,
menampilkan: hasil
Pj Wako Ani Sofian Sambut Kedatangan Presiden Jokowi di Pontianak
PONTIANAK - Agenda kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berlangsung selama dua hari, tanggal 20 dan 21 Maret 2024. Kota Pontianak menjadi satu di antara daerah yang sudah dijadwalkan dalam agenda kunjungan kerja RI 1. Rencananya, Presiden Jokowi akan mengunjungi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie dan dilanjutkan meresmikan Duplikasi Jembatan Kapuas I di Kota Pontianak pada Kamis (21/3/2024).
Setelah rangkaian kunjungan ke Kota Singkawang untuk meresmikan Bandar Udara di kota tersebut, Jokowi tiba di Hotel Mercure Pontianak sekira pukul 17.06 WIB disambut oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, Dandim 1207/Pontianak Letkol Arm Irwansyah dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, SIK, MH, Rabu (20/3/2024).
“Alhamdulillah, Bapak Presiden sudah tiba di Kota Pontianak setelah kunjungan dari Kota Singkawang,” ujarnya usai menyambut kedatangan RI 1.
Ani mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya. Apalagi kehadiran Presiden ke Kota Pontianak untuk meresmikan Duplikasi Jembatan Kapuas I yang telah rampung dibangun oleh pemerintah pusat.
“Ini juga menjadi kado bagi masyarakat Kota Pontianak karena kehadiran jembatan ini sangat dinantikan oleh warga,” ungkapnya.
Wajar saja, saat ini keberadaan Jembatan Kapuas I yang ada dengan lebar yang terbatas, sudah tidak ideal untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat. Sehingga hampir setiap hari terjadi simpul kemacetan di area menuju jembatan dan jalan di sekitarnya, baik arah Pontianak Selatan maupun Pontianak Timur.
“Kita berharap setelah diresmikan oleh Bapak Presiden, Duplikasi Jembatan Kapuas I ini akan segera bisa difungsikan dan dilewati kendaraan sehingga tidak terjadi lagi kemacetan,” ucap Ani.
Menurutnya, kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kota Pontianak ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan infrastruktur di Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.
“Semoga kehadiran Bapak Presiden ke Pontianak ini bisa menjadi pemacu semangat kami untuk membangun kota yang kita cintai ini,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Pemkot Bantu Sandang dan Pangan Korban Kebakaran Gang Kurnia Sari
PONTIANAK – Buce Bungki (29) dan istri tengah tidur lelap saat kepulan asap sudah terkumpul di ruang dapur dan lantai dua rumahnya yang terletak di Gang Kurnia Sari Jalan Tanjung Raya 2 Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur, pada Selasa (19/3/2024) malam. Saat itu, ia dan istri menghidupkan kipas angin karena merasa kepanasan, tidak lama setelahnya, keduanya mendengar bunyi aneh dari belakang rumah.
“Awalnya kami pikir pencuri, karena bunyinya tok tok tok, tetapi saat kami melihat asap sudah ngebul dan ada api,” ungkapnya.
Belum sempat menyelamatkan beberapa barang, kobaran api lebih dulu melahap sebagian besar bangunan rumah. Ia tidak menyangka musibah kebakaran yang diduga akibat korsleting arus listrik ini menimpa rumahnya. Para tetangga pun berdatangan untuk ikut memadamkan api.
“Di rumah ini kami dua orang suami istri, kalau saya tempati dari 2022 pindah ke sini ikut istri, tapi rumahnya sudah ada sejak istri lahir,” ceritanya.
Untuk meringankan beban Buce dan keluarga, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan bantuan sandang pangan. Melalui bantuan tersebut, Buce merasa kembali semangat untuk menjalani aktivitasnya sebagai tutor di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pontianak.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih untuk bantuannya, semoga bantuannya bermanfaat,” tuturnya usai menerima bantuan dari Pemkot Pontianak, yang diserahkan langsung oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, Rabu (20/3/2024).
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyebut, sejak awal tahun 2024, ini menjadi musibah kebakaran ketujuh yang menimpa masyarakat Kota Pontianak. Untuk itu ia mengimbau agar warga berhati-hati terhadap aliran listrik. Misalnya saat mengecas handphone, pastikan sudah dicabut dari colokan listrik ketika sudah penuh, juga pastikan kompor tidak dalam keadaan menyala.
“Intinya pastikan keamanan kelistrikan atau hal-hal lainnya yang bisa berpotensi menjadi penyebab kebakaran,” pesannya.
Ani menambahkan, sejumlah bantuan yang diberikan kepada korban musibah kebakaran antara lain berupa terpal, kasur, family kit dan makanan siap saji. Selanjutnya adalah lauk pauk siap saji, sandang dewasa pria dan sandang dewasa wanita.
“Kemudian makanan untuk berbuka dan sahur selama tujuh hari, untuk meringankan beban yang dapat musibah,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Pj Wako Pastikan Kesiapan RSUD SSMA Sambut Kedatangan Presiden Jokowi
PONTIANAK – Masih dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kota Pontianak, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian bersama jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA). Pemeriksaan dilakukan secara detil, mulai dari kebersihan, kondisi bangunan sampai alat kesehatan di dalam gedung rumah sakit. Ani mengatakan, seluruh ruangan disisir untuk memastikan kondisi dalam keadaan siap.
“Tinggal yang kecil-kecil saja, tinggal dirapikan dan dibersihkan,” katanya usai peninjauan di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (20/3/2024).
Saat meninjau RSUD SSMA nanti, Presiden Jokowi akan memastikan prosedur BPJS kesehatan berjalan dengan lancar. Ani menerangkan, kedatangan Presiden Jokowi merupakan bentuk kepedulian negara terhadap warga Kota Pontianak. Ia berharap, hadirnya orang nomor satu di Indonesia itu memberikan motivasi dan dorongan, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan di RSUD SSMA khususnya, dan Kalimantan Barat umumnya.
“Sehingga kedepan, pelayanan rumah sakit kita semakin meningkat,” ujar dia.
Direktur RSUD SSMA Eva Nurfarihah menambahkan, 95 persen pasien rumah sakit merupakan peserta BPJS Kesehatan. Terkait wajib fingerprint, jelasnya, dilakukan atas dasar keselamatan pasien itu sendiri. Pasien diperbolehkan mengulangi resep jika keadaan sudah tidak memungkinkan, seperti pasien yang berada di kursi roda atau tidak mampu berdiri.
“Harusnya pasien itu sendiri yang ketemu dokternya, bukan dengan perwakilannya, jadi diterapkan fingerprint. Karena minggu ini dan minggu depan belum tentu sakit dan obatnya sama,” terangnya.
Eva menyampaikan, kebijakan penggunaan fingerprint oleh BPJS telah disosialisasikan sejak beberapa waktu belakangan sebelum berlakunya kebijakan. Untuk tujuannya sudah lengkap di laman media sosial BPJS Kesehatan.
“Tetapi kami maklum karena pasien datang dari rumah dengan masalah, dan volume pasien di sini menumpuk, terus tenaga kesehatan kami kurang,” ungkapnya. (kominfo/prokopim)
Pemkot Gelar Pasar Murah dari 23 Maret-5 April
Ani Ajak Warga Belanja di Pasar Murah
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah mempersiapkan rencana digelarnya operasi pasar murah sebelum menghadapi Idulfitri nanti. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, operasi pasar murah dilaksanakan di enam kecamatan di Kota Pontianak mulai tanggal 23 Maret-5 April 2024. Ia mengajak warga untuk mendatangi pasar murah pada jadwal yang akan ditentukan. Rencananya, penentuan lokasi dan jadwal akan dilakukan pada Rabu (20/3/2024) esok.
“Mekanismenya kita membuka bazar, masyarakat datang sendiri kalau cocok harga silahkan dibeli, tanpa menggunakan kupon,” ujarnya, usai rapat koordinasi dengan instansi terkait, di Kantor Wali Kota, Selasa (19/3/2024).
Seperti biasanya, Pemkot Pontianak melibatkan berbagai instansi maupun CSR, seperti PDAM Tirta Khatulistiwa, PT Bulog, Bank Indonesia hingga Bank Khatulistiwa. Rencananya, terang Ani, barang-barang yang dijual adalah kebutuhan pokok, seperti beras, gula manis, telur ayam, daging ayam sampai sayuran.
“Tidak ada pembatasan untuk warga yang ingin membeli, tentu harganya akan lebih rendah 20 persen dari harga pasar,” katanya.
Ani menyebut, dilaksanakannya operasi pasar murah sebagai upaya Pemkot Pontianak untuk meringankan beban masyarakat saat bulan puasa maupun menyambut lebaran nanti. Ia berharap, melalui operasi pasar murah ini juga harga komoditas kebutuhan pokok ikut turun.
“Kita harapkan inflasi ikut ditekan juga,” tuturnya.
Sebelumnya, pihaknya juga secara rutin baik per bulan dan triwulan, akan menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh kelurahan. Di tengah kondisi harga beras yang belum turun normal secara nasional juga, dia ingin adanya antisipasi dari Pemkot agar selalu membantu masyarakat.
“Operasi pasar murah kita lakukan sudah tiga kali sejak awal tahun, penyaluran beras juga terus dilaksanakan,” tutupnya. (kominfo)