,
menampilkan: hasil
Bersihkan Parit Tokaya, Edi Ajak Warga Peduli Lingkungan
Aksi Gotong Royong di Pasar Flamboyan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, turun langsung ke lapangan bersama warga dan petugas dari dinas terkait membersihkan Parit Tokaya yang berada di samping Pasar Flamboyan, Minggu (25/5/2025) pagi. Dengan menggunakan serokan, Edi menjaring sampah-sampah yang ada di parit dan dikumpulkan untuk dibuang petugas kebersihan. Sampah plastik, botol, hingga limbah pasar lainnya yang mengendap di aliran air menjadi fokus pembersihan dalam aksi gotong royong serentak di enam kecamatan se-Kota Pontianak dengan partisipasi aktif dari warga, aparatur pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Edi menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
Menurutnya, kondisi Parit Tokaya mengalami pencemaran berat akibat limbah rumah tangga dan sampah domestik. Parit tersebut kini menjadi salah satu fokus utama dalam program pembersihan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan, segala upaya pembersihan akan menjadi sia-sia.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk membersihkan parit, tetapi juga untuk memberi contoh dan mengajak masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan, karena dampaknya bisa menyebabkan banjir dan pencemaran,” ujarnya.
Pasar Flamboyan sendiri merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Pontianak, yang setiap harinya ramai dikunjungi warga. Lingkungan sekitar pasar yang bersih dan sehat sangat penting untuk kenyamanan pedagang dan pembeli.
“Kita ingin menciptakan kota yang bersih, sehat dan nyaman untuk seluruh masyarakat,” kata Edi.
Aksi gotong royong membersihkan parit dan saluran ini merupakan Program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wakil Wali Kota Pontianak dalam menjaga kebersihan dan mencegah terjadinya genangan. Ia berharap dengan aksi serentak ini, parit dan saluran air di lingkungan masing-masing lancar dan bersih dari sampah.
Wali Kota menekankan pentingnya budaya bersih sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat kota. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan ke parit atau sungai.
“Salah satu program kita hari ini adalah membersihkan parit. Budaya bersih harus kita tanamkan. Lingkungan yang bersih, asri, hijau dan sehat akan memberikan dampak positif bagi kehidupan kita,” sebutnya.
Sebagai langkah tegas, Pemerintah Kota Pontianak akan mulai menerapkan sanksi lebih represif bagi pelanggar. Berdasarkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum (Tibum), warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan dapat dikenai denda minimal Rp500 ribu dan maksimal hingga Rp50 juta, dengan ancaman hukuman kurungan selama tiga bulan.
“Ini harus kita sosialisasikan agar warga Kota Pontianak taat hukum. Dengan demikian, kota kita akan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan sehat,” tegas Edi.
Wali Kota juga mengungkapkan, berbagai tamu yang datang ke Pontianak telah mengapresiasi kebersihan dan penghijauan kota. Namun ia mengingatkan, masih ada sejumlah kawasan yang perlu perhatian khusus untuk terus dijaga kebersihannya.
“Kemarin saat Pak Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan kerja ke Pontianak, beliau memuji bahwa Kota Pontianak termasuk bersih,” pungkasnya. (prokopim)
Kasatpol PP Imbau Warga Setop Bermain Layangan
Satpol PP Kota Pontianak Tertibkan Puluhan Layangan Setiap Hari
PONTIANAK - Lebih dari 50 layangan dan benang gelondongan diamankan anggota Satpol PP Kota Pontianak saat menggelar razia di Jalan Karet Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu (24/5/2025) sore.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiantoro menuturkan, pihaknya rutin menggelar penertiban permainan layangan karena sudah sangat meresahkan dan membahayakan bagi pengguna jalan. Ia bilang, semestinya para pemain layangan menyadari akibat dari aktivitasnya bisa membahayakan nyawa orang lain.
“Coba bayangkan, jika yang terkena tali layangan itu salah satu anggota keluarga dari pemain layangan, anak, istri atau saudaranya. Jangan hanya memikirkan kesenangan sendiri tetapi membahayakan bagi orang lain,” ucapnya prihatin.
Meski hampir setiap hari pihaknya menggelar razia, tetapi masih saja ada yang bermain layangan. Keterbatasan personil menjadi kendala pihaknya menertibkan pemain layangan.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat, setop bermain layangan karena sudah banyak korban akibat tali layangan,” imbaunya.
Permainan layangan yang marak di sejumlah titik wilayah di Kota Pontianak telah banyak merugikan masyarakat. Berbagai dampak yang ditimbulkan oleh permainan layangan, mulai dari pengendara di jalan yang terkena benang gelasan hingga memakan korban, listrik padam akibat tali kawat yang digunakan oleh pemain layangan. (prokopim)
Pramuka Jadi Bagian Solusi Sosial dan Penguatan Karakter Pemuda
Edi Kamtono Dikukuhkan Selaku Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Pontianak
PONTIANAK – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat (Kalbar) Syarief Abdullah Alkadrie secara resmi mengukuhkan Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Pontianak masa bakti 2022-2027. Pengukuhan Mabicab dirangkaikan dengan Rakercab tahun 2025 yang mengangkat tema ‘Pramuka Kota Pontianak Ikut Serta dalam Pembangunan Kota’.
Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan Pramuka. Ia mengajak seluruh jajaran Pramuka terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan daerah.
“Pramuka harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial, lingkungan, hingga penguatan karakter anak muda di era digitalisasi. Pemerintah siap memfasilitasi program-program nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya usai dikukuhkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (24/5/2025).
Ia berharap Gerakan Pramuka Kota Pontianak mampu terus berinovasi dan beradaptasi, serta memperkuat sinergi dengan berbagai elemen.
“Demi menciptakan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tutur Edi yang juga menjabat Wali Kota Pontianak.
Ketua Kwarda Kalbar, Syarief Abdullah Alkadrie, menyebut, Gerakan Pramuka merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Pramuka adalah wadah pendidikan nonformal yang penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Oleh sebab itu, semua elemen masyarakat wajib berperan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Pramuka adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang mesti terus dijaga eksistensinya, seiring dengan tantangan zaman dan dinamika sosial masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pontianak, Firdaus Zar’in menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan kepramukaan di Kota Pontianak. Ia menyebut, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang formalitas pengukuhan, tetapi juga momen penting untuk menyusun program kerja setahun ke depan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak mubazir. Oleh karena itu, usai pengukuhan Mabicab, kita lanjutkan langsung dengan Rapat Kerja Cabang,” jelasnya.
Firdaus juga mengungkapkan bahwa Pramuka Kota Pontianak telah aktif mengikuti berbagai kegiatan nasional dan provinsi, serta berperan dalam mewakili Kalbar di tingkat nasional. Ia memberikan apresiasi kepada para Ketua Kwartir Ranting, Dewan Kerja Cabang, serta pembina dari unsur TNI, Polri, dan OPD yang telah terlibat aktif.
“Semoga Gerakan Pramuka di Kota Pontianak terus berkembang dan membawa kemajuan bagi Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Sekda Tekankan Nilai Keagamaan di Era Digital
Amirullah Resmikan MTQ ke-33 Pontianak Timur
PONTIANAK – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Kecamatan Pontianak Timur resmi dimulai. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah membuka pelaksanaan MTQ di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Sabtu (24/5/2025).
Amirullah mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, terutama di tengah tantangan zaman digital. Apalagi terjadi perubahan perilaku masyarakat di era digital, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
“Hari ini, banyak generasi muda yang lebih sibuk dengan ponsel, bermain game, chatting dan browsing, bahkan saat makan pun tak lepas dari layar. Ini tak hanya melanda anak muda, tapi juga orang dewasa,” ucapnya prihatin.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri ketika perhatian terhadap Al Quran mulai terabaikan. Oleh karena itu, MTQ dinilai sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat membaca dan memahami Al Quran di tengah masyarakat. Sekda juga menekankan bahwa Al Quran adalah sumber akhlak.
“Orang yang dekat dengan Al Quran akan lebih mudah memiliki akhlak mulia,” ucapnya.
Pemerintah Kota Pontianak memberikan perhatian serius dalam pembinaan kehidupan beragama. Ia menyebutkan bahwa berbagai bantuan telah digulirkan, termasuk dana hibah untuk rumah ibadah, pondok pesantren, madrasah, hingga insentif untuk guru ngaji dan petugas fardhu kifayah. Untuk program 100 hari kerja tahun 2025, Pemerintah Kota Pontianak telah menaikkan anggaran bantuan untuk guru ngaji dan petugas fardhu kifayah menjadi sebesar Rp3,6 miliar bagi 2.000 orang penerima.
“Masyarakat yang belum terdaftar dipersilakan mendaftar melalui kelurahan, kecamatan, atau langsung ke Bagian Kesra Kantor Wali Kota,” kata Amirullah.
Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Pontianak juga telah menggelar operasi pasar murah di seluruh kecamatan, termasuk di Pontianak Timur.
“Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya,” tutupnya. (prokopim)