,
menampilkan: hasil
Sertifikasi Tanah Wakaf Beri Kepastian Hukum Rumah Ibadah
PONTIANAK – Masih adanya rumah ibadah yang berada di atas tanah wakaf belum mengantongi sertifikat, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong percepatan proses sertifikasi tanah wakaf rumah ibadah di Kota Pontianak. Menurutnya, sertifikasi aset wakaf sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi pengelolaan dan keberlangsungan fungsi sosial keagamaan rumah ibadah.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Wakaf Rumah Ibadah dan Literasi Keuangan di Masjid As Salam, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (15/10/2025) malam.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena itu, legalitas tanahnya harus jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia menuturkan, sejak tahun 2020, program sertifikasi tanah wakaf rumah ibadah telah berjalan di Kota Pontianak. Namun, masih terdapat sejumlah masjid yang menghadapi kendala, baik dari sisi administrasi maupun koordinasi antar pihak.
“Kadang ada miskomunikasi atau pro dan kontra di masyarakat terkait status tanah wakaf. Padahal semua bisa diselesaikan dengan musyawarah. Pemerintah Kota bersama BPN terus berupaya agar proses sertifikasi ini berjalan cepat dan tuntas,” jelasnya.
Bahasan menambahkan, hingga saat ini terdapat sedikitnya 51 masjid di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan. Ia berharap pengurus masjid dapat saling berkoordinasi dan memperkuat komunikasi untuk mempercepat proses sertifikasi.
“Kami mendorong agar para takmir dan nadzir membentuk grup komunikasi (Whatsapp) antar masjid. Jadi kalau ada persoalan, bisa langsung diklarifikasi dan diselesaikan bersama,” tuturnya.
Selain membahas sertifikasi tanah wakaf, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi literasi keuangan bagi pengurus rumah ibadah. Bahasan menilai, pemahaman literasi keuangan penting agar pengelolaan keuangan masjid lebih transparan, akuntabel dan bermanfaat bagi jamaah.
“Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan legalitas tanah yang jelas, masjid akan menjadi lebih kuat, mandiri, dan berdaya bagi masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Bantu Alat Damkar dan Perlengkapan Posyandu di Pontianak Utara
Bahasan: Warga Harus Siaga Antisipasi Titik Api Sejak Dini
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengingatkan masyarakat agar selalu siaga dan cepat bertindak dalam mengantisipasi munculnya titik api, terutama saat musim kemarau. Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran (damkar) dan perlengkapan posyandu kepada warga Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara.
“Ada beberapa selang penyemprotan yang diberikan untuk mengantisipasi keadaan darurat apabila muncul titik api. Mulai dari titik api kecil harus segera diantisipasi oleh masyarakat,” ujarnya usai menyerahkan bantuan di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Minggu (12/10/2025).
Untuk memudahkan warga mengantisipasi meluasnya kebakaran lahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan bantuan berupa selang dan mesin penyemprot api kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kelurahan Batu Layang. Ada empat kelompok MPA yang menerima bantuan, yakni RW 20, RW 21, RW 22 dan RW 23.
“Harapannya, bantuan ini dapat membantu dan bermanfaat dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api di saat musim kemarau,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemkot Pontianak terus berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Pontianak Utara, lanjutnya, menjadi salah satu wilayah prioritas, selain Pontianak Selatan dan Tenggara, karena sering muncul titik api di kawasan tersebut.
Selain bantuan untuk MPA, pemerintah juga menyalurkan bantuan perlengkapan posyandu kepada warga. Posyandu di Kelurahan Batu Layang menerima bantuan berupa pengeras suara atau speaker aktif. Bantuan ini digunakan untuk mendukung operasional dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
“Dengan adanya pengeras suara, petugas dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga secara lebih jelas dan mudah didengar,” kata Bahasan.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran. Untuk itu, seluruh masyarakat diimbau agar tidak membakar lahan sembarangan.
“Kita harus menjaga lahan agar tidak menimbulkan kebakaran yang bisa membahayakan lingkungan serta berdampak pada kondisi cuaca dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak akan terus melanjutkan program bantuan serupa di wilayah lain di Kota Pontianak. Apalagi program ini menjadi bagian atensi Kementerian Dalam Negeri yang memfokuskan anggaran daerah untuk kepentingan dasar masyarakat.
“Bantuan harus berdampak pada penyelesaian masalah serta memberikan solusi bagi kepentingan masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur maupun kebutuhan dasar warga yang kurang mampu,” sebutnya.
Sementara itu, Camat Pontianak Utara Indrawan, menyebutkan bahwa bantuan yang diserahkan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kelurahan Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut mencakup peralatan pemadam kebakaran, perlengkapan posyandu dan peralatan penataan lingkungan.
Rincian bantuan antara lain satu unit gerobak, satu unit mesin pompa air, satu roll selang damkar, dua stel baju pemadam, dan satu unit toa megaphone untuk kelompok MPA. Selain itu, diserahkan pula satu unit mesin pemotong rumput untuk kegiatan penataan lingkungan serta satu unit speaker aktif untuk menunjang kegiatan posyandu.
“Kita berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat pelayanan kesehatan dasar di wilayah Kelurahan Batulayang,” tutupnya. (prokopim)
Bahasan Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Korban Tertimpa Pohon
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada Lie Hong (55), warga Gang Teluk Sahang 2 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara yang menjadi korban tertimpa pohon akibat angin kencang.
“Ini merupakan warga masyarakat yang terkena musibah tertimpa ranting pohon saat terjadi angin kencang,” ujarnya usai menyerahkan bantuan, Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan, keluarga korban sebelumnya memang tengah menghadapi ujian. Suami dari korban menderita stroke, sementara sang istri mengalami cedera berat setelah tertimpa ranting pohon dan harus menjalani operasi di RSUD dr Soedarso.
“Alhamdulillah, penanganannya sudah dilakukan dan kini tinggal menunggu proses pemulihan. Kami bersama tim kelurahan dan Dinas Sosial datang untuk memastikan kondisi ibu tersebut,” jelasnya.
Menurut Bahasan, kondisi korban kini sudah mulai membaik, meski masih dalam masa pemulihan. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kursi roda untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
“Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat membantu mobilitas beliau, baik di dalam maupun di luar rumah,” katanya.
Terkait kepesertaan BPJS, Bahasan memastikan bahwa warga tersebut telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“BPJS-nya sudah aktif. Dari sebelumnya peserta mandiri, kini sudah dialihkan menjadi peserta PBI Kota Pontianak karena termasuk kategori warga kurang mampu,” tuturnya. (prokopim)
Wako Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Panglima Aim
Bantuan Sandang Pangan dan Dokumen Kependudukan
PONTIANAK - Yudi, warga Jalan Panglima Aim Pontianak Timur meratap puing-puing rumahnya yang hangus dilalap api akibat peristiwa kebakaran yang terjadi Senin (6/10/2025) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu terjadi sekira pukul 21.00 WIB dan dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang.
Untuk meringankan beban warga yang mendapat musibah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan bantuan berupa sandang dan pangan. Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono didampingi kepala dinas terkait.
Edi mengatakan, Pemkot Pontianak selalu bergerak cepat setiap kali terjadi kebakaran. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Dukcapil turun langsung membantu warga terdampak.
“Kita selalu gerak cepat. Selain memadamkan api, pemerintah juga memberikan bantuan sementara berupa sandang dan pangan bagi korban,” ungkapnya usai menyerahkan bantuan, Selasa (7/10/2025).
Selain bantuan logistik, Pemkot Pontianak juga membantu pemulihan administrasi kependudukan bagi warga terdampak.
“Kita langsung cetak ulang Kartu Keluarga (KK) dan KTP korban agar mereka bisa segera mengurus dokumen lain seperti ijazah dan kartu penting lainnya,” tuturnya.
Edi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran. Menurutnya, sebagian besar peristiwa kebakaran di permukiman warga disebabkan oleh korsleting listrik.
“Biasanya kalau kebakaran di rumah, penyebab utamanya adalah korsleting. Itu berdasarkan laporan dari pemilik bangunan dan pihak kepolisian,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi cuaca juga dapat mempengaruhi kualitas kabel, terutama saat musim hujan. Kabel yang sudah menurun kualitasnya berpotensi menimbulkan panas berlebih ketika dibebani arus listrik yang besar.
“Kalau ada kabel yang sudah tidak layak, sebaiknya segera diganti. Jangan menunggu sampai terjadi musibah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak, Trisnawati, menjelaskan bahwa pihaknya bersama BPBD dan Dinas Dukcapil telah menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran.
“Dari pengalaman kebakaran sebelumnya, bantuan yang kami berikan meliputi makanan siap saji, kemudian sandang dan pangan. Selain itu, dari BPBD juga ada bantuan berupa sembako dan alat masak. Dinas Dukcapil turut membantu dalam pengurusan dokumen-dokumen yang mungkin rusak akibat kebakaran,” bebernya.
Ia menuturkan, dua unit rumah yang hangus terbakar itu dihuni total 12 anggota keluarga. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu orang sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka ringan saat proses evakuasi.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya satu orang yang sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka ringan saat proses evakuasi,” imbuhnya.
Trisnawati menambahkan, di antara korban terdapat anak-anak yang baru masuk sekolah, pihaknya akan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah melalui program Tas Dawai, yakni tabungan bersama para pegawai Dinas Sosial Kota Pontianak.
“Jika diperlukan bantuan berupa seragam, tas sekolah, dan perlengkapan lainnya, kami akan menyalurkannya. Bantuan ini sudah kami anggarkan melalui APBD Kota Pontianak dan akan segera disalurkan sesuai ketentuan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak, Erma Suryani, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan mengganti dokumen kependudukan warga terdampak.
“Dinas Dukcapil memiliki kegiatan pendataan penduduk rentan, terutama bagi mereka yang terkena musibah seperti kebakaran. Mereka termasuk dalam kategori penduduk terdampak, sehingga kami berkewajiban melakukan pendataan dan mengganti dokumen yang terbakar,” terangnya.
Berdasarkan laporan dari BPBD, terdapat dua rumah terdampak dengan total enam kartu keluarga dan sekitar 12 jiwa. Semua dokumen kependudukan seperti KK dan KTP elektronik sudah diproses penggantiannya.
“Karena datanya sudah ada, pencetakan bisa langsung dilakukan hari ini,” katanya.
Erma menambahkan, dokumen pengganti tersebut telah diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak kepada para korban.
“Jika nanti ada data yang tertinggal, silakan disusulkan ke Dinas Dukcapil untuk kami tindak lanjuti,” ucapnya.
Yudi, salah satu korban yang rumahnya terbakar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Pontianak atas kepedulian kepada keluarganya.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta seluruh jajarannya yang telah memberikan bantuan kepada kami,” lirihnya.
Ia menceritakan detik-detik peristiwa yang menghanguskan tempat tinggalnya yang sudah puluhan tahun ia tempati bersama keluarga.
“Api itu cepat sekali membesar karena angin waktu itu cukup kencang. Sumber api dari kamar atas, sedangkan di atas tidak ada orang. Kami tahu-tahunya pas api sudah besar,” ceritanya.
Yudi mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di depan rumah. Sementara istri, anak-anak dan adiknya berada di dalam rumah. Ia mengaku panik begitu mengetahui lantai atas rumahnya terbakar.
“Alhamdulillah semua keluarga selamat. Tapi tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Pakaian, perabotan, dan barang elektronik habis semua,” tukasnya. (prokopim)