,
menampilkan: hasil
Bahasan Serahkan Bantuan bagi Dua Keluarga Korban Kebakaran di Gang Pelita
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan bantuan kepada dua keluarga korban kebakaran di Gang Pelita, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Selasa (13/10/2026). Kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya, Senin (12/10/2026), mengakibatkan rumah kedua keluarga mengalami kerusakan.
Dua kepala keluarga yang menerima bantuan yakni Hadi Syamsidi dan Maming Toya. Hadi tinggal bersama lima anggota keluarganya, sedangkan Maming tinggal bersama empat anggota keluarga.
Bahasan menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami kedua keluarga. Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Pontianak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban pada masa awal setelah kebakaran.
“Musibah seperti ini tentu tidak kita inginkan. Pemerintah hadir untuk membantu meringankan kebutuhan keluarga yang terdampak, terutama pada masa-masa awal setelah kejadian,” ujarnya.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Pontianak berupa perlengkapan kedaruratan dan kebutuhan dasar bagi masing-masing keluarga. Bahasan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sementara keluarga sembari melakukan pemulihan pascakebakaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman, terutama dengan memperhatikan instalasi listrik, penggunaan peralatan rumah tangga, serta sumber api di dalam rumah.
“Yang terpenting sekarang keluarga yang terdampak bisa segera bangkit. Kita berharap ada dukungan dari lingkungan sekitar, karena dalam kondisi seperti ini kepedulian dan gotong royong sangat dibutuhkan,” katanya.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Bahasan, akan terus berkoordinasi melalui perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan untuk memantau kondisi warga yang terdampak serta kebutuhan lanjutan yang diperlukan.
“Semoga keluarga yang mendapat musibah diberikan kekuatan dan dapat segera kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (prokopim)
Perayaan Hari Jadi ke-255 Pontianak Digelar Sederhana dan Libatkan Masyarakat
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak tetap menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak pada 23 Oktober mendatang. Tahun ini, pelaksanaannya disiapkan secara sederhana dengan menitikberatkan pada kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan peringatan hari jadi tetap menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk merayakan usia Kota Pontianak. Sejumlah kegiatan akan digelar oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Yang penting kita tetap menyelenggarakannya. Kegiatannya sederhana dan sifatnya menunjang peringatan hari jadi,” ujarnya di Kantor Wali Kota, Kamis (8/10/2026).
Menurut Edi, beberapa kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan sempat mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap. Karena itu, rangkaian kegiatan tahun ini disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan yang ada.
Edi juga mengajak masyarakat ikut membangun suasana Hari Jadi ke-255 dengan menghias lingkungan masing-masing. Salah satunya melalui pemasangan umbul-umbul di kawasan permukiman, tempat usaha, perkantoran, sekolah, maupun fasilitas lainnya.
“Seperti kebiasaan kita, ciri khasnya adalah memperindah lingkungan, menjaga kebersihan dan keindahan, serta memasang umbul-umbul,” katanya.
Menurutnya, pemasangan umbul-umbul dapat menjadi bagian dari cara masyarakat menunjukkan kebanggaan terhadap Kota Pontianak sekaligus menjaga nilai kearifan lokal. Nuansa perayaan diharapkan tumbuh dari lingkungan masyarakat, dengan semangat gotong royong, persaudaraan, empati, dan toleransi.
“Ini juga menjadi simbol bahwa Kota Pontianak sedang berulang tahun. Kita ingin kearifan lokal, gotong royong, persaudaraan, semangat, rasa empati dan toleransi terus kita bangkitkan,” tutur Edi.
Ia mengajak masyarakat, dunia usaha, perkantoran, lembaga, kementerian, hingga sekolah untuk turut memeriahkan Hari Jadi ke-255 dengan memperindah lingkungan dan memasang atribut perayaan sesuai ketentuan yang telah disampaikan melalui surat edaran.
“Semangat merayakan usia kota dapat tumbuh dari lingkungan sekitar dan partisipasi masyarakat dalam menjaga identitas serta kebanggaan terhadap Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Pontianak Luncurkan Logo Hari Jadi ke 255
Angkat Manusia sebagai Ikon Utama
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak resmi meluncurkan logo hari jadi ke 255, Senin (5/10/2026). Mengangkat tema "Tangguh Bersahabat", identitas visual kota tahun ini mengedepankan manusia sebagai ikon utama.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, perancangan logo dilakukan lewat sayembara. Bedanya, kali ini peserta mendaftar sebagai tim. Total 16 tim bersaing menghasilkan karya terbaik lewat pelatihan, mentoring, hingga presentasi akhir. Gusti Fakhri Aliansyah dan Tomy Anggara pun keluar sebagai pemenang.
Perwakilan pemenang sayembara, Gusti Fakhri Aliansyah bercerita, ikon manusia dipilih lantaran kecenderungan logo-logo sebelumnya yang banyak merepresentasikan Pontianak melalui bangunan atau ikon fisik kota. Gagasan itu lahir dari refleksi terhadap berbagai kondisi dan musibah yang dihadapi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Dari gagasan tersebut, lahirlah tema sekaligus turunan slogan “Kite Jage Kite”. Terlebih Pontianak tumbuh dari keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan.
“Dari awal sampai sekarang, kita terbentuk karena adaptif dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya usai peluncuran logo di Pontive Center, Senin (5/10/2026).
Menurut Gusti, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu karakter yang ingin dihadirkan dalam makna logo. Masyarakat Pontianak terbiasa menyesuaikan diri dengan kondisi alam maupun tantangan kota.
Ia mencontohkan cara masyarakat merespons kondisi lingkungan melalui rumah panggung dan gertak, hingga bagaimana warga saling menguatkan ketika menghadapi kabut asap dan berbagai persoalan lainnya. Gusti menilai ketangguhan masyarakat Pontianak justru lahir dari kelenturan untuk menyesuaikan diri dan kekuatan kolektif dalam menghadapi perubahan.
“Yang ingin saya angkat lewat logo ini adalah semangat kolektif. Kita tangguh karena kita bersama,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, tema "Tangguh Bersahabat" dipilih berdasarkan kondisi yang dihadapi Pontianak dalam beberapa waktu terakhir. Kota ini dinilai memiliki kerentanan terhadap berbagai kondisi alam, mulai dari kemarau panjang, kabut asap, genangan, cuaca ekstrem hingga persoalan air baku.
“Tangguh ini karena kita sedang menghadapi berbagai kondisi alam. Kemarau panjang kemarin menyebabkan kabut asap, kemudian air baku kita juga terintrusi air laut sehingga kadar garamnya meningkat. Karakter tangguh ini yang kita perlukan sebagai semangat warga Kota Pontianak,” ujarnya.
Sementara kata “bersahabat” mencerminkan karakter Pontianak sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama.
“Pontianak ini heterogen. Karena itu kita ingin membangun kota yang harmonis, toleran, damai, sejuk dan nyaman,” katanya.
Pada sayembara logo Hari Jadi tahun ini, Edi secara khusus meminta agar peserta dibatasi bagi warga Pontianak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dibuka secara nasional, kebijakan itu dimaksudkan untuk memberi ruang lebih besar kepada talenta lokal. Ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam proses penciptaan logo Hari Jadi. Menurutnya, ruang seperti sayembara dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong kreativitas dan inovasi anak muda.
“Mudah-mudahan yang masuk finalis maupun yang terpilih bisa semakin semangat berkreativitas, bukan hanya membuat logo, tetapi juga branding-branding lainnya, bahkan sampai tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Ia ingin anak-anak muda semakin banyak mengambil bagian dalam proses pembangunan kota dengan menghadirkan gagasan-gagasan baru. Yang penting, perkembangan kota tetap harus berpijak pada sejarah dan kearifan lokal. Modernisasi tidak seharusnya menghilangkan identitas Pontianak.
“Usia 255 tahun ini cukup matang untuk sebuah kota. Tantangannya juga tidak ringan. Karena itu dibutuhkan ketangguhan, kebersamaan, kreativitas dan partisipasi seluruh masyarakat untuk membawa Pontianak terus maju,” pungkasnya.
Pedoman visual logo hari jadi ke 255 Pontianak dapat diunduh di sini. (prokopim)
Dishub Pasang Stiker Peringatan Larangan Parkir di Trotoar
PONTIANAK – Dinas Perhubungan Kota Pontianak mengingatkan masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di atas trotoar selama pelaksanaan Car Free Day (CFD). Pada pelaksanaan perdana kembali CFD, Minggu (4/10/2026), petugas mulai memasang stiker peringatan di kendaraan yang parkir sembarangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Rendrayani mengatakan, pada tahap awal pihaknya masih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat.
“Karena ini baru memulai lagi Car Free Day tanggal 4, hari ini kita masih memberikan peringatan. Kita pasang stiker larangan parkir di trotoar karena trotoar itu milik pejalan kaki, bukan untuk parkir,” ujarnya.
Rendrayani menyebut, masyarakat yang mengikuti CFD dipersilakan memanfaatkan kantong-kantong parkir yang telah tersedia di sekitar kawasan. Beberapa ruas yang menjadi lokasi parkir antara lain Jalan Untung Surapati, Jalan Media, dan Jalan Palapa.
“Silakan masyarakat yang mengikuti CFD, termasuk yang datang dari kawasan Mega Mall dan sekitarnya, menggunakan titik parkir terdekat sesuai kantong parkir yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, petugas Dishub disiagakan di sejumlah titik untuk membantu mengarahkan kendaraan sekaligus menjaga agar akses pejalan kaki tetap bebas dari kendaraan yang parkir sembarangan. Pada pelaksanaan kali ini terdapat peningkatan kendaraan yang parkir di sekitar kawasan depan Pendopo Gubernur Kalbar. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi adanya kegiatan pasar murah di sekitar PMI Pontianak.
“Biasanya di depan pendopo gubernur tidak ada parkir. Tetapi karena hari ini ada pasar murah sayur di PMI, masyarakat melihat peluang untuk parkir di sini,” jelasnya.
Karena itu, petugas mengingatkan pengendara agar memindahkan kendaraan ke tempat yang telah disediakan dan tidak menggunakan trotoar sebagai area parkir.
“Kita ingatkan masyarakat untuk tidak parkir di trotoar dan mencari kantong parkir lain yang sudah tersedia,” ujarnya.
Rendrayani berharap masyarakat ikut menjaga ketertiban selama CFD sehingga fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki tetap terjaga.
“Car Free Day ini ruang untuk masyarakat berjalan kaki dan beraktivitas dengan nyaman. Jadi mari sama-sama tertib dan gunakan tempat parkir yang sudah disiapkan,” pungkasnya. (prokopim)