,
menampilkan: hasil
Disdikbud Gelar Bimtek Sekolah Inklusi, Jamin Akses Pendidikan Anak Disabilitas
PONTIANAK - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi guru-guru sekolah inklusi. Program ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk memastikan anak-anak disabilitas mendapatkan hak pendidikan yang sama di sekolah umum.
Kepala Disdikbud Kota Pontianak Sri Sujiarti, menjelaskan Bimtek sekolah inklusi tahun ini merupakan angkatan kelima, yang menandakan komitmen Pemerintah Kota dalam menangani pendidikan anak-anak disabilitas.
"Anak disabilitas punya hak untuk masuk sekolah umum dengan batasan-batasan tertentu. Mereka akan diperiksa oleh UPTD Layanan Disabilitas dan Asesmen Center (LDAC) untuk menentukan apakah bisa mengikuti pembelajaran di sekolah umum atau harus masuk SLB," ujarnya usai membuka Bimtek Sekolah Inklusi Kota Pontianak Angkatan V di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Rabu (19/3/2025).
Menurutnya, untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah umum, diperlukan guru yang memiliki kemampuan khusus. Oleh sebab itu bimtek ini digelar untuk memberikan pembekalan kepada guru-guru yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus.
"Bimtek ini bertujuan untuk melatih guru-guru dalam menangani anak-anak yang punya kebutuhan khusus di sekolah," ungkapnya.
Sri menambahkan, sejak tahun 2020, program Bimtek telah dilaksanakan untuk SD negeri, SMP negeri, kemudian PAUD, dan kini diperluas ke sekolah swasta.
"Setelah pelaksanaan Bimtek ini, seluruh sekolah di Kota Pontianak adalah sekolah inklusi. Artinya, tidak boleh ada sekolah yang menolak anak berkebutuhan khusus, kecuali yang sangat parah yang memang harus bersekolah di SLB," jelasnya.
Ia berharap agar seluruh sekolah menerapkan program ini dan melakukan deteksi terhadap siswa yang memiliki kekhususan. Semua anak di sekolah harus dideteksi apakah memiliki kekhususan yang perlu ditangani.
“UPTD LDAC bersama guru pendamping khusus yang dilatih akan membantu proses asesmen ini," pungkasnya.
Saat ini Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPPI) berjumlah 223 Satuan Pendidikan (SP), dengan rincian PAUD/TK 76 SP, SD 113 SP, SMP 33 SP dan SP Non Formal 1 SP. (prokopim)
PKK Pontianak Kampanyekan Gemar Membaca Cetak Generasi Cerdas
Inovasi PKK Pontianak Tingkatkan Minat Baca Anak Lewat Rumah Dongeng
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan minat baca anak-anak di Kota Pontianak.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie mengatakan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) II TP-PKK memiliki satu inovasi yang berguna untuk mendorong agar anak-anak di Kota Pontianak gemar membaca yaitu melalui Rumah Dongeng yang ada di enam kecamatan di Kota Pontianak.
"Rumah Dongeng ini bertujuan untuk menumbuhkan minat gemar membaca anak-anak dan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan berinteraksi melalui bahan bacaan yang menarik," ujarnya ketika mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar menyerahkan bantuan di Gang Semut Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (16/3/2025).
Dia menambahkan, didirikannya rumah dongeng se-Kota Pontianak merupakan contoh nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
"Saat ini rumah dongeng tersebut telah beroperasi secara efektif dan mendapat sambutan yang sangat baik dari anak-anak di Kota Pontianak," imbuhnya.
Inovasi Rumah Dongeng yang digagas oleh TP PKK Kota Pontianak juga terkait dengan program kampanye Gemar Membaca untuk Indonesia Pintar yang diluncurkan oleh Pemerintah Pusat. Program ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan di Indonesia dan membuat Indonesia menjadi negara yang pintar dan berbudaya.
"Kami akan terus mengkampanyekan Generasi Cerdas, Generasi Gemar Membaca di Kota Pontianak, saya berharap keikutsertaan masyarakat untuk mengakses rumah dongeng juga semakin meningkat" pungkasnya. (humas-pkkptk)
Wako Edi Minta PKK Fokus Pendidikan Anak Demi Generasi Emas
PKK Gelar Bukber Anak-anak Generasi Emas Indonesia
PONTIANAK – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pontianak menggelar buka puasa bersama anak-anak generasi emas Indonesia dari berbagai sekolah di Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kamis (13/3/2025).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader-kader TP-PKK di tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita harus terus bermanfaat dan semangat dalam menjalankan tugas kita. Tantangan di lapangan memang tidak mudah, tetapi dengan kerja sama yang erat, kita bisa membawa perubahan yang lebih baik," pesannya.
Ia menekankan pentingnya peran PKK dalam mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, program-program yang akan dijalankan harus berfokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan anak-anak serta pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
"Jika keluarga sejahtera, anak-anak kita sehat, kuat dan cerdas, maka dampaknya akan sangat positif bagi masa depan bangsa. Namun, jika kondisi ini tidak kita perbaiki, kita akan menghadapi tantangan yang lebih berat di masa mendatang," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan terus berkolaborasi dengan PKK, lembaga pendidikan, dunia usaha dan instansi terkait lainnya. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan 10 program pokok PKK yang akan dikolaborasikan dengan berbagai pihak. Selain itu, ia juga menyebut pentingnya indikator-indikator seperti penurunan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai target yang harus dicapai.
"Kita juga telah menjalankan program seperti makan gizi gratis. Walaupun belum bisa mencakup semua masyarakat, program ini diharapkan dapat membawa dampak positif, terutama bagi kelompok yang membutuhkan," jelasnya.
Edi turut menekankan pentingnya pendidikan, terutama di kalangan anak-anak. Ia meminta PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk lebih peduli terhadap potensi dan permasalahan pendidikan di wilayah masing-masing. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat Pontianak untuk memperkuat pendidikan agama, khususnya melalui pembelajaran Al Quran.
"Dengan mayoritas penduduk Pontianak yang beragama Islam, kita akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga madrasah untuk program-program berbasis Al Quran. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan," ungkap Edi.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyatakan komitmennya untuk segera menjalankan program kerja 100 hari sesuai amanat Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar saat pelantikan seluruh pengurus PKK tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Kalbar.
"Alhamdulillah, dengan doa, dukungan dan support dari seluruh pengurus TP-PKK, kami siap melanjutkan program-program kerja yang bertujuan meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya di Kota Pontianak," ucapnya.
Yanieta juga menjelaskan bahwa struktur kepengurusan TP-PKK Kota Pontianak periode 2025-2030 banyak melibatkan pegawai dari dinas-dinas di Pemerintahan Kota Pontianak. Hal ini dilakukan untuk memastikan sinergi yang lebih baik antara TP-PKK dan Pemerintah Kota dalam menjalankan program-program kerja.
"PKK adalah mitra kerja pemerintah, sehingga kami harus berkoordinasi erat untuk kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah, calon pengurus TP-PKK Kota Pontianak serta pengurus TP-PKK dari tingkat kecamatan dan kelurahan. Yanieta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Di akhir sambutannya, Yanieta berharap kegiatan TP-PKK ke depan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Pontianak, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.
"Mudah-mudahan puasa Ramadan ini memberikan keberkahan bagi kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Kota Pontianak yang lebih baik," pungkasnya. (prokopim)
Amirullah Raih Gelar Doktor dengan Nilai A
Angkat Disertasi Dampak Desentralisasi Fiskal dengan Perilaku Oportunistik
PONTIANAK - Dr Ir Amirullah, MA, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (PSDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyelesaikan pendidikan Strata 3 (S3) di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Dengan disertasi berjudul ‘Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Kinerja Pembangunan di Kalimantan Barat dengan Perilaku Oportunistik sebagai Variabel Mediasi’, Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak berhasil meraih nilai 90,32 dengan predikat A pada Sidang Terbuka dan Promosi Doktor di FEB Untan Pontianak, Jumat (24/1/2025).
Amirullah memaparkan, desentralisasi fiskal di Indonesia, meskipun bertujuan memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah, namun menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan antar daerah dan rendahnya kinerja pembangunan.
“Penelitian ini menitikberatkan pada perilaku oportunistik sebagai variabel mediasi yang mempengaruhi efektivitas kebijakan fiskal,” ujarnya.
Dalam penelitiannya, Amirullah menggunakan data dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat selama periode 2017-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan, tantangan seperti fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya angka pengangguran masih perlu perhatian. Oleh sebab itu, ia merekomendasikan penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan daerah untuk meminimalkan perilaku oportunistik.
“Dalam hal ini yang tak kalah pentingnya adalah pengawasan ketat terhadap penggunaan dana transfer dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyusunan anggaran daerah,” ungkapnya.
Bagi Amirullah, keberhasilan meraih gelar Doktor selama mengenyam pendidikan di Untan merupakan tantangan tersendiri. Terlebih ia harus bisa mengatur dan membagi waktu antara pekerjaan dengan perkuliahan. Amirullah berbagi cerita pengalamannya selama lebih dari tiga tahun menempuh studi S3 di Untan Pontianak. Menurutnya, kunci utama keberhasilan menyelesaikan studi adalah fokus dan manajemen waktu yang baik.
"Kita harus benar-benar bisa membagi waktu antara kesibukan sehari-hari dan pendidikan," katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari keluarga dan rekan-rekan satu angkatan serta lingkungan kerja sangat berperan dalam pencapaiannya hingga tahap sidang terbuka dan promosi doktor. Amirullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya. Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga hasil penelitian ini bisa diimplementasikan dalam pengambilan kebijakan di bidang keuangan daerah,” imbuh Amirullah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto yang turut hadir pada sidang terbuka itu, menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Sekda Amirullah yang berhasil merampungkan jenjang pendidikan S3. Ia juga mengapresiasi disertasi hasil penelitian Amirullah yang bisa memberikan kontribusi pada tata kelola pemerintahan.
“Itulah pentingnya mengatasi perilaku oportunis dalam pengelolaan anggaran pemerintah daerah karena berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Menurut Edi, desentralisasi kebijakan pusat seharusnya memungkinkan daerah untuk membangun demi kepentingan rakyat. Namun, perilaku oportunis di kalangan pejabat dan pengambil keputusan sering kali menjadi penghalang utama.
"Ini menjadi penyebab tidak sampainya anggaran pemerintah daerah kepada masyarakat," tegasnya.
Edi menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, perlu ada langkah konkret dalam mengurangi dan menghilangkan faktor-faktor oportunis di kalangan pengambil kebijakan. Ia juga menyoroti dua aspek penting yang harus diperbaiki, yakni tata kelola dan integritas pribadi.
"Secara tata kelola, kebijakan dari pemerintah pusat harus diubah agar ada keseimbangan antara dana yang dibebaskan kepada daerah dan yang diikat oleh pusat," jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan penjagaan integritas pengambil keputusan di daerah agar tetap tinggi. Ia berharap hal ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran daerah.
“Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara optimal,” tuturnya.
Ketua Jurusan Manajemen FEB Universitas Tanjungpura Heriyadi, SE, ME, PhD, mengungkapkan bahwa PSDIM ini telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Kalbar dan Indonesia secara umum. Dalam upaya meningkatkan daya tarik, PSDIM juga menawarkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melanjutkan studi doktoral.
"Kami ingin mempromosikan program ini, terutama kepada masyarakat Kalbar, agar mereka yang sudah menyelesaikan studi master dapat melanjutkan ke program S3," terangnya.
Selain itu, program di jurusan yang dipimpinnya ini sedang dalam proses pengajuan akreditasi internasional. Untuk mencapai hal tersebut, FEB Untan aktif menjalin kolaborasi dengan institusi internasional, termasuk melibatkan penguji dari luar negeri seperti Universitas Malaysia Sarawak (Unimas).
"Aktivitas internasional ini penting untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar siap terakreditasi secara internasional," tambah Heriyadi.
Sejak berdiri 11 tahun lalu, program ini telah meluluskan 34 doktor. Heriyadi juga menjelaskan bahwa FEB Untan memiliki tiga jurusan utama, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi, yang masing-masing menawarkan program S1, S2 dan S3.
“Dengan pencapaian ini, diharapkan PSDIM FEB Untan terus menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral di bidang manajemen,” pungkasnya. (prokopim)