,
menampilkan: hasil
Wako ‘Fun Walk’ Bareng Ribuan ASN Pemkot Pontianak
Jalan Sehat HUT KORPRI Momentum Pererat Soliditas ASN
PONTIANAK - Momen kebersamaan terlihat saat Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak berjalan kaki menyusuri rute Fun Walk dalam rangka Ulang Tahun ke-54 KORPRI. Di mulai dari Jalan Rahadi Usman depan Kantor Wali Kota, peserta Fun Walk diiringi Drum Corps Gita Abdi Praja IPDN Kalbar, menuju Jalan Pak Kasih - Hasanuddin - Merdeka - Jenderal Urip - Jenderal Sudirman - finish di Jalan Rahadi Usman. Tiba di depan Kantor Wali Kota, para Praja IPDN menggelar berbagai atraksi drumband.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kegiatan Fun Walk ini bukan sekadar ajang berolahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar pegawai. Menurutnya, momentum HUT KORPRI menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan semangat pelayanan kepada masyarakat.
“Ini adalah momen yang baik untuk membangun kebersamaan. ASN harus sehat, bugar, dan solid, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi warga Pontianak,” ujarnya usai mengikuti Fun Walk, Minggu (30/11/2025).
Ia menilai, kegiatan yang melibatkan seluruh unsur ASN ini dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar, ASN tentu bisa bekerja lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menambahkan, HUT KORPRI menjadi momentum refleksi bagi aparatur pemerintah dalam menjaga integritas serta profesionalisme sebagai pelayan publik.
“Semoga melalui kegiatan ini terjalin soliditas antar ASN dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, mulai dari peralatan elektronik, sepeda dan perlengkapan rumah tangga.
Miftah, satu di antara peserta Fun Walk yang mendapat hadiah doorprize, menilai kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan. Menurutnya, Fun Walk menjadi ruang positif untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan sesama aparatur dari berbagai perangkat daerah.
“Selain menyehatkan, kegiatan seperti ini membuat kita lebih saling mengenal. Biasanya kita hanya berkoordinasi lewat pekerjaan, tapi lewat Fun Walk ini suasananya jadi lebih cair dan penuh keakraban,” kata ASN yang bertugas di Kelurahan Sungai Jawi ini.
Baginya, momentum HUT KORPRI ke-54 menjadi pengingat bagi dirinya dan rekan-rekan ASN untuk terus menjaga komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Dengan kebersamaan seperti ini, kami semakin termotivasi untuk bekerja lebih baik dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (prokopim)
Muscab Akuatik Kota Pontianak Rumuskan Arah Pembinaan Atlet 2025–2029
Wali Kota Tekankan Pembinaan Usia Dini, KONI Dorong Persiapan Menuju Pra-PON
PONTIANAK – Pengurus Akuatik Indonesia Kota Pontianak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Masa Bakti 2025–2029 yang dihadiri 50 atlet dari 10 klub.
Wali Kota Pontianak sekaligus Ketua Akuatik Indonesia Kota Pontianak masa bakti 2022–2025, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk menghadapi persaingan nasional yang semakin ketat.
“Masih banyak PR yang harus kita selesaikan untuk meningkatkan prestasi renang di tingkat nasional. Kota Pontianak sudah memiliki dua kolam renang berstandar pertandingan, dan peningkatan fasilitas akan terus kita lakukan,” ujarnya usai dibukanya Muscab yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (29/11/2025).
Edi mencontohkan para atlet dunia yang dilatih sejak usia 6 hingga 8 tahun dengan disiplin tinggi. Menurutnya, masa emas atlet berada di rentang usia 15–18 tahun.
“Karena itu pembinaan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten,” katanya.
Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk mendukung pembinaan olahraga ini.
“Atlet dapat menggunakan kolam renang milik pemerintah secara gratis sesuai jadwal yang tidak mengganggu masyarakat umum,” terangnya.
Ketua KONI Kota Pontianak, Nanang Setiabudi menyampaikan apresiasi atas prestasi Akuatik dan Perserikatan Selam Seluruh Indonesia (PERSERASI) Kota Pontianak selama beberapa tahun terakhir.
“Harapan kami, di tahun-tahun mendatang, atlet-atlet Kota Pontianak dapat terus meningkatkan capaian prestasinya. Sarana prasarana yang kita miliki saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa daerah lain,” ucapnya.
Nanang menekankan pentingnya persiapan menuju Pra-PON tahun depan. Ia berharap atlet-atlet Pontianak dapat meraih lebih banyak medali dan lolos menuju PON.
“Sebagaimana informasi yang kami terima, PON 2028 akan berlangsung di NTT dan NTB dengan jumlah nomor pertandingan yang jauh lebih sedikit dibandingkan PON 2024 di Aceh–Sumut, yaitu sekitar 40 nomor,” jelasnya.
Nanang berpendapat, berkurangnya jumlah nomor pertandingan akan membuat persaingan menjadi lebih merata.
“Daerah yang memiliki anggaran besar tidak lagi terlalu dominan. Ini menjadi peluang bagi Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, untuk meningkatkan peringkat,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Muscab, Yusnaldi, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setelah berakhirnya masa berlaku SK Pengurus Akuatik Indonesia Kota Pontianak pada 19 Oktober 2025.
“Seluruh klub sepakat untuk mendukung keberlanjutan kepemimpinan ketua sebelumnya. Muscab ini menjadi wadah untuk merumuskan program kerja 2026, terutama persiapan menghadapi O2SN, Popnas, dan Kejurnas,” ungkapnya.
Yusnaldi berharap Muscab tahun ini dapat menjadi pijakan kuat dalam meningkatkan kualitas pembinaan akuatik Kota Pontianak.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah, KONI, pengurus, dan klub-klub, kita optimistis dapat mencetak lebih banyak atlet berprestasi,” pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Borong Empat Penghargaan di PTBI 2025
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meraih empat kategori terbaik pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Penghargaan ini diberikan melalui penilaian Bank Indonesia terhadap kinerja pemerintah daerah dalam inovasi, digitalisasi, serta tata kelola sistem pembayaran.
Empat penghargaan tersebut meliputi Implementasi QRIS Retribusi Terbaik, Penyelenggara Inovasi Literasi Masyarakat Terbaik, Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) Terbaik, dan Pemda dengan Transformasi Digital Daerah Terbaik. Capaian ini menjadi pengakuan nasional atas komitmen Kota Pontianak dalam memperkuat layanan publik berbasis digital.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah kerja kolektif antara pemerintah kota, Bank Indonesia, serta dukungan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas penilaian ini. Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya usai menerima penghargaan, di Aula Keriang Bandong Gedung BI Kalbar Jalan Ahmad Yani, Jumat (28/11/2025) malam.
Tema PTBI 2025 yakni “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan dalam membangun fondasi ekonomi yang solid. Presiden RI dalam arahannya menekankan akselerasi transformasi digital dan peningkatan literasi masyarakat sebagai kunci daya saing daerah.
Amirullah menambahkan bahwa empat kategori terbaik tersebut menunjukkan arah pembangunan digital Kota Pontianak berjalan pada jalur yang tepat. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi inovasi agar manfaatnya semakin dirasakan warga.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi bukan sekadar program, tetapi mendatangkan kemudahan nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Pontiana Zulkarnain, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi penerapan sistem pembayaran digital secara terintegrasi di berbagai sektor.
“Implementasi QRIS retribusi dan Kartu Kredit Indonesia mempermudah transaksi, meningkatkan akuntabilitas, serta memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.
Zulkarnain juga menyampaikan transformasi digital tidak berhenti pada penghargaan ini. Ia memastikan BKAD bersama perangkat daerah lainnya terus menyiapkan perluasan layanan digital, peningkatan keamanan sistem, serta penguatan literasi digital masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah tata kelola keuangan daerah yang modern, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya. (kominfo)
Bunda PAUD Ajak Tenaga Pendidik Terapkan Ilmu Pelatihan Dasar
PONTIANAK – Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, mengajak seluruh tenaga pendidik PAUD untuk segera menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh selama mengikuti Pelatihan Dasar Tenaga Pendidik PAUD Tahun 2025. Hal itu disampaikannya pada penutupan pelatihan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak di Hotel Transera Pontianak, Jumat (28/11/2025).
Ia menilai, meskipun waktu pelatihan relatif singkat, yaitu lima hari, namun materi yang diberikan para narasumber sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas pendidik PAUD di Kota Pontianak.
“Lima hari mungkin belum cukup, tetapi ilmu ini harus menjadi penyemangat bagi Bapak-Ibu semua untuk diaplikasikan kepada peserta didik agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang berkualitas,” ujarnya.
Yanieta menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen meningkatkan kompetensi tenaga pendidik PAUD. Salah satunya melalui penyediaan pelatihan dasar secara gratis. “Di tempat lain mungkin masih ada yang berbayar. Tetapi Pemkot Pontianak ingin memastikan pendidik PAUD mendapatkan peningkatan kapasitas tanpa biaya,” katanya.
Ia berharap pelatihan lanjutan pada tingkat menengah maupun tingkat mahir juga dapat digratiskan, sehingga program peningkatan kompetensi tenaga pendidik dapat berkelanjutan.
Lebih lanjut, Bunda PAUD mengingatkan agar seluruh peserta tidak hanya menyimpan catatan materi pelatihan, tetapi segera mempraktikkannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
“Jangan hanya ditumpuk di meja. Sayang sekali kalau ilmu yang sudah diberikan tidak diterapkan. Ini adalah bekal penting untuk anak-anak didik kita, generasi emas di masa depan,” pesannya.
Sebelum menutup pelatihan, Yanieta mengajak seluruh pendidik terus semangat dan konsisten meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak. (Sumber: pokja-paud.pontianak)