,
menampilkan: hasil
Usulkan Rusun Baru di Nipah Kuning Dalam dan Gang Semut
Pemkot Dukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak mendukung program 3 juta rumah Presiden Prabowo dengan mengambil sejumlah kebijakan. Antara lain mengeluarkan peraturan tentang pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), percepatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), bantuan stimulan bedah rumah, hingga pengusulan pembangunan rumah susun baru di Nipah Kuning, Pontianak Barat dan Gang Semut, Pontianak Timur.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Pontianak, Derry Gunawan menerangkan kebijakan tersebut telah berjalan. Program Presiden ini sendiri bukan berarti proyek pembangunan oleh pemda, tapi dukungan strategis. Pembangunan dilakukan oleh masyarakat melalui swadaya maupun developer. Pembangunan yang dilakukan pemda misalnya program bedah rumah dan rusun.
"Untuk lahannya ya dicari oleh masing-masing developer, biasanya di wilayah yang masih murah harganya karena harga jualnya dibatasi," ujarnya usai rapat koordinasi dengan Mendagri via daring, Senin (23/2/2026).
Di Pontianak, lahan permukiman yang masih terjangkau berada di Pontianak Utara dan Pontianak Barat. Namun harganya juga lebih tinggi jika dibandingkan lahan di Kubu Raya.
Sedang yang swadaya, berupa bantuan bedah rumah dari pemerintah. Di tahun 2025 pemerintah pusat membantu 200 unit, dan 150 unit bedah rumah dan bedah WC dari anggaran Pemkot.
"Kami mengusulkan pembangunan rumah susun baru di Nipah Kuning Dalam dan di Gang Semut," terangnya.
Tipe rusunnya nanti akan disesuaikan dengan kondisi dan luas tanah. Saat ini, rusun yang ada di Pontianak hanya tipe standar. Antara lain Rusunawa Harapan Jaya di Jalan Harapan Jaya, Pontianak Selatan, dan Rusunawa Sungai Beliung dan Rusunawa Nipah Kuning di Pontianak Barat. Di lokasi yang disebut terakhir, baru ada satu tower. Lahannya masih bisa dibangun empat hingga delapan tower.
"Jadi bentuknya itu ada beberapa prototipe nanti disesuaikan dengan kebutuhan hasil peninjauan lapangan oleh tim teknis," sebutnya.
Tidak hanya itu, Pemerintah Pusat lewat perbankan juga memudahkan pemberian kredit. Pengembang diberi bunga murah, demikian pula konsumen.
"Untuk yang mau membeli rumah subsidi biasanya kan belasan persen (bunganya), sekarang 5-6 persen. Jadi mungkin sekitar 6 persennya disubsidi oleh pemerintah," tutupnya. (prokopim)
Pontianak Utara Fokus Pembangunan Infrastruktur
PONTIANAK – Kecamatan Pontianak Utara menjadi salah satu fokus utama pembangunan Pemerintah Kota Pontianak. Peningkatan sejumlah jalan seperti Parit Pangeran dan Parwasal akan menyusul Jalan Kebangkitan Nasional yang sudah lebih dulu dikerjakan tahun lalu. Selain itu, setidaknya ada dua program pusat yang dibangun, yakni sekolah rakyat di Jalan Flora dan Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Batulayang.
“Alhamdulillah di tahun pertama periode kedua saya memimpin, beberapa infrastruktur sudah kita selesaikan, salah satunya Jalan Kebangkitan Nasional yang kini menjadi bagian dari outer ring road,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai subuh berjamaah di Masjid Nushatussolihin, Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Minggu (22/2/2026).
Ke depan, Pemkot akan menuntaskan jalan lain seperti Sungai Selamat, Parwasal, Parit Pangeran hingga tembus ke Jalan Kebangkitan Nasional. Selain itu, penerangan jalan umum di sejumlah ruas dan simpang di Pontianak Utara juga akan ditambah.
Edi menjelaskan, sekitar 30 persen wilayah Pontianak Utara merupakan lahan gambut yang umumnya dimanfaatkan untuk pertanian dan dijadikan kawasan konservasi. Sektor pertanian di wilayah ini bahkan tidak hanya menyuplai kebutuhan kota, tetapi juga untuk Kalimantan Barat. Hal ini merupakan ciri khas wilayah sehingga arah pembangunan kota pun menyesuaikan.
“Tentu pembangunan di Pontianak Utara tidak sama dengan Pontianak Selatan atau Tenggara yang ciri khas wilayahnya perkantoran dan ekonomi. Jadi pembangunan tersebut disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya,” tuturnya.
Di sektor lingkungan, tahun ini akan dibangun Pusat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Batulayang. Sistem sanitary landfill telah menggantikan metode open dumping. Sampah organik akan diolah, sementara sampah anorganik dimanfaatkan menjadi material konstruksi seperti paving blok.
“Ke depan, TPA hanya mengolah residu, sehingga beban tidak berat dan sampah tidak lagi menjadi material yang tidak bernilai,” jelasnya.
Di Pontianak Utara juga akan dibangun Sekolah Rakyat di Jalan Flora sebagai bagian dari program Presiden Prabowo yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Saat ini pembangunan tengah berjalan. Edi meminta dukungan tokoh masyarakat agar prosesnya lancar. Yang tak kalah penting, sudah ada 11 dapur penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya berdampak untuk siswa dan ibu hamil, program ini turut membuka lapangan kerja dan ruang bagi warga menyalurkan hasil pertanian mereka.
Ia juga menyinggung tantangan di wilayah utara, seperti kepadatan kendaraan akibat aktivitas pusat pengisian BBM yang dilintasi hingga 500 truk tangki per hari. Banyaknya pengusaha truk tanpa lahan parkir menyebabkan ruas jalan seperti Jalan Flora dan Parwasal cepat rusak dan terlihat sempit. Namun, menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari ekosistem ekonomi yang tidak bisa serta-merta dihentikan.
“Yang bisa kita lakukan adalah mengatur jam operasional agar tetap tertib,” katanya.
Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen membangun daerah sesuai rencana jangka panjang. Di tahun lalu misalnya, anggaran pembangunan infrastruktur Pontianak Utara mencapai Rp56,4 miliar. Sedang di tahun ini angkanya Rp63 miliar.
“Kami terus berusaha memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Wujudkan Visi Misi dan Perkuat Infrastruktur Pontianak
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, menegaskan komitmennya bersama Wali Kota untuk fokus menjalankan visi dan misi pembangunan kota, terutama pada penguatan infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurut Bahasan, pembangunan jalan lingkungan, drainase, air bersih, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama Pemerintah Kota. Ia menyebut, pembangunan infrastruktur dasar merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.
“Saya bersama Wali Kota berkomitmen menjalankan visi misi yang telah ditetapkan. Infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan layanan publik harus terus kita perkuat karena itu kebutuhan mendasar masyarakat,” katanya ketika membuka kegiatan Ramadan Kareem, Keliling Masjid Bukber Berbagi di Masjid Sirajul Iman, Pontianak Barat, Jumat (20/2/2026) sore.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan aparatur pemerintah. Pemerintah Kota, kata dia, ingin memastikan setiap keluhan masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Bahasan juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan aparatur yang tidak responsif terhadap aduan warga. Ia menegaskan, pengawasan publik menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Kalau ada aparatur yang tidak merespons keluhan masyarakat, silakan laporkan. Kita ingin pelayanan publik berjalan maksimal dan tidak ada yang mengabaikan aspirasi warga,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin, sehingga pembangunan di Pontianak dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga. (prokopim)
Bangun Pontianak Utara sebagai Kawasan Strategis Kota
Pembangunan Infrastruktur Pontianak Utara 2026 Capai Rp63 Miliar
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan di wilayah Kecamatan Pontianak Utara. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai, Pontianak Utara merupakan kawasan strategis yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan kota. Komitmen tersebut tercermin dari besarnya alokasi anggaran infrastruktur. Pada 2025, pembangunan infrastruktur di Pontianak Utara mencapai sekitar Rp56,4 miliar. Sementara pada 2026, anggaran meningkat menjadi sekitar Rp63 miliar, termasuk untuk peningkatan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, serta penataan kawasan.
"Anggaran tersebut belum termasuk proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota," katanya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Pontianak Utara di Aula CU Pancur Kasih, Rabu (11/2/2026).
Menurut Edi, Pontianak Utara merupakan kecamatan terluas di Kota Pontianak dan memiliki karakteristik yang kompleks. Sekitar 40 persen wilayahnya merupakan lahan gambut, dengan dominasi kawasan pertanian, permukiman, serta aktivitas industri di sepanjang pesisir Sungai Kapuas. Dari sisi jumlah penduduk, Pontianak Utara menempati posisi kedua terbanyak setelah Pontianak Barat.
“Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain jalan dan penerangan, Pemkot juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, seperti rehabilitasi Pasar Puring yang akan ditata menjadi kawasan waterfront, rencana pembangunan bundaran besar sebagai ikon Pontianak Utara, serta pengembangan kapasitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Pontianak Utara. Di sektor lingkungan, Pontianak Utara juga akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu bernilai ratusan miliar rupiah.
“Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga kawasan edukasi dan rekreasi,” terang dia.
Wali Kota juga menyoroti tantangan utama Pontianak Utara, yakni tingginya lalu lintas kendaraan berat, khususnya truk tangki dan angkutan industri. Untuk itu, Pemkot merencanakan pengembangan jalur alternatif guna mengurangi beban jalan utama dan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan warga.
“Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya. (prokopim)