,
menampilkan: hasil
Warga Tumpah Ruah di Pekan Kuliner Cap Go Meh
Pj Wako Harap Cap Go Meh Bangkitkan Perekonomian Warga
PONTIANAK - Pekan Promosi dan Kuliner menjadi rangkaian pembuka Festival Cap Go Meh 2576 Kongzili di Kota Pontianak. Lebih dari 60 stand yang memamerkan produk UMKM, kuliner dan berbagai produk lainnya berjejer di sepanjang Jalan Diponegoro Pontianak. Warga tumpah ruah saat mulai diresmikannya event ini.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengungkapkan rasa syukurnya karena meskipun cuaca sempat mendung, tetapi tak menyurutkan pengunjung datang ke lokasi Pekan Promosi dan Kuliner yang rutin digelar setiap tahunnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan berbagai pihak yang telah berperan dalam menjadikan Cap Go Meh sebagai event nasional.
“Ini adalah bukti bagaimana perekonomian di Pontianak berjalan dan maju, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya usai peresmian Pekan Promosi dan Kuliner sebagai rangkaian Cap Go Meh, Kamis (6/2/2025).
Edi bilang, Pekan Promosi dan Kuliner dalam rangka memeriahkan Cap Go Meh, bukan hanya sekadar merayakan kekayaan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan bagi pengusaha lokal, khususnya pengusaha kecil dan UMKM, untuk memperluas pasar mereka.
“Apalagi rangkaian kegiatan selama festival mencakup pameran produk unggulan, kerajinan tradisional dan kuliner khas Pontianak, tentu akan menarik minat banyak pengunjung,” katanya.
Ia berharap festival ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan kekayaan budaya Pontianak dan Kalbar secara lebih luas. Festival Cap Go Meh di Pontianak diharapkan dapat memberikan efek positif yang signifikan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Tentunya juga dapat memperkuat kerukunan antar-etnis dan agama di Pontianak,” tuturnya.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Hendry Pangestu Lim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kota Pontianak.
“Festival Cap Go Meh tahun ini dimulai dengan pembukaan Pekan Promosi dan Kuliner di Jalan Diponegoro,” terangnya.
Ia memaparkan, rangkaian acara festival ini meliputi ‘Naga Buka Mata’ pada tanggal 10 Februari di Klenteng Kwan Tie Bio Jalan Diponegoro, dimulai pukul 05.00 pagi dengan 10 naga, disusul oleh 29 naga lainnya yang memberikan penghormatan.
“Puncaknya adalah Karnaval Naga Bersinar yang akan digelar pada tanggal 12 Februari pukul 19.30 WIB, dimulai dari depan lampu merah simpang Jalan Patimura - Gajah Mada, dan berakhir di Jalan Budi Karya dengan panggung utama untuk tamu VIP di depan Swalayan Ligo Mitra,” jelas Hendry.
Dia mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk menjaga ketertiban selama festival berlangsung agar para tamu dapat menikmati keindahan pertunjukan naga.
"Harapan kami, festival ini dapat menunjukkan keindahan dan kekayaan budaya Pontianak kepada para tamu dari luar," tutupnya. (prokopim)
Merajut Hobi Menjadi Karya Seni, Kriya Maya Diakui Dunia
JAKARTA - Di sudut Kota Pontianak, tepatnya di Jalan Wonoyoso Komplek Citra Maulana Nomor 8C Kelurahan Akcaya Pontianak Selatan, terdapat sebuah workshop yang memancarkan pesona seni kerajinan tangan. Di sanalah Maya Noviza, seorang pengrajin binaan Dekranasda Kota Pontianak mengolah hobinya menjadi sebuah usaha kriya bernama Kegia Art Gallery. Dengan tangan terampilnya, Maya menciptakan aksesoris fashion yang memikat, mulai dari kalung etnik, gelang, cincin hingga bros. Kriya-kriya karya Maya juga mewarnai stand Pontianak di Paviliun Kalbar pada INACRAFT 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) 5 - 9 Februari 2025.
Ia memulai perjalanan bisnisnya dari kecintaan dan hobinya terhadap seni kerajinan tangan, khususnya yang melibatkan bahan-bahan alami.
"Awalnya, saya sangat tertarik dengan kerajinan yang menggunakan bahan baku payet, dan akhirnya saya menemukan teknik cabochon bead embroidery, yakni teknik menggabungkan keindahan batu alam yang dirangkaikan dengan payet atau manik-manik di sekelilingnya," ungkapnya saat ditemui di Stand Pontianak INACRAFT di JCC Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Teknik ini menggabungkan keindahan batu alam dengan keahlian tangan dalam membuat bros dan aksesoris lainnya, yang kini menjadi andalan Kegia Art Gallery. Proses pembuatan aksesoris ini, menurut Maya, tidaklah sulit. Hanya dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam merangkainya. Untuk satu aksesoris seperti kalung paling lama proses pengerjaannya satu hari.
"Karena ini berawal dari hobi, saya sangat menikmati setiap prosesnya," katanya.
Setiap hari, Maya memproduksi aksesoris di workshopnya, namun ia juga melayani pesanan khusus sesuai keinginan pelanggan. Keberadaan bahan baku yang mudah didapatkan di Pontianak menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran usahanya. Karya-karya Maya telah mendapatkan pengakuan di berbagai ajang, baik di dalam negeri maupun internasional. Ia pernah meraih juara kedua dalam inkubator bisnis yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat untuk kategori produk kreatif. Selain itu, produknya juga telah lolos kurasi untuk dipamerkan di Indonesia Frankfurt Festival di Jerman dan pameran di Jepang, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Maya dan Kegia Art Gallery.
“Alhamdulillah, karya-karya kriya saya sudah pernah lolos kurasi di tingkat internasional dan ini sebuah kebanggaan bahwa hasil kreasi dari Kegia Art diakui di mancanegara,” ucapnya.
Setiap produk yang dihasilkan Maya mencerminkan dedikasi dan kecintaannya terhadap seni. Untuk para pecinta aksesoris, Kegia Art Gallery menawarkan berbagai pilihan dengan harga yang bervariasi. Kisaran harga aksesoris yang ditawarkan antara Rp40 ribu hingga Rp500 ribu.
“Aksesoris yang kami sediakan mulai dari gelang, kalung, cincin hingga bros,” imbuhnya.
Maya Noviza, dengan Kegia Art-nya, tidak hanya berhasil mengubah hobi menjadi sumber penghasilan, tetapi juga mengangkat seni kerajinan Indonesia ke panggung internasional. Di balik setiap karya yang dihasilkan, terdapat cerita dan semangat yang ingin dibagikannya kepada dunia. (prokopim)
Dorong Potensi Sayur, Komitmen Pemkot Dukung Swasembada Pangan
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menyampaikan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mendukung cita-cita swasembada pangan oleh pemerintah pusat. Ia menyebut, peran Kota Pontianak dalam hal ini adalah mengembangkan potensi hasil pertanian sayur.
“Pontianak secara khusus tidak ada lahan pertanian, tapi kita manfaatkan yang dimiliki walaupun kecil. Kemudian kita dorong kelompok tani turut menanam di pekarangan rumah,” terangnya, Kamis (6/2/2025).
Produksi sayur di Kota Pontianak dapat mencapai 15-30 ton per hari. Edi menerangkan, potensi ini masih bisa ditingkatkan dengan berbagai program. Ia ingin adanya dorongan lebih baik kepada kelompok tani agar semakin semangat dalam memproduksi khususnya sayuran.
“Tantangan kami di pemerintahan sebagai indikator suksesnya adalah tata niaga, jadi bagaimana kelompok tani yang telah menghasilkan produk-produk ini juga mendapatkan pasar yang layak dan terjamin, sehingga mereka semakin semangat memproduksi,” paparnya.
Edi yakin, melalui program yang tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini, dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Terutama dari sektor pangan. Selain itu ke depan ia berharap harga-harga pangan semakin murah didukung dengan kesejahteraan petani lokal.
“Hasil akhirnya tentu dari program ini kita ingin ekonomi masyarakat meningkat. Karena harga pangan murah serta petani sejahtera,” imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak Muchammad Yamin menambahkan, Pontianak menjadi penghasil sayur terbanyak di Kalimantan Barat (Kalbar). Dari hasil produksi tersebut kemudian dijual sampai ke luar Kalbar.
“Kita bisa kirim ke daerah-daerah lain dan bahkan sampai ke Kalimantan Timur. Kita tingkatkan lagi lewat program-program Presiden yaitu jagung dan sebagainya,” ujarnya.
Luas lahan-lahan pertanian pun turut jadi perhatiannya meski secara bertahap kian berkurang. Yamin menyebut, pihaknya rutin melakukan penyuluhan kepada kelompok tani sekaligus memberikan stimulus berupa pupuk dan bibit agar produksi tetap berjalan. Dari segi tata ruang di masing-masing RT dan RW di wilayah Kecamatan Pontianak Utara juga telah diatur agar lahan tani mendapatkan porsi tempat.
“Perlahan luas lahan kita berkurang, kita coba yakinkan petani dengan berikan bantuan pupuk, supaya mereka bisa hidup dari hasil tani karena secara keuntungan juga menjanjikan,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Festival Buah Lokal Perkenalkan Aneka Ragam Buah-buahan
Digelar 5-9 Februari 2025 di Halaman GOR Pangsuma
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak menggelar Festival Buah Lokal 2025 di Halaman Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma. Festival yang menampilkan beraneka ragam buah-buahan lokal ini digelar mulai tanggal 5 hingga 9 Februari 2025.
Staf Ahli Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak Muchammad Yamin mengajak masyarakat Kota Pontianak untuk hadir dan memeriahkan acara Festival Buah Lokal 2025. Selain bisa menikmati berbagai jenis buah-buahan lokal, festival ini juga untuk memperkenalkan buah-buahan yang mungkin sudah lama tidak terlihat.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong, mari kita nikmati hasil buah-buahan lokal yang telah lama mungkin tidak kita lihat,” ujarnya mewakili Pj Wali Kota Pontianak, usai membelah buah durian bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak, sebagai tanda dibukanya acara, Rabu (5/2/2025).
Yamin menilai, akan banyak dampak positif terhadap perekonomian apabila festival ini dikunjungi banyak orang. Selain dari segi ekonomi, masyarakat juga bisa mengenal lebih banyak buah-buahan asli Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat pada umumnya.
“Jadi ini juga upaya kita menyambut Indonesia Emas 2045 mendatang, tujuannya mengenalkan hasil olahan lokal dan tentu harapannya bisa mendulang pendapatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” tuturnya.
Puluhan stan disiapkan untuk menyemarakkan Festival Buah Lokal 2025 kali ini. Agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tersebut juga dimeriahkan bintang tamu ternama.
“Setelah ini ada beberapa event, rangkaian acara untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, dengan demikian tentu harapannya juga mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak,” imbuh Yamin.
Kepala Disporapar Kota Pontianak Rizal Almutahar menambahkan, agenda ini juga berupaya untuk menunjukkan kekayaan alam yang dimiliki Kota Pontianak. Pada waktu yang bersamaan akan menyusul banyak event di awal sampai pertengahan bulan Februari.
“Di antaranya ada Saprahan Khatulistiwa yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Bank Indonesia,” paparnya.
Puncak acara Saprahan Khatulistiwa akan digelar dengan Lomba Kapal Hias di Taman Alun Kapuas se-Kalbar. Selanjutnya pada tanggal 9 Februari akan dilaksanakan Pontianak City Run dan event-event lainnya. Untuk informasi selanjutnya dapat dilihat di laman instagram Disporapar Kota Pontianak.
“Kita harap warga bisa menikmati setiap event yang kami suguhkan,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)