,
menampilkan: hasil
Pasar Murah Bantu Ringankan Beban Warga
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali menggelar pasar murah, kali ini di halaman Kantor Camat Pontianak Timur, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
“Semoga pasar murah ini memberikan manfaat kepada masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak akan terus berikhtiar bagaimana membantu meringankan beban warga terhadap kenaikan harga komoditas atau sembako di pasaran,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Bahasan mengatakan, harga yang ditawarkan dalam pasar murah berada di bawah harga pasaran melalui dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang terlibat.
“Ini sifatnya bukan menanggung seluruh kebutuhan masyarakat, tetapi membantu meringankan. Artinya harga kita subsidi sehingga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran,” katanya.
Selain paket kebutuhan pokok, warga yang hadir juga mendapat kesempatan memperoleh sejumlah bahan pangan tambahan seperti sayuran dan ikan lele. Pembagiannya dilakukan secara terbatas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.
“Sayurnya gratis, kemudian ada juga lele meskipun jumlahnya terbatas. Kita atur supaya warga yang lain juga kebagian,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean di lokasi pasar murah. Bahasan menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang harus menunggu karena proses penyaluran tetap harus dilakukan secara tertib dan mengikuti administrasi yang telah ditetapkan.
“Saya mohon maaf karena antreannya panjang, mungkin bapak ibu juga capek. Tetapi prosesnya memang harus kita lakukan dengan tertib,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Bulog hingga pihak lainnya.
“Kita bersama-sama bergerak bagaimana meringankan beban masyarakat, terutama masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.
Bahasan menambahkan, kegiatan serupa merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Selain membantu daya beli, pasar murah juga menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga pangan. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut sesuai kebutuhan dan pembagiannya berlangsung merata.
“Yang kita harapkan tentu manfaatnya benar-benar sampai kepada warga. Karena itu pembagiannya kita atur supaya tidak hanya dinikmati oleh beberapa orang,” ujarnya.
Bahasan juga meminta jajaran camat dan lurah terus memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing sehingga pemerintah dapat mengetahui kebutuhan warga secara lebih cepat.
“Doakan kami bersama jajaran, camat, lurah, kepala dinas dan seluruh pihak yang terlibat bisa terus berikhtiar dan bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Dorong Orang Muda Aktif Berkreasi dan Bangun Kota
Hari Sumpah Pemuda ke 98
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak orang muda meningkatkan empati, semangat belajar, kreativitas, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari kontribusi membangun bangsa. Pesan itu disampaikannya dalam apel peringatan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (28/10/2026).
Edi mengatakan, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa orang muda memiliki peran besar dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk pembangunan Kota Pontianak.
“Orang muda harus terus meningkatkan empati dan ikut membangun bangsa ini. Mudah-mudahan momentum Sumpah Pemuda memberikan semangat khususnya kepada orang-orang muda di Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah dan orang muda perlu terus berkolaborasi untuk mewujudkan Pontianak sebagai kota yang maju, tumbuh, sekaligus tetap humanis. Terlebih kontribusi mereka selama ini hadir melalui banyak jalur. Tidak hanya secara perseorangan, tetapi juga melalui organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, komunitas kampus maupun berbagai kelompok yang bergerak di bidang sosial, olahraga, kesenian hingga politik.
“Kontribusi mereka sangat besar, baik secara perorangan maupun melalui organisasi kepemudaan, organisasi di kampus, maupun organisasi yang bergerak di kegiatan sosial, olahraga, kesenian dan bidang lainnya,” jelasnya.
Karena itu, ia menilai pemerintah akan terus membuka ruang yang semakin luas agar orang muda dapat menyalurkan gagasan dan kemampuannya.
“Orang muda harus diberi ruang dan fasilitas supaya mereka bisa berkreasi, berinovasi dan ikut memikirkan masa depan Kota Pontianak maupun bangsa Indonesia,” ujarnya.
Edi berharap orang muda Pontianak tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Ia mendorong mereka turut aktif mengambil peran sesuai minat dan bidang masing-masing. Energi, kreativitas dan kemampuan beradaptasi yang dimiliki orang muda menjadi modal penting di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Kualitas manusia, kepedulian terhadap sesama dan kemampuan menciptakan ruang yang inklusif menjadi bagian penting dari arah pembangunan Pontianak.
“Yang kita bangun bukan hanya kotanya, tetapi juga manusianya. Orang muda harus menjadi bagian dari kota yang maju, tetapi tetap punya kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (prokopim)
Pasar Murah Jadi Instrumen Pemkot Jaga Daya Beli
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus menggerakkan pasar murah sebagai salah satu instrumen untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah. Setelah menyasar Pontianak Tenggara, Selatan dan Kota, kini operasi pasar berlangsung di Kantor Camat Pontianak Barat, Senin (26/10/2026). Sedang di Selasa (27/10/2026) agenda serupa berlangsung di Kantor Camat Pontianak Utara, dan menyasar Kantor Camat Pontianak Timur di hari Rabu (28/10/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah cukup tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa intervensi harga melalui operasi pasar masih sangat dibutuhkan.
“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup luar biasa. Pasar murah ini memang kita hadirkan untuk membantu meringankan masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah,” ujarnya.
Bahasan menjelaskan, sejumlah komoditas pangan belakangan mengalami pergerakan harga. Kondisi cuaca, El Nino, kabut asap hingga persoalan distribusi menjadi faktor yang perlu terus diantisipasi pemerintah.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Karena itu kita harus siaga, bagaimana menekan harga-harga bahan pokok yang ada di Kota Pontianak,” katanya.
Ia menambahkan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan menjelang November, terutama apabila terjadi tekanan terhadap distribusi maupun ketersediaan bahan bakar yang dapat berpengaruh terhadap ongkos angkut dan harga barang. Akan tetapi, pasar murah bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemkot Pontianak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan cadangan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.
“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan,” jelasnya.
Selain dukungan dari pemerintah daerah, Bahasan menyebut terdapat program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang menjangkau puluhan ribu penerima.
“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” katanya.
Ia menilai kombinasi antara pasar murah, bantuan pangan, dan pengendalian distribusi penting dilakukan secara berkelanjutan agar gejolak harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Bahasan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan.
“Kalau pasokan terjaga dan distribusi lancar, harga juga lebih mudah kita kendalikan. Ini yang akan terus kita lakukan,” pungkasnya. (prokopim)
Ajak Komunitas Pemancing Jaga Kebersihan Parit dan Sungai
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak komunitas pemancing ikut menjaga kebersihan parit dan sungai. Ia yakin, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan memancing dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan perairan.
“Ayo kita bersama-sama jaga parit kita, jaga sungai kita tetap bersih, sehingga populasi ikan yang ada secara alami juga tetap terpelihara,” pesannya dalam launching Kolam Permancingan Galatama MK dan Lomba Memancing Piala Tetap Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kalbar, di Gang Pemancingan, Jalan Karet, Minggu (25/10/2026).
Menurut Bahasan, kepedulian terhadap sungai tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat yang menggunakan dan menikmati sungai juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan lingkungan.
“Kegiatan seperti ini harus memberi dampak positif. Selain menjadi ruang hobi dan silaturahmi, juga membangun kesadaran bahwa parit dan sungai adalah bagian dari lingkungan yang harus kita rawat bersama,” katanya.
Bahasan berharap APRI terus berkembang dan menjadi wadah bagi para penghobi memancing di Kalimantan Barat. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana silaturahmi dan hiburan masyarakat.
“Saya berharap APRI terus eksis ke depan dan terus membersamai para penghobi mancing yang ada di Kalimantan Barat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan lomba memancing yang sebelumnya digelar di kawasan Sungai Jawi juga akan diarahkan menjadi agenda tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Pontianak. Peluncuran kolam pemancingan tersebut juga diharap dapat semakin menghidupkan komunitas pemancing sekaligus menyediakan ruang kegiatan positif bagi masyarakat.
“Semoga launching ini membawa keberkahan, kebahagiaan dan menjadi ruang yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)