,
menampilkan: hasil
Wali Kota Tinjau Kebakaran Ruko di Jalan Barito
Amankan Lokasi Cegah Timbul Korban
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta bangunan ruko yang terdampak kebakaran di kawasan Jalan Barito, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (26/8/2026) dini hari segera diamankan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya korban susulan akibat bagian bangunan yang berpotensi runtuh.
“Yang paling penting sekarang diamankan dulu, jangan sampai menimbulkan korban berikutnya,” katanya usai meninjau lokasi kebakaran, Rabu pagi.
Edi mengatakan, berdasarkan keterangan sementara dari saksi mata, api diduga berasal dari salah satu kios. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Dari hasil peninjauan di lapangan, Edi menyebut kebakaran menghanguskan deretan ruko di kawasan Jalan Barito. Kerusakan banyak terjadi pada bagian lantai dua hingga lantai tiga bangunan.
“Ada kurang lebih 18 ruko. Umumnya kerusakan terjadi di lantai dua sampai lantai tiga,” katanya.
Menurut Edi, langkah utama setelah proses pemadaman adalah memastikan area bekas kebakaran aman. Ia menekankan agar bangunan terdampak tidak dibiarkan begitu saja karena kondisi struktur yang rusak dapat membahayakan warga maupun pemilik ruko.
Edi menjelaskan, bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama dengan konstruksi kayu. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah merambat dan memperbesar risiko kerusakan pada bagian bangunan, terutama di lantai atas.
“Ini bangunan lama, konstruksinya kayu. Jadi memang perlu kehati-hatian dalam penanganannya,” jelasnya.
Kawasan tersebut merupakan tanah Pemkot yang telah diberikan hak guna bangunan atau HGB. Pemerintah Kota Pontianak akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk para pemilik bangunan.
“Ini tanah verponding yang di-HGB-kan. Nanti kita koordinasikan dengan pemilik-pemiliknya,” ungkapnya.
Untuk sementara, Edi menyebut belum ada laporan warga rentan yang tinggal di dalam bangunan terdampak. Kendati demikian, pendataan dan pemeriksaan lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi seluruh penghuni maupun pemilik ruko.
“Kita belum bisa menghitung kerugian. Di dalamnya ada material, benda, dan harta milik pemilik yang belum kita ketahui,” jelasnya.
Camat Pontianak Selatan Wulanda Anjaswari menyampaikan, berdasarkan data sementara, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.15 WIB dan berdampak pada 18 pintu ruko.
“Sebagian besar bangunan merupakan gudang dan toko," jelasnya.
Saat ini di lokasi sudah dipasang garis polisi. Sejumlah pemilik pun tampak membersihkan ruko masing-masing. Pemerintah bersama instansi terkait akan melanjutkan koordinasi untuk penanganan pascakebakaran, mulai dari pemeriksaan penyebab, pendataan kerusakan, hingga pengamanan bangunan. (prokopim)
Kualitas Udara Tidak Sehat, Wali Kota Ajak Warga Pontianak Gunakan Masker
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul kualitas udara di Kota Pontianak yang masih tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kondisi udara saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.
“Saya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan laporan kualitas udara 24 jam terakhir dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara AQMS Pontianak Tenggara pada Senin (24/8/2026) pukul 07.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 193 atau berada pada kategori tidak sehat. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2,5, dengan temperatur udara 25,7 derajat Celsius.
Paparan partikel halus PM2,5 dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Masker ini penting untuk melindungi diri dari paparan asap. Jadi tidak menunggu sakit baru memakai masker,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat memperbanyak minum air putih, menjaga daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, mata perih, tenggorokan sakit, atau keluhan pernapasan lainnya.
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat, sebaran titik panas pada 23 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB tercatat sebanyak 956 titik panas di Kalimantan Barat. Namun tak satu pun berada di wilayah Kota Pontianak. Meski demikian, dampak asap dari karhutla di sejumlah daerah tetap memengaruhi kualitas udara di Kota Pontianak.
“Walaupun titik panas di Pontianak tidak ada, asap dari daerah lain tetap berdampak kepada warga kita. Karena itu, kewaspadaan tetap harus kita tingkatkan,” ujar Edi.
Pemerintah Kota Pontianak terus menyiagakan layanan kesehatan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Warga yang mengalami keluhan pernapasan dapat mendatangi puskesmas terdekat, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI Kota Pontianak.
“Silakan datang ke puskesmas, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan atau oksigen,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, terutama di lingkungan keluarga dan sekitar tempat tinggal. Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
“Yang paling penting, jaga kesehatan keluarga. Gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan, dan segera periksa apabila ada keluhan,” pungkasnya. (prokopim)
Relawan Duta Sanitasi Bantu Edukasi SPALD-T ke Masyarakat
PONTIANAK – Sebanyak 60 orang relawan duta sanitasi dikukuhkan untuk membantu edukasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Kota Pontianak. Sebagian besar mereka merupakan kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat yang memang bergerak di akar rumput.
Duta Sanitasi Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyebut relawan duta sanitasi memiliki peran penting dalam membantu edukasi masyarakat terkait pembangunan SPALDT. Mereka diharapkan mampu membantu masyarakat memahami manfaat sanitasi yang baik, termasuk cara memanfaatkan dan memelihara fasilitas sanitasi tersebut.
“Kader-kader PKK, kader posyandu, dan masyarakat menjadi relawan duta sanitasi karena kami mempunyai amanah baru untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak di Hotel Ibis, Rabu (19/8/2026).
Ketua TP PKK Kota Pontianak ini menyebut, pembangunan SPALD-T tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur pipa dan instalasi pengolahan air limbah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat. Karena itu, edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat siap menerima, menggunakan, dan menjaga sistem sanitasi yang dibangun.
“Kita ingin mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat, sehingga masyarakat tahu bagaimana sanitasi yang baik, serta bisa memanfaatkan dan memelihara sanitasi tersebut,” katanya.
Yanieta menjelaskan, PKK memiliki jaringan yang luas hingga tingkat paling bawah. Dengan kekuatan jaringan tersebut, kader PKK dinilai strategis untuk membantu menyampaikan pesan-pesan sanitasi kepada keluarga dan warga di lingkungan masing-masing.
“PKK ini memiliki jaringan sampai akar rumput. Karena itu, kader-kader yang dilantik menjadi relawan duta sanitasi diharapkan bisa menjadi teman dan sahabat bagi duta sanitasi dalam mengedukasi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran relawan duta sanitasi dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mendukung pembangunan SPALD-T, tidak salah memahami proses pekerjaan di lapangan, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Yanieta menambahkan, sanitasi yang baik akan berdampak pada kesehatan keluarga, kualitas lingkungan permukiman, dan kenyamanan hidup masyarakat. Karena itu, peran relawan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak warga membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Harapannya relawan duta sanitasi ini bisa menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya. (prokopim)
50 Anak Meriahkan Lomba Adzan di Tanjung Hilir
PONTIANAK – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur, diisi dengan kegiatan bernuansa keagamaan yang melibatkan anak-anak. Sebanyak 50 anak dari berbagai wilayah di Kelurahan Tanjung Hilir mengikuti Lomba Adzan Anak-Anak, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus wadah bagi anak-anak untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.
Lomba bermula dari inisiatif Ketua RT 04 RW 08 Kelurahan Tanjung Hilir. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari para ketua RT lainnya serta tokoh pemuda hingga berkembang menjadi kegiatan yang melibatkan anak-anak dari seluruh kelurahan.
Lurah Tanjung Hilir, Nur Santriana Rahayu, mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi masyarakat dalam menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, lomba adzan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menanamkan nilai keagamaan dan membentuk karakter anak sejak dini.
“Ini menunjukkan bahwa banyak hal positif bisa lahir dari masyarakat ketika kita mau berkolaborasi. Dari inisiatif di tingkat RT kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama yang melibatkan masyarakat Kelurahan Tanjung Hilir,” ujarnya.
Nur Santriana juga berpesan agar anak-anak tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan.
“Bagi anak-anak, jangan takut kalah. Yang paling penting adalah berani tampil, berani belajar dan terus mengembangkan diri. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kita berharap tumbuh generasi Tanjung Hilir yang berakhlak, percaya diri dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Pelaksanaan lomba turut mendapat dukungan dari para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dewan juri, panitia serta orang tua peserta. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran mereka memberikan dukungan kepada anak-anak selama perlombaan berlangsung.
Menurut Nur Santriana, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pembinaan anak-anak di lingkungan tempat tinggal. (ril)