,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Siap Gelar Open Bidding Eselon Dua
Ani Sebut Jabatan Sekda Bisa Dilamar Pejabat Usia 58 Tahun
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyebut, dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan mulai membuka seleksi terbuka (open bidding) untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon IIa dan IIb. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh ASN yang telah memenuhi syarat untuk bisa mendaftarkan diri mengikuti open bidding tersebut.
“Silakan bagi yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri mengisi posisi yang tersedia,” ujarnya saat membuka Evaluasi dan Asistensi Rancangan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (20/2/2024).
Sebagai informasi, JPT Pratama Eselon IIa untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Sedangkan jabatan Eselon IIb terdiri dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sebagaimana diketahui, DP2KBP3A sebelumnya dijabat oleh Multi Juto Bhatarendro yang sekarang telah memasuki masa pensiun. Sementara, Diskumdag yang sekarang masih dijabat oleh Junaidi, dalam waktu tidak lama lagi juga akan memasuki masa pensiun. Sedangkan Bapenda merupakan OPD yang baru terbentuk di awal tahun 2024.
Ia menambahkan, untuk jabatan Sekda bisa dilamar bagi pejabat JPT setingkat eselon IIb. Sebab, jabatan Sekda yang saat ini dijabat oleh Mulyadi, akan memasuki masa pensiun. Untuk jabatan Sekda, Ani bilang, dari segi usia pelamar, bisa dilamar oleh pejabat yang berusia hingga 58 tahun dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan.
"Artinya yang bersangkutan belum melewati usia 58 tahun terhitung saat pengumuman dikeluarkan," ungkapnya.
Menurutnya, open bidding ini merupakan open bidding terakhir yang dilakukan secara terbuka. Ke depan, dengan berlakunya UU ASN yang baru, pengisian JPT dilakukan dengan dasar asesmen.
“Jadi tidak ada lagi yang sifatnya open bidding. Rekan-rekan eselon tiga, apabila diundang untuk mengikuti asesmen nanti, harus ikut karena itulah peluang untuk menduduki jabatan eselon dua,” terangnya.
Tetapi sebaiknya, lanjut dia, sesuai aturan bahwa yang bisa langsung duduk di eselon dua adalah mereka yang nilainya masuk kategori K9. K9 adalah nilai tertinggi dalam asesmen.
“Dalam asesmen, kategori nilai mulai dari K1 hingga K9,” ucap Ani.
Dengan mulai berlakunya Undang-undang ASN yang baru, maka tidak ada lagi seleksi terbuka. Dia meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak selaku leading sektor untuk mempersiapkan implementasi kebijakan ini.
“Saya minta BKPSDM untuk mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya terkait pelaksanaan kebijakan ini," pesannya. (prokopim)
Pj Wako Responsif Beri Bantuan Korban Kebakaran di Gang Meranti
PONTIANAK – Asap hitam yang mengepul dari Jalan Meranti langsung mengundang perhatian Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian yang tengah bertugas. Ia pun langsung mendatangi lokasi kebakaran yang terletak di Gang Meranti 3. Puluhan pemadam kebakaran sedang berjibaku memadamkan lima rumah warga yang dilalap api. Di lokasi, Ani segera mencari tahu pemilik rumah yang terbakar. Satu di antaranya adalah keluarga Margi (58). Ia memastikan, bantuan sandang dan pangan segera diberikan kepada korban kebakaran.
“Selain itu kita juga segera memperbaharui dokumen-dokumen yang terbakar. Misalnya Kartu Keluarga (KK) langsung kita ganti, atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) terbakar juga kita ganti. Untuk bantuan sosial akan diserahkan pakaian, kasur, selimut maupun makanan,” katanya saat ditemui di lokasi kebakaran, Kamis (15/2/2024).
Untuk bantuan jangka panjang, lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat dinas terkait juga akan memberikan bantuan bedah rumah kepada korban musibah kebakaran. Setelah melengkapi data, terang Ani, usulan bahan bangunan akan diserahkan kepada pemerintah pusat. Persyaratan untuk mengusulkan bantuan akan diurus langsung oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak.
“Setiap ada musibah, Pemkot Pontianak terus hadir di tengah kesulitan warga. Kami ingin meringankan beban saat hal-hal yang tak diinginkan terjadi,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Kunjungi Sejumlah TPS, Ani Sebut Pemilu di Pontianak Berjalan Lancar
PONTIANAK – Usai menggunakan hak pilihnya bersama keluarga, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengunjungi sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Pontianak. Dari hasil pantauannya, dapat dipastikan pemilihan umum di Kota Pontianak berjalan aman dan tertib.
“Suasana pesta demokrasi berjalan aman, damai dan tertib. Masyarakat senang berada di bilik suara menentukan pilihannya,” katanya, usai memantau pelaksanaan pemilu di sejumlah TPS se-Kota Pontianak, Rabu (14/2/2024).
Dari data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, terdapat total 483.919 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Pontianak dengan jumlah TPS 2.110. Proses demokrasi kali ini diharapkan Ani memberikan pembelajaran kepada masyarakat Kota Pontianak tentang pentingnya pemilu.
“Kita telah memilih Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden berdasarkan hati nurani dan tanpa paksaan. Kita juga telah memilih wakil rakyat, anggota dewan di tingkat kota, provinsi hingga di pusat,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ikut membantu persiapan pemilu di Kota Pontianak bersama KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kepolisian dan pihak terkait lainnya. Ani menyampaikan apresiasinya kepada petugas pemilu atas dedikasinya dalam menjaga proses pemilu berjalan lancar.
“Petugas KPU dan Bawaslu dan pihak terkait tentu sudah mempersiapkan diri untuk bertugas,” katanya.
ASN di lingkungan Pemkot Pontianak pun, imbuh Ani, berhasil menjaga netralitasnya dengan tidak menunjukan atau mengkampanyekan paslon tertentu. Ia menyebut, hasil akhir dari pemilu nanti harus dihormati.
“ASN punya hak pilih, mereka menentukannya secara langsung di bilik suara,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Lima Tips Jadi Pemimpin Sukses ala Pj Wali Kota
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian membagikan lima tips bagi pemuda dan pemudi yang ingin menjadi pemimpin sukses. Kiat pertama adalah beragama. Menurutnya, kedekatan jiwa seorang manusia kepada penciptanya akan membersihkan niat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Bagi yang beragama Islam, kata Ani, wajib menghadapi setiap persoalan hidup berdasarkan pedoman Al Quran dan Hadits.
“Setiap agama mengajarkan kita untuk tulus mengabdi, karena setiap kita pasti akan jadi pemimpin. Yang lelaki akan jadi kepala keluarga, tidak menutup kemungkinan sekarang yang perempuan. Biasakan diri untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta,” katanya, Selasa (13/2/2024).
Kiat kedua menurut Ani adalah sehat jasmani. Tubuh seorang pemimpin harus sehat dan kuat. Tanpa itu, seorang pemimpin akan kesulitan melewati ujian di lapangan. Ketangkasan pemimpin diperlukan untuk melawan ketidakadilan di akar rumput.
“Ada yang bisa ditingkatkan lagi tinggi badannya, tetapi ada yang memang secara genetik tidak bisa. Minimal, kita membiasakan pola hidup sehat. Makanlah makan yang bergizi, rajin berolahraga serta ikuti kompetisi,” katanya.
Selanjutnya, seorang pemimpin harus memiliki visi yang cemerlang. Ani mengajak generasi penerus agar banyak-banyak membaca buku dan menimba ilmu dari sumber kredibel. Dengan demikian, sebut Ani, kerangka berpikir anak muda bisa dilatih sehingga memiliki wawasan yang luas.
“Seorang pemimpin harus cerdas, supaya bisa memberikan arahan yang pasti kepada sekitarnya. Ia juga harus jadi contoh dengan menunjukan visi yang maju,” katanya.
Berikutnya, kiat keempat agar sukses menjadi pemimpin adalah menjaga relasi pertemanan. Apabila seorang pemimpin hendak menyampaikan visinya, tentu diperlukan relasi. Ani menambahkan, menjaga relasi berarti bersikap hormat serta berupaya membantu jika ada teman atau kerabat yang memerlukan.
“Bukan berarti menjaga relasi itu harus berteman dengan semua orang. Tetapi maksudnya menghormati siapapun tanpa pandang status, serta saling bantu ketika ada keluarga atau teman yang memerlukan,” katanya.
Kiat terakhir adalah ketenangan. Gampang emosi justru membawa dampak buruk bagi diri seseorang. Ani menilai, pemimpin sukses adalah orang-orang yang berhasil menaklukan emosi pribadinya demi kepentingan orang banyak.
“Tidak boleh emosian, sedikit-sedikit marah ya. Tetap tenang jika ada masalah, berikan solusi kepada orang,” tutupnya. (kominfo)