,
menampilkan: hasil
Jargon Bola adalah Teman PS Pemkot Sakti
Liga Mini Soccer Series I Jadi Wadah Kumpul Para ASN Seluruh OPD
PONTIANAK - Mengusung jargon Bola Adalah Teman, Liga Mini Soccer Series I 2024 Pemkot Pontianak pun usai dihelat, Sabtu Pagi kemarin. Bertanding di Lapangan Parama, wadah pertandingan Mini Soccer itu mampu menjadi ajang silaturahmi dan merekatkan keakraban antara ASN, PPPK dan honorer di lingkup Pemkot Pontianak.
Bola memang bisa menyatukan segalanya. Itulah yang ditunjukkan Skuad PS Pemkot Pontianak. Berdiri dan aktif beberapa tahun lalu, dengan jumlah skuad seadanya. Kini PS Pemkot menjelma sebagai klub sepak bola komunitas yang anggota membernya semakin besar. Dari data member aktif, para pemainnya mencapai dua ratusan orang. Mereka berasal dari masing-masing OPD.
Mengguritanya jumlah pemain PS Pemkot ini membuktikan bahwa sepak bola bisa sebagai wadah untuk mencari teman. Dari dasar tersebut pula, tercetus Liga Mini Soccer Series I 2024. Diikuti delapan klub, kompetisi itu dibalut dengan Liga yang kompetitif dan memunculkan persaingan sehat. Nama klubnya pun diambil dari klub-klub terkenal Liga Inggris.
Sabtu pagi kemarin, pertandingan itu usai dihelat, dengan juaranya Manchester City, diikuti Manchester United dan Arsenal. Pembagian piala, pengalungan medali dan tropi lainnya langsung diberikan oleh Ketua PS Pemkot Pontianak, M Yamin.
Dia menuturkan, animo teman-teman untuk mengikuti Liga Mini Soccer Series I PS Pemkot begitu tinggi. Itu bisa dilihat dengan jumlah pesertanya mencapai delapan klub. Dimana pemain dari delapan klub ini berasal dari perwakilan OPD di lingkup Pemkot Pontianak.
Sesuai jargon PS Pemkot Pontianak, Bola Adalah Teman, benar adanya. Dari hobi yang sama, yaitu bermain bola, bisa menjadikan klub sepak bola PS Pemkot Pontianak sebagai tempat teman-teman ASN, PPPK dan honorer berkumpul di sini. “Dari awalnya tidak kenal, kini sudah seperti saudara. Semua karena permainan sepak bola,” ujar Yamin yang karib disapa Presiden FIFA Pemkot Pontianak.
Ke depan agenda Liga Mini Soccer PS Pemkot ini akan kembali dihelat. Tujuannya bukan pada nilai kompetisinya, namun paling utama adalah menjalin silaturahmi dan keakraban. Tua muda, selama memiliki kesamaan hobi, maka semuanya bisa ikut bergabung di sini.
Selain Liga Mini Soccer Series I, PS Pemkot Pontianak juga memiliki event tetap. Yaitu pertandingan sepak bola antar OPD di lingkup Pemkot Pontianak. Itu diselenggarakan dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak. “Tahun ini bakal dilaksanakan kembali,” katanya.
Selain itu, PS Pemkot Pontianak juga mulai go publik. Tim ini juga turut serta dalam berbagai pertandingan sepak bola yang dihelat oleh banyak penyelenggara. Menurut Yamin, untuk ASN Pemkot Pontianak di bawah umur 40 tahun, memiliki cukup banyak pemain bertalenta. Jikapun mengikuti kompetisi baik kelompok umur dan umum, dirasa dia PS Pemkot Pontianak juga mampu bersaing dengan tim sepak bola lainnya. “Untuk pemenang di Liga Series I ini saya ucapkan selamat, bagi yang belum juara di coba lagi di seri berikutnya,” tutup Yamin yang juga menjabat sebagai Sekum PSSI Pontianak itu.(**)
Pontianak Pamerkan Kerajinan Khas di Expo Dekranas Solo
SOLO — Berbagai kerajinan khas Kalimantan Barat (Kalbar) dipamerkan dalam Expo HUT ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), di Pamedan Mangkunegaran, Kota Solo. Berbagai karya perajin dari kabupaten/kota se-Kalbar itu mengisi stand Kalbar, tidak terkecuali Kota Pontianak. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengapresiasi karya dari perajin seluruh Kalbar, khususnya Kota Pontianak. Dirinya optimis jika hasil karya perajin lokal akan dikenal secara luas dan bermanfaat bagi kehidupan sesama masyarakat.
“Kerajinan itu selain punya estetika juga berfungsi, jadi punya nilai lebih, itu yang selalu diciptakan oleh perajin Kota Pontianak,” ungkap Ani Sofian, usai meninjau stand pameran dan UMKM Kalbar, Kamis (16/5/2024).
Selain menghadiri HUT ke-44 Dekranas, Ani Sofian juga menghadiri puncak Hari Kesatuan Gerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK). Dirinya menilai, TP PKK memegang posisi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami melihat Expo Dekranas ini, lalu dilanjutkan dengan peringatan HKG PKK, momentum untuk membangkitkan kesejahteraan keluarga dari kekuatan UMKM,” sambungnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus mendorong hasil perajin lokal. Di UMKM Center yang terletak di Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, masyarakat dapat menikmati hasil kerajinan khas Kota Pontianak yang dibuat menjadi berbagai media. Mulai dari pakaian, perhiasan, aksesoris hingga seni kerajinan lainnya. Ani Sofian berharap, perajin Kota Pontianak senantiasa berinovasi memadukan kearifan lokal dengan kebutuhan manusia sehari-hari.
“Di setiap event-event, Pemkot Pontianak selalu memberikan fasilitas bagi UMKM untuk menunjukan hasil karyanya, dengan harapan karyanya semakin dikenali, maka pendapatan masyarakat bertambah,” tutur Pj Wali Kota.
Pelaku UMKM yang menjual hasil kerajinan memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya khas Kota Pontianak. Selain itu, mereka juga dapat menambah pendapatan daerah jika mampu menarik banyak pembeli dari luar. Di Kota Pontianak sendiri, ada lokasi pusat penjualan oleh-oleh, seperti misalnya di sekitaran Jalan Nusa Indah dan Jalan Pattimura. Ani Sofian menambahkan, Dekranasda Kota Pontianak telah berkontribusi dalam memacu semangat UMKM dan perajin.
“Kita ingin menggelar pelatihan yang langsung memberi dampak ekonomi kepada perajin kita. Lebih baik lagi apabila kita melihat potensi masing-masing individu lalu memaksimalkan kemampuan mereka di bidang tertentu,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Mobil Hias Replika Tanjak Motif Corak Insang Pikat Warga Solo
Dekranasda Pontianak Meriahkan Parade HUT ke-44 Dekranas
SOLO – Iringan mobil hias menampilkan replika Tanjak bermotif Corak Insang khas Melayu Pontianak menghiasi Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo. Iringan mobil hias tersebut membaur dengan iringan lainnya dari seluruh nusantara dalam rangka peringatan HUT ke-44 Dekranas. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian beserta Pj Ketua Dekranasda Kota Pontianak Anita Ani Sofian turut hadir pada kirab budaya tersebut. Ia menuturkan, warga dengan antusias menyaksikan satu persatu mobil hias.
“Kita menghadiri puncak peringatan HUT ke-44 Dekranas yang dipusatkan di Kota Solo. Dekranasda Kota Pontianak ikut berpartisipasi dengan mengikuti stand pameran serta parade mobil hias,” ucapnya didampingi istri, Rabu (15/5/2024).
Ani Sofian tampak mengenakan pakaian Melayu Telok Belanga. Sedangkan sang istri, Anita, mengenakan baju kurung. Momentum HUT Dekranas ini, dia berharap dapat mendorong produktivitas kerajinan Kota Pontianak sampai ke tingkat nasional hingga mancanegara.
“Berbagai macam kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Pontianak harus bisa bersaing di tingkat nasional sampai dunia. Tentu melalui dukungan Dekranasda Kota Pontianak,” sebutnya.
Peringatan HUT Dekranas juga menampilkan pameran kriya dari seluruh penjuru negeri yang digelar di Pamedan Mangkunegaran. Peringatan HUT Dekranas turut dirangkaikan dengan puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK).
“Kemarin HKG PKK Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak menjadi tuan rumah. Besok kita akan menghadiri HKG PKK se-Indonesia di Taman Balekambang, mudah-mudahan acaranya lancar,” terangnya.
Pj Ketua Dekranasda Kota Pontianak Anita Ani Sofian menyampaikan Dekranasda Kota Pontianak akan selalu mendukung para pelaku UMKM khususnya para pengrajin untuk bisa menghasilkan karya terbaiknya sebagai produk buatan dalam negeri.
"Tidak hanya memamerkan produknya saja, kita dorong pengrajin binaan Dekranasda memasarkan produk mereka melalui pasar digital, Dekranasda Pontianak bahkan sudah melakukan kerjasama dengan Tokopedia dan Dana ini bentuk komitmen kita mendorong UMKM Kota Pontianak naik kelas," jelasnya.
Anita pun berharap kepada para pelaku UMKM di Kota Pontianak untuk dapat meningkatkan kualitas produk kerajinannya. TP PKK Kota Pontianak juga senantiasa membuat program sebagai upaya meningkatkan kualitas kesejahteraan keluarga.
“Alhamdulillah kita mendapat kesempatan untuk menampilkan produk-produk terbaik yang dimiliki perajin dan pelaku UMKM,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Serahkan Rekomendasi, DPRD Tanggapi LKPJ Wali Kota
PONTIANAK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak telah menyampaikan rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Pontianak tahun 2023. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan itu merupakan hasil pembahasan panitia khusus (pansus) DPRD Kota Pontianak terhadap LKPJ tahun 2023.
“Rekomendasi ini akan kami tindaklanjuti agar di tahun berjalan dan akan datang bisa menjadi dasar untuk mengambil keputusan," ujarnya usai menerima rekomendasi LKPJ Wali Kota tahun 2023 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Rabu (15/5/2024).
Rekomendasi DPRD ini nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi pihaknya dalam menjalankan program. Seperti diketahui, seluruh perangkat daerah tak luput mendapat rekomendasi. Sebagai contoh, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak diminta untuk melakukan pemasangan tapping box di hotel, rumah makan dan restoran agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.
“DPRD fungsinya pengawasan, yang memberikan kebaikan untuk merubah kebijakan, harapannya seluruh perangkat daerah segera melaksanakannya,” ucap Zulkarnain.
Perangkat daerah lain yang juga mendapat rekomendasi adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak. Zulkarnain menerangkan, DPRD merekomendasikan agar Diskominfo mempercepat penyempurnaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Smart City.
“Peraturan Wali Kota (Perwa) penerapan Smart City sebenarnya Diskominfo sudah melaksanakan, tinggal finalnya untuk Perda, kita perlu pengkajian untuk memasukan substansi yang tertuang dalam Perda tersebut,” sebutnya, yang juga selaku Kepala Diskominfo Kota Pontianak.
Sebelumnya, LKPJ Wali Kota tahun 2023 diserahkan oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian. LKPJ tersebut lebih banyak berisi hasil program yang dilaksanakan oleh Wali Kota sebelumnya, Edi Rusdi Kamtono. Tetapi berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 pasal 20, disebutkan bahwa dalam hal kepala daerah berakhir masa jabatannya sebelum tahun anggaran berakhir, pejabat pengganti menyampaikan LKPJ berdasarkan memori serah terima jabatan.
“Laporan ini memuat hasil capaian kinerja keuangan daerah meliputi pengelolaan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah serta capaian penyelenggaraan pemerintah daerah,” ungkap Zulkarnain.
Dalam capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah, lanjutnya lagi, mencakup indikator kinerja utama dan indikator kinerja daerah tahun 2023 sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2023.
Untuk mewujudkan misi Kota Pontianak, yakni mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berbudaya, kualitas SDM menjadi faktor yang sangat penting. Salah satu indikatornya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Tahun 2023 IPM Kota Pontianak sebesar 81,63 persen dan angka itu melampaui target akhir dalam Perubahan RPJMD Tahun 2020-2024 yang ditetapkan 81,30,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan IPM ini didorong oleh upaya peningkatan kualitas bidang kesehatan, salah satunya meratanya fasilitas kesehatan dan adanya kemudahan untuk mengakses persalinan medis.
“Angka Harapan Hidup di Kota Pontianak selalu mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2023 tercatat 75,07 tahun, naik 1,61 tahun dibandingkan tahun 2022 lalu yang tercatat 73,46 tahun,” imbuhnya.
Kemudian, lanjutnya lagi, bidang pendidikan khususnya peningkatan angka partisipasi sekolah. Peningkatan di bidang pendidikan turut memberi andil dalam kenaikan IPM, seperti Angka Harapan Lama Sekolah yang mengalami peningkatan dimana pada tahun 2023 menjadi 15,04 tahun. Angka tersebut naik 0,02 tahun jika dibandingkan tahun 2022 lalu 15,02 tahun.
“Hal ini mengindikasikan bahwa di Kota Pontianak kemungkinan seorang anak tetap bersekolah pada jenjang tertentu semakin meningkat. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi, satu di antaranya program pembangunan di bidang pendidikan,” tutupnya. (kominfo/prokopim)