,
menampilkan: hasil
Pj Wako Ingatkan OPD Pentingnya Arsip dalam Roda Pemerintahan
Workshop Kearsipan Perangkat Daerah Pemkot Pontianak
PONTIANAK – Kearsipan memiliki fungsi yang sangat penting dalam roda kehidupan, tidak terkecuali dalam pemerintahan. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai, banyak contoh persoalan yang dapat diselesaikan dengan kearsipan. Apalagi di dunia pemerintahan, tidak lepas dari dokumen surat-menyurat, tentu membutuhkan pengelolaan kearsipan yang baik.
“Arsip itu sebetulnya penting tapi kebanyakan kita tidak peduli, nanti kita baru merasakan pentingnya arsip. Arsip juga bisa menyelamatkan kita dari tuntutan di pengadilan. Kalau kita tidak betul mengarsipkan dan suatu saat ada proses di pengadilan, tidak bisa bebas dari tuntutan,” paparnya, usai membuka Workshop Kearsipan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, di Hotel Harris, Senin (20/5/2024).
Arsip juga dapat jadi pembelajaran karena punya nilai sejarah. Masyarakat bisa mengamati proses pembangunan Kota Pontianak dari arsip yang masih tersimpan. Ani Sofian menyebut, dari arsip tersebut seseorang akan menerima informasi tentang apa saja hal yang pernah terjadi di Kota Pontianak maupun di tempat lain.
“Saya mengingatkan perangkat daerah agar lebih menghargai arsip, juga kepada masyarakat supaya menganggap arsip sebagai hal yang sangat penting,” jelasnya.
Penyimpanan arsip di Kota Pontianak dibagi menjadi dua kategori, yakni penyimpanan fisik dan penyimpanan elektronik. Dengan digitalisasi telah memudahkan pihaknya untuk mendata daftar arsip.
“Ketika perlu mencari arsip tertentu, kita tinggal menuliskan kata kuncinya, nanti otomatis ditampilkan lokasi arsip tersebut, di rak sebelah mana dan di baris mana. Arsip yang dilakukan Pemkot Pontianak lewat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) sudah seperti itu,” tuturnya.
Kadisperpusip Kota Pontianak Rendrayani menambahkan, Workshop Kearsipan Perangkat Daerah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mendorong penerapan aplikasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau Srikandi di lingkungan OPD Pemkot Pontianak.
“Aplikasi Srikandi sebagai aplikasi umum bidang kearsipan demi terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kearsipan,” terang Ririn, sapaan karibnya.
Selain itu, OPD juga akan mendapatkan pemahaman tentang pengarsipan dinamis dari workshop ini. Pihaknya mengundang dua orang narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
“Workshop ini dilaksanakan dalam dua hari dari 20-21 Mei 2024 dan diikuti 84 peserta seluruh Kasubag Umpar. Sedangkan untuk organisasi sosial, politik dan organisasi kemasyarakatan lainnya diikuti 50 orang,” ungkapnya.
Sejauh ini, baru empat OPD yang aktif menggunakan aplikasi Srikandi. Untuk itu, Ririn berharap agar setiap OPD secara insentif menggunakan aplikasi Srikandi, guna menunjang SPBE Kota Pontianak.
“Saat ini kami sedang melakukan pengawasan kearsipan internal, ini dibutuhkan dukungan dari OPD karena untuk indeks kearsipan Kota Pontianak, 40 persen berasal dari pengawasan internal dan 60 persen dari pengawasan eksternal,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Ani Sofian: Harkitnas Momentum Persiapan Menuju Indonesia Emas
PONTIANAK – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 dimaknai Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian sebagai batu loncatan menuju Indonesia Emas yang ditargetkan pada tahun 2045. Ia menyampaikan, Indonesia sudah melalui tahap ketiga setelah kemerdekaan, yaitu tahap mempersiapkan kemajuan.
“Tadi kita menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), mengatakan kita sedang ada di tahap ketiga. Pertama tahap kemerdekaan, kemudian mengisi kemerdekaan dan ketiga mempersiapkan kemajuan,” tutur Ani Sofian, usai apel peringatan Harkitnas, di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (20/5/2024).
Kebangkitan nasional dimulai dari semangat Budi Utomo dan RA Kartini kemudian dikemas pada era kepemimpinan Presiden Pertama RI, Soekarno. Hari ini, Indonesia telah memasuki kebangkitan kedua. Menurut Ani Sofian, hal itu dilihat dari transformasi digital yang masif dalam dua dekade terakhir. Di Kota Pontianak sendiri, dunia digital sudah merambah hajat hidup orang banyak. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pun menyesuaikan dengan memberikan pelayanan berbasis elektronik.
“Momen kebangkitan kedua ini harus kita manfaatkan dengan baik, teknologi dapat menjadi alat untuk mengakselerasi penyelesaian masalah, segalanya bisa kita solusikan dengan transformasi digital,” papar Pj Wali Kota.
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Setiap urusan diselesaikan dengan efektif dan efisien. Ani Sofian menggambarkan, salah satu contohnya pertemuan virtual. Sehingga setiap rapat menjadi minim biaya.
“Dengan kemajuan teknologi hari ini, sudah merubah pertemuan kita bisa lewat online. Jadi dengan momentum Harkitnas, Indonesia akan memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi,” ucapnya.
Ani Sofian berpesan agar makna Harkitnas tidak hanya dilaksanakan secara seremonial saja, namun juga menelaah sisi historis di balik peringatannya. Ia mengajak seluruh masyarakat maupun ASN di lingkungan Pemkot Pontianak untuk menggelorakan semangat gotong royong.
“Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Kembangkan Minat Baca Sejak Dini, Disperpusip Gelar Lomba dan Bazar Buku
Bazar Buku Libatkan Penerbit Lokal
PONTIANAK – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak sukses menggelar acara Lomba Bercerita tingkat SD sederajat kelas 4 dan 5 serta Bazar Buku yang dilaksanakan di lantai dua gedung Ayani Megamal. Alfarabi Rasendriya Islami, siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 2, keluar sebagai juara pertama Lomba Bercerita, disusul juara kedua yaitu Ryan Mindo Gilbert Sidabutar dari SD Immanuel dan Syarifah Faizah dari SD Bawamai sebagai juara ketiga.
Kadisperpusip Kota Pontianak Rendrayani menuturkan, lomba dan bazar buku digelar dalam waktu dua hari yakni dari tanggal 18-19 Mei, dengan tujuan untuk melatih kepercayaan diri anak-anak dalam menuturkan cerita. Khusus bazar buku, ada harga diskon untuk setiap pembelian.
“Ada 40 peserta lomba bercerita yang ikut. Kita ingin menarik minat dan menumbuhkembangkan kegemaran membaca anak terhadap buku-buku cerita budaya daerah,” tutur Ririn, sapaan karibnya, usai menyerahkan hadiah pemenang lomba, Minggu (19/5/2024) malam.
Selain menggelar lomba, Disperpusip juga menggandeng penerbit dan komunitas literasi dalam rangka Hari Buku Nasional 2024. Ririn menambahkan, pihaknya ingin mengenalkan penerbit lokal yang telah mencetak buku dengan konten lokal. Ada tiga penerbit lokal yang berpartisipasi pada bazar buku tersebut, yaitu Penerbit Enggang Media, Penerbit Pustaka Cerlang dan Penerbit Tom’s Book.
“Sehingga lebih dikenal oleh masyarakat. Kemudian tidak lupa partisipasi komunitas pegiat literasi,” imbuhnya.
Ririn mengajak para guru untuk dapat membuat peserta didik terus merindukan buku dan senang belajar. Dengan demikian, generasi selanjutnya dapat tercerdaskan. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dalam UU tersebut dijelaskan upaya pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gemar membaca.
“Pertama, keluarga difasilitasi pemerintah daerah melalui buku murah dan berkualitas, kemudian mengembangkan perpustakaan hingga penyediaan sarana perpustakaan di tempat umum. Ketiganya terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat Disperpusip,” ungkap Ririn.
Lomba bercerita juga menjadi cara Pemkot Pontianak mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagi pemenang, Ririn harap tidak berhenti di situ saja. Sedangkan bagi yang belum menang, masih ada kesempatan lain.
“Bagi pemenang, saya ucapkan selamat, jangan cepat puas dan teruslah berkompetisi. Sedangkan bagi yang kalah jangan putus asa, yang penting tetap berusaha,” tutupnya. (kominfo)
40 Peserta Ramaikan Lomba Bercerita SD/MI se Pontianak
Disperpusip Pontianak Rayakan Hari Buku Nasional dengan Lomba Bercerita
PONTIANAK – Sebanyak 40 peserta dari SD/MI se Pontianak meramaikan lomba bercerita yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pontianak, di depan Gramedia Ayani Megamall Pontianak, 18-19 Mei 2024. Mereka membawakan cerita-cerita daerah dan merayakan Hari Buku Nasional bersama.
“Lomba bercerita ini merupakan upaya pengembangan dan pembudayaan kegemaran membaca dan menulis di kalangan anak-anak,” kata Kadisperpusip Pontianak, Rendrayani yang mewakili Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian ketika membuka kegiatan.
Rendrayani menjelaskan, upaya itu bertujuan dua hal. Pertama, memantik minat dan menumbuhkembangkan kegemaran membaca anak terhadap buku-buku cerita budaya daerah. Terutama yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan, budi pekerti keberadaban, kemanusiaan, tidak diskriminatif, dan antikekerasan.
“Kedua, menumbuhkan kecintaan akan budaya nasional, yang berakar dari kecintaan pada kebudayaan khas daerah,” sebutnya.
Semua untuk mencapai tujuan jangka panjang, yakni agar mereka menjadi generasi muda yang cerdas, kuat, dan bermartabat sesuai nilai-nilai falsafah pancasila. Namun hal itu tak bisa berjalan tanpa lingkungan yang mendukung.
“Saya minta kepada para guru pendamping agar sejak awal mempersiapkan anak didiknya yang memiliki potensi untuk didorong, dilatih sehingga pada waktunya siap tampil mengikuti kegiatan sejenis ini,” jabarnya.
Tidak hanya para guru, ia meminta sekolah menata dan mengelola perpustakaan dengan baik. Sarana dan prasarana harus dimanfaatkan maksimal. Rendrayani pun memastikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak siap bekerja sama.
Selain lomba bercerita, agenda ini dimeriahkan dengan bazar buku yang diikuti sejumlah penerbit dan gelar wicara dari para penggiat literasi. Mereka yang terlibat adalah penerbit Gramedia, penerbit Enggang Media, Kopermekha Bekate, penerbit Erlangga, penerbit Pustaka Cerlang, Forum Taman Bacaan Masyarakat Kalbar (FTBM Kalbar), penerbit Tiga Serangkai, CV. Khalista, dan penerbit Tom's Book.
Kerja sama berbagai pihak ini merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi di dalam undang-undang tentang perpustakaan, telah dijabarkan berbagai cara yang dapat dilakukan.
Salah satunya pembudayaan gemar membaca melalui tiga jalur utama. Pertama, keluarga yang difasilitasi pemerintah daerah melalui buku murah dan berkualitas. Kedua, satuan pendidikan dengan mengembangkan serta memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran. Ketiga, masyarakat dengan penyediaan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau, murah dan bermutu.
“Pembudayaan gemar membaca yang pemerintah lakukan, salah satunya melalui lomba bercerita dan bazar buku ini,” tutupnya. (*)