maupun PPPK semakin kompetitif.
“Entrepreneurship membutuhkan kecerdasan, kreativitas dan kemampuan membaca peluang. Tidak harus memulai usaha dari sesuatu yang besar, yang terpenting adalah berani memulai,” pesannya kepada para generasi muda.
Edi juga menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi, termasuk di Kota Pontianak. Peluang usaha semakin terbuka, namun tantangan juga kian besar seiring perubahan kebutuhan masyarakat dan persaingan pasar yang semakin ketat. Untuk itu, ia mendorong mahasiswa dan anak muda agar memulai proses menuju kesuksesan dari kegiatan positif seperti BLF.
“Adik-adik harus menyelesaikan pendidikan dengan baik dan memanfaatkan ruang serta peluang secara maksimal. Kegiatan seperti ini menjadi fondasi untuk memulai perjalanan menuju masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memaparkan kondisi Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi yang memiliki banyak keunggulan strategis. Selain menjadi pusat pemerintahan dan layanan publik, Pontianak memiliki fasilitas regional hingga internasional, termasuk keberadaan Universitas Tanjungpura dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Akses transportasi juga didukung pelabuhan sungai, laut, serta Bandara Supadio yang menjadi pintu masuk utama Kalimantan Barat.
“Dengan kondisi ini, pertumbuhan penduduk jauh lebih pesat dibandingkan daerah lain. Banyak masyarakat dari kabupaten sekitar datang ke Pontianak untuk mencari penghidupan, sehingga potensi ekonomi meningkat,” jelasnya.
Namun, Edi juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang dihadapi Pontianak, terutama terkait topografi kota yang berada di kawasan dataran rendah dan muara sungai. Kondisi ini membuat sebagian wilayah rentan tergenang ketika hujan deras bertepatan dengan pasang air laut.
“Secara teknis persoalan ini bisa diatasi, tetapi membutuhkan biaya sangat besar,” terangnya. (prokopim)
Warkop Kian Menjamur di Pontianak, Edi: Penggerak Ekonomi UMKM
Per-Agustus 2025 Tembus 1.035 Warkop dan Coffee Shop
PONTIANAK – Pertumbuhan warung kopi dan coffeee shop di Kota Pontianak terus menunjukkan tren yang meningkat. Berdasarkan data Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak per-Agustus 2025, tercatat sebanyak 1.035 objek usaha jenis warung kopi dan coffee shop tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.
Dari data tersebut, Kecamatan Pontianak Selatan menjadi kawasan dengan jumlah usaha terbanyak, yakni 368 usaha atau sekitar 32 persen dari total keseluruhan. Disusul Kecamatan Pontianak Kota dengan 362 usaha atau sekitar 31,6 persen. Sementara itu, Kecamatan Pontianak Tenggara mencatat 136 usaha, Pontianak Timur 59 usaha, Pontianak Utara 57 usaha, dan Pontianak Barat 48 usaha.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, perkembangan pesat warung kopi menjadi salah satu ciri khas kota yang dikenal sebagai ‘Kota Seribu Warung Kopi’ ini. Menurutnya, warung kopi bukan hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat, tetapi juga pendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Warung kopi dan coffee shop di Pontianak tumbuh sebagai bagian dari budaya masyarakat. Ini menjadi tempat interaksi sosial, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi sektor UMKM. Pemerintah kota mendukung tumbuhnya usaha-usaha ini karena memberi kontribusi pada PAD dan membuka lapangan kerja,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Edi menambahkan bahwa sebaran usaha yang cukup merata di setiap kecamatan menunjukkan gairah ekonomi masyarakat yang positif. Ia juga memastikan pemerintah terus mendorong kemudahan perizinan, tertib administrasi perpajakan, serta pembinaan bagi pelaku usaha kuliner dan minuman di Kota Pontianak.
Data visual yang ditampilkan menunjukkan berbagai jenis usaha, mulai dari warung kopi tradisional hingga kedai kopi modern. Aktivitas masyarakat yang menikmati kopi di warung-warung populer juga mempertegas bahwa budaya ngopi telah menjadi identitas sosial warga Pontianak.
“Kita ingin usaha kuliner, termasuk warung kopi, berkembang sehat dan berdaya saing. Dengan data PBJT yang akurat, kita bisa melihat potensi sekaligus melakukan pembinaan yang lebih tepat sasaran,” terang Edi.
Dengan total 1.035 objek usaha, industri warung kopi dan coffee shop diperkirakan akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan ruang komunal dan gaya hidup masyarakat urban di Pontianak. (prokopim)