,
menampilkan: hasil
TPPS Pontianak Paparkan Delapan Aksi Konvergensi Stunting
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar agenda penilaian terhadap delapan aksi konvergensi stunting yang telah dilaksanakan masing-masing kota dan kabupaten se-Kalbar selama tahun 2023. Kota Pontianak menjadi satu di antara yang dinilai.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain hadir bersama jajaran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pontianak. Ia menjelaskan, ada beberapa evaluasi dari tim penilai.
“Secara umum penanganan stunting dengan delapan aksi konvergensi stunting sudah sangat baik, dapat dilihat dari angka sunting yang turun secara signifikan dalam tiga tahun belakangan,” terangnya, yang juga selaku Ketua TPPS Kota Pontianak, usai penilaian di Hotel Mercure, Senin (27/5/2024).
Pada hasil penilaian tahun lalu, Kota Pontianak keluar sebagai peringkat kedua, berada di bawah Kabupaten Sintang. Untuk tahun ini, Zulkarnain optimis nilai yang didapat akan lebih baik, jika melihat pencapaian yang telah dilakukan secara kolaboratif lintas sektor sepanjang tahun 2023.
“Tetapi yang paling penting adalah stunting dapat ditekan sampai angka nol. Itu yang jadi intinya, dan semoga di tahun 2025 nanti sudah tidak ada lagi pembahasan stunting, artinya sudah selesai, karena kita akan mempersiapkan Indonesia Emas 2045,” harap Pj Sekda.
Zulkarnain memaparkan, tiga kecamatan sedang menjadi perhatian prioritas penanganan stunting. Ketiganya adalah Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Selatan. Menurut hasil evaluasi internal TPPS, penyebab tingginya persebaran stunting di tiga kecamatan itu karena layanan sensitif dan layanan spesifik yang belum optimal.
“Kepatuhan sasaran mengkonsumsi suplementasi gizi rendah, sasaran keluarga berisiko stunting kurang mengakses paket layanan dan kesadaran kelompok masyarakat masih rendah dalam upaya pencegahan stunting,” jelasnya.
Ia mengajak para orang tua dengan balita stunting untuk segera mendaftarkan keluarganya pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya kepada Pasangan Usia Subur (PUS) Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
“Jika kami lihat datanya, masih terdapat orang tua dengan balita stunting yang tidak mendaftarkan keluarganya pada DTKS, khususnya PUS PMKS. Penanganan stunting di negara-negara maju sudah dimulai sejak menjadi calon pengantin,” imbuh Zulkarnain.
Setiap langkah yang dilakukan oleh TPPS Kota Pontianak ini, menurut Pj Sekda, menyesuaikan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak. Seluruh rencana program dan kegiatan penurunan stunting juga telah diusulkan dalam Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah (PD), kemudian disahkan menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Untuk sekarang, ada dua hal yang mungkin bisa kami jalankan adalah dengan peningkatan konsumsi ikan dalam negeri, pemanfaatan pekarangan serta pendampingan bagi keluarga berisiko stunting. Kalau bisa juga kami ingin melakukan penilaian aksi konvergensi stunting sampai ke tingkat kelurahan,” pungkasnya. (kominfo)
Pj Wako Minta Anggota PPS Jaga Netralitas dan Integritas
Ketua KPU Kota Pontianak Lantik Anggota PPS Pilkada se-Kota Pontianak
PONTIANAK - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak David Teguh M melantik anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Pontianak untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak di Hotel Mercure Pontianak, Minggu (26/5/2024). Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian turut hadir menyaksikan prosesi pelantikan anggota PPS yang akan bertugas untuk tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kepada anggota PPS yang baru dilantik, Ani Sofian menyampaikan ucapan selamat dan berharap anggota PPS segera melaksanakan tugas sesuai tahapan Pilkada yang telah direncanakan dengan berpedoman pada ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan.
“Saya berpesan kepada seluruh anggota PPS untuk melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, jaga netralitas, independensi dan junjung tinggi integritas guna mewujudkan Pilkada di Kota Pontianak yang berkualitas,” pesannya.
Ia juga berharap kepada anggota PPS untuk terus meningkatkan pemahaman akan tugas, wewenang dan tanggung jawab serta berikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Guna meningkatkan partisipasi pemilihan pada pesta demokrasi yang akan diselenggarakan bersama,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa tahun 2024 menjadi puncak pesta demokrasi lima tahunan bagi rakyat Indonesia. Termasuk agenda Pilkada yang akan digelar bulan November mendatang, menjadi ajang bagi masyarakat Pontianak untuk ikut menentukan nasib bangsa dan negara lima tahun mendatang. Peran anggota PPS sangat penting dalam proses pesta demokrasi tersebut.
“Saya berharap anggota PPS menjalin sinergitas dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, sehingga pelaksanaan Pilkada di Kota Pontianak berjalan dengan aman, tertib dan damai,” pungkasnya. (prokopim)
Ani Sofian Harap BPR Lebih Familiar di Masyarakat
BPR Fun Walk Meriahkan Hari BPR-BPRS Nasional
PONTIANAK - Dalam rangka memeriahkan Hari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) - BPRS Nasional 2024, BPR menggelar Fun Walk yang diikuti ribuan peserta. BPR Fun Walk ini mulai start dari depan Taman Alun Kapuas Jalan Rahadi Usman menuju Jalan Pak Kasih, Hasanuddin, KHW Hasyim, Johar, Jenderal Urip, Jenderal Sudirman dan finish kembali di depan Taman Alun Kapuas.
Bertepatan Hari BPR-BPRS Nasional, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyampaikan ucapan selamat kepada BPR Kota Pontianak yang terus berkembang dan bertransformasi lebih cepat serta terus memperkuat branding positif.
“Hal ini akan mendorong minat masyarakat untuk lebih menggunakan jasa dan produk BPR-BPRS di masa yang akan datang,” ujarnya usai melepas peserta BPR Fun Walk, Minggu (26/5/2024).
Ia berharap BPR-BPRS Kota Pontianak lebih gencar mempromosikan keberadaan BPR-BPRS sebab kehadiran lembaga perbankan ini dinilai belum begitu familiar.
“Oleh sebab itu melalui momentum ini mari satukan niat dan satukan langkah untuk bersama-sama membawa perubahan BPR-BPRS di masa depan, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat,” imbuh Ani Sofian.
Melalui BPR Fun Walk ini pula, dirinya berharap antara jajaran BPR-BPRS dengan masyarakat semakin dekat serta menjalin dan menjaga kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
“Semoga melalui kegiatan Fun Walk ini, selain sebagai wadah berolahraga, juga sekaligus sebagai ajang berkenalan dan silaturahmi antar sesama penggemar olahraga jalan kaki ini,” pungkasnya. (prokopim)
Kota Pontianak Siap Meriahkan Rakernas APEKSI XVII di Balikpapan
PONTIANAK – Kota Pontianak akan turut berpartisipasi memeriahkan acara tahunan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII, di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 1-6 Juni mendatang. Berbagai persiapan juga tengah dilakukan, seperti memantapkan desain stand pameran, mematangkan konsep busana dan koreografi tarian untuk karnaval budaya hingga menghadiri seminar nasional.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian memastikan dirinya ikut hadir bersama istri yang juga selaku Pj Ketua TP-PKK Kota Pontianak beserta rombongan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lainnya. Ia akan mengikuti Rakernas yang rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti seluruh Wali Kota se-Indonesia.
“Selain berkoordinasi antar kota seluruh Indonesia, agenda di sana juga untuk membahas Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebentar lagi rampung. Kota Pontianak tentu mendukung program ini karena nantinya berdampak positif bagi pembangunan Kota Pontianak,” paparnya, usai rapat koordinasi persiapan, di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Kamis (23/5/2024).
Pontianak juga mengirim perwakilan pemuda terbaik untuk mengikuti rangkaian acara Youth City Changer (YCC). Ani Sofian menjelaskan, tema yang diusung pada Rakernas APEKSI kali ini adalah ‘Kota Sejahtera, Indonesia Maju’.
“Nanti kami juga mengirimkan dinas terkait untuk mengikuti Pokja Perubahan Iklim dan Water Management serta forum bisnis untuk mendalami fungsi smart city,” terangnya.
Dengan agenda serupa, Ani Sofian berharap agar Kota Pontianak kian dikenal. Terutama soal potensi wisata, mulai dari kuliner serta monumen Tugu Khatulistiwa. Pontianak dikenal dengan istilah Kota Khatulistiwa, karena di sini terletak monumen fenomena alam yang sangat langka, kemudian beragam kuliner.
“Keindahan dan pesona Sungai Kapuas bisa menjadi potensi wisata untuk menarik lebih banyak pengunjung,” sebut Pj Wali Kota.
Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah perhelatan Rakernas APEKSI tahun ini. Hal itu bukan tanpa alasan. Kota yang dijuluki Bumi Manuntung itu kini menjadi kota penyangga IKN.
“Ada dijadwalkan setiap rombongan akan menempuh perjalanan dua jam menuju IKN, semoga bisa menginspirasi peserta dan membawa manfaat besar bagi kemajuan masyarakat,” ujar Ani Sofian.
Ia juga berharap, rombongan Kota Pontianak pulang dengan membawa prestasi sebagai peserta terbaik atau stand pameran terbaik.
“Kami melibatkan seniman serta perancang busana untuk mendesain koreografi tarian yang akan ditampilkan pada malam Karnaval Budaya nanti, semoga bisa pulang membawa juara,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)