,
menampilkan: hasil
Lahan Pemakaman di Pontianak Kian Terbatas, Pemkot Siapkan Area Baru
Wali Kota Apresiasi Warga yang Mewakafkan Tanah untuk Makam
PONTIANAK – Ketersediaan lahan pemakaman di Kota Pontianak kian terbatas seiring tingginya kebutuhan masyarakat. Seluruh lahan makam yang ada saat ini berstatus wakaf dan terus terisi, sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan lahan pemakaman baru.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengatakan Pemkot Pontianak pada tahun 2025 telah melakukan pembebasan lahan untuk fungsi pemakaman, khususnya di Kecamatan Pontianak Utara. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan lahan seluas kurang lebih dua hektare di Kecamatan Pontianak Barat yang akan difungsikan sebagai area pemakaman.
“Untuk wilayah Pontianak Utara sudah kita proses. Di Pontianak Barat kita punya lahan sekitar dua hektare yang akan dijadikan makam. Yang masih terkendala saat ini ada di Pontianak Tenggara, Selatan dan Timur,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Edi menjelaskan, pengadaan lahan pemakaman memiliki tantangan tersendiri karena bersifat spesifik dan harus mendapatkan persetujuan dari lingkungan sekitar. Menurutnya, lahan makam juga memiliki fungsi ganda sebagai ruang terbuka hijau (RTH), sehingga keberadaannya diharapkan tidak menimbulkan penolakan dari masyarakat.
“Saya berharap di tengah keterbatasan lahan di Pontianak, masih ada lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan, terutama di kawasan konservasi, jalur hijau, dan RTH, sehingga luas area pemakaman bisa bertambah dan tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemakaman tidak harus selalu berada di dalam wilayah Kota Pontianak. Menurutnya, pemakaman yang berada di luar kota, seperti di Kabupaten Kubu Raya atau Mempawah, tidak menjadi persoalan selama tidak mengganggu aktivitas lain.
“Yang penting makam itu tidak terganggu dan tidak mengganggu aktivitas lain,” katanya.
Selain upaya pengadaan lahan oleh pemerintah kota, Edi juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang menghibahkan atau mewakafkan tanahnya untuk keperluan pemakaman. Ia menyebutkan, sudah ada warga di Pontianak Selatan yang menghibahkan lahannya, meski saat ini masih dalam proses administrasi.
“Kalau memang luasannya sesuai dan statusnya jelas, ini tentu sangat membantu dan mengurangi beban pemerintah kota dalam pengadaan lahan pemakaman,” pungkasnya. (prokopim)
Hadiri Natal Nasional, Edi Ajak Perkuat Semangat Toleransi
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak, Senin (5/1/2026) malam. Kehadiran orang nomor satu di Kota Pontianak tersebut menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Edi Kamtono menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani, khususnya di Kota Pontianak.
“Saya berharap perayaan Natal dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edi, nilai-nilai Natal seperti kasih, kedamaian, dan kepedulian sosial sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Pontianak membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia dan pihak terkait yang telah menyelenggarakan Natal Nasional 2025 dengan tertib, aman, dan penuh khidmat.
“Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat toleransi serta kebebasan beragama. Perayaan keagamaan seperti ini menjadi penguat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Salah seorang jemaat Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak, Julius (49), mengaku bersyukur dapat mengikuti perayaan Natal Nasional 2025 yang berlangsung dengan khidmat. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarumat.
“Perayaan Natal Nasional ini sangat bermakna bagi kami. Selain beribadah, kami juga merasakan kebersamaan dan perhatian dari pemerintah daerah yang hadir langsung bersama jemaat,” ucapnya.
Ia berharap semangat Natal yang diusung melalui kegiatan tersebut dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun sikap saling menghormati dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak. (prokopim)
Wako Dukung Komunitas Tumbuh di Pontianak
Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter Galang Donasi untuk Sumatera
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendukung komunitas bertumbuh di Pontianak. Pasalnya keberadaan komunitas tidak hanya berkutat pada persaudaraan dan silaturahmi, namun juga turut membangun kota lewat aksi mereka.
Bentuk dukungan tersebut salah satunya dengan hadir langsung dalam agenda "Motor-Motoran 1% Peduli Bencana Brotherhood for Rescue and Disaster" yang Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter, Kamis (1/1/2026).
"Keberadaan komunitas selain untuk persaudaraan dan silaturami, juga membantu Pemkot Pontianak untuk menyosialisasikan kebijakan dan selaras dengan visi Pontianak maju, sejahtera berwawasan lingkungan yang humanis," katanya usai melepas bikers di halaman Museum Kalimantan Barat.
Edi menerangkan 80 komunitas yang hadir dalam agenda tersebut tidak hanya bergerak atas identitas bikers, juga atas dasar kemanusiaan. Mereka pun turut mengingatkan pentingnya tertib lalu lintas sambil berdonasi untuk korban bencana Sumatera.
"Mudah-mudahan agenda ini terus mengingatkan kita untuk meningkatkan kebaikan dan persaudaraan," katanya.
Sementara itu, perwakilan Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia West Borneo Chapter, Edo menerangkan motor-motoran memang jadi agenda awal tahun mereka. Namun kali ini, ajang tersebut digandeng dengan program peduli bencana yang juga salah satu aksi yang kerap mereka gelar.
"Kurang lebih ada 150 motor yang meramaikan kegiatan hari ini dari 80 komunitas motor yang ada di Pontianak," tutupnya. (prokopim)
Tanpa Kembang Api, Pontianak Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Empati
Doa Bersama Lintas Agama Warnai Perayaan Tahun Baru 2026
PONTIANAK – Malam pergantian tahun di Kalimantan Barat (Kalbar) umumnya, dan di Kota Pontianak khususnya, berlangsung aman dan kondusif. Polda Kalbar bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur TNI serta Forkopimda menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak bencana alam.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, doa bersama lintas agama ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan malam tahun baru yang dikemas dengan konsep berbeda. Menurutnya, perayaan tahun ini tidak diwarnai euforia berlebihan, melainkan diisi dengan refleksi dan doa bersama.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama. Ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk semua elemen masyarakat. Kita ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya usai menggelar doa bersama lintas agama di Pos Pantau Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, doa bersama tersebut dilaksanakan secara serentak di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video serta video conference bersama pimpinan Polri di Mabes Polri.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan selama malam pergantian tahun. Pos-pos pengamanan disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
“Kita semua harus siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. Pos-pos pengamanan sudah tersebar, dan kami mengimbau masyarakat apabila terjadi sesuatu agar segera melapor kepada petugas,” katanya.
Pipit juga memastikan tidak ada perayaan kembang api pada malam tahun baru di Kalbar. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap korban bencana alam, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Ia mengapresiasi peran serta masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik dan tidak menunjukkan euforia berlebihan dalam menyambut pergantian tahun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik, bersama Forkopimda, TNI, dan Polri, sehingga malam pergantian tahun dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa situasi malam pergantian tahun di Kota Pontianak hingga saat ini terpantau aman dan kondusif. Kondisi cuaca juga dinilai mendukung karena cerah dan tidak diguyur hujan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Pontianak kondusif. Cuaca cerah, tidak hujan, meskipun arus lalu lintas mulai padat, terutama di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta di kawasan pusat hiburan, kafe, dan warung kopi,” ungkapnya.
Edi berharap malam Tahun Baru 2026 di Kota Pontianak dapat berjalan aman tanpa adanya kejadian yang tidak diinginkan, khususnya kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur.
Selain pengamanan, Pemerintah Kota Pontianak bersama unsur Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga menggelar doa bersama lintas agama yang dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada.
“Doa bersama lintas agama telah kita laksanakan bersama FKUB, pemerintah provinsi, dan Forkopimda. Sampai saat ini situasi aman dan tidak ada gangguan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan masyarakat mematuhi edaran yang telah disampaikan pemerintah,” katanya.
Edi menegaskan bahwa doa bersama tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat, khususnya warga Kalbar, Kota Pontianak, dan Indonesia secara umum, sebagai wujud refleksi dan harapan di pergantian tahun.
Menjelang tahun 2026, Edi juga menyampaikan refleksi atas pelaksanaan program pembangunan sepanjang tahun 2025. Ia mengakui masih terdapat beberapa program yang mengalami keterlambatan, namun secara umum berjalan dengan baik.
“Sepanjang tahun 2025, pada dasarnya seluruh program berjalan. Meski ada beberapa keterlambatan, hal itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan di tahun 2026 bisa lebih baik,” jelasnya.
Terkait potensi bencana, Edi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap prakiraan pasang air laut yang diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, pasang air laut diprediksi mencapai sekitar dua meter.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, agar tetap waspada. Kita berharap kondisi pasang ini tidak bersamaan dengan siklon, hujan lebat, maupun angin kencang,” pungkasnya. (prokopim)