,
menampilkan: hasil
Kelurahan Bansir Darat Miliki Layanan Pengaduan Pertanahan Digital
PONTIANAK - Kelurahan Bansir Darat memiliki sebuah inovasi layanan pengaduan pertanahan secara digital. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pertanahan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi masyarakat. Inovasi ini merupakan bagian dari Kampong Penyelesaian Masalah Pertanahan Secara Mandiri (Kampong Permadani) yang didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pontianak Nomor 112/SK-61.12.MP.01.04/VIII/2021 Tahun 2021.
"Sebelumnya, masyarakat yang ingin melaporkan permasalahan pertanahan harus datang langsung ke kantor kelurahan untuk mengisi formulir pengaduan dan menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan. Proses ini tentu memakan waktu dan tenaga serta menjadi kendala bagi mereka yang memiliki mobilitas terbatas," ungkap inisiator layanan, Muhammad Fadhil.
Kasi Pemeritahan Umum Kelurahan Bansir Darat ini bilang, sistem pengaduan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual diubah. Mereka menerapkan digitalisasi dalam proses penerimaan pengaduan masyarakat terkait masalah pertanahan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa akar permasalahan utama dari belum optimalnya layanan pengaduan pertanahan adalah ketiadaan layanan pengaduan daring.
"Untuk itu, kami merancang sebuah inovasi berupa layanan pengaduan pertanahan dalam bentuk Google Form. Dengan formulir online ini, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor kelurahan," terangnya.
Masyarakat kini dapat melaporkan permasalahan pertanahan dari mana saja dan kapan saja. Cukup dengan mengakses formulir tersebut melalui internet. Pengaduan yang diterima melalui Google Form ini akan langsung dihubungkan ke Sistem Informasi Kampong Permadani oleh operator di kelurahan.
"Proses ini memastikan setiap pengaduan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. Selanjutnya, hasil tindak lanjut dari BPN Kota Pontianak akan dikirimkan oleh Kelurahan Bansir Darat kepada pelapor dalam bentuk file PDF," tambahnya.
Fadhil menegaskan bahwa inovasi layanan pengaduan ini merupakan terobosan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Bansir Darat.
"Digitalisasi dari pengaduan hingga hasil tindak lanjut yang diterima oleh pelapor merupakan langkah maju yang signifikan dalam optimalisasi fasilitasi masalah pertanahan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, layanan pengaduan menjadi lebih efisien, transparan, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat," ujar Fadhil.
Dengan adanya layanan pengaduan online ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Bansir Darat dapat merasakan manfaat yang nyata dalam penyelesaian permasalahan pertanahan.
"Tidak hanya mempermudah proses pelaporan, tetapi juga memberikan kepastian dan kecepatan dalam penanganan masalah," kata Fadhil.
Fadhil juga berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Pontianak dan daerah lainnya untuk mengadopsi teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Dalam era digital seperti sekarang ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan. Kami berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga," tutupnya.
Dengan terobosan ini, Kelurahan Bansir Darat menunjukkan bahwa dengan komitmen dan inovasi, berbagai tantangan dapat diatasi dengan solusi-solusi cerdas dan efektif. Inisiatif ini diharapkan akan meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (*)
Zulkarnain Paparkan Perkembangan Pembangunan SPALD-T Pontianak
JAKARTA – Pontianak menjadi satu di antara tiga kota se-Indonesia yang ikut peluncuran secara bersama program Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) bersama Kota Mataram dan Kota Semarang. Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol secara serentak dari perwakilan setiap kota.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain menerangkan, berbagai persiapan telah dimatangkan sebelum memenuhi program CISP dengan menyempurnakan timeline rencana kerja dan rencana dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
“Kemudian kami sudah memantapkan persiapan izin mulai dari feasibility study, detailed engineering design (DED), AMDAL, izin lingkungan, nota kesepakatan, lembaga pengelola dan rencana Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T),” ungkapnya usai menjadi narasumber mewakili Pj Wali Kota Pontianak, di Hotel Sutasoma Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2024).
Pada kesempatan itu, Zulkarnain memaparkan perkembangan pembangunan SPALD-T di dua titik, yaitu Nipah Kuning dan Martapura. Keduanya sudah siap memulai pembangunan. Dari lahan dan jalan akses sudah tidak ada kendala, tinggal menunggu dokumen tindakan pengamanan lingkungan dan sosial.
Terdapat beberapa pekerjaan rumah untuk memulai pembangunan. Seperti isu sosial, yaitu penerimaan masyarakat terhadap proyek. Pj Sekda menambahkan, pihaknya akan berencana untuk melibatkan warga sekitar selama proses pembangunan.
“Pemkot Pontianak akan melaksanakan sosialisasi pada beberapa waktu ke depan, menyesuaikan waktu konstruksi dimulai,” imbuhnya.
Pembangunan dua SPALD-T ini ditargetkan selesai dalam waktu lima tahun dari 2024-2029. Zulkarnain menyampaikan, hal ini untuk mendukung 90 persen cakupan sanitasi di Kota Pontianak serta meningkatkan kesehatan warga.
“Dengan dua SPALD-T ini akan mencakup sekitar 32 ribu tersambung sanitasi, dan harapannya dalam sepuluh tahun ke depan seluruh rumah sudah tersambung, jika sudah waktunya nanti mudah-mudahan kita bisa meminum air dari keran secara langsung,” harapnya.
Untuk langkah selanjutnya, lanjut Zulkarnain, pihaknya akan membentuk kelembagaan pengelolaan dengan menyusun kajian akademis dan Peraturan Wali Kota untuk menugaskan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sebagai operator pelaksana SPALD-T.
"Kita juga telah melakukan studi tiru ke Pemkot Solo dan Denpasar. Selanjutnya penyusunan peraturan terkait juga telah dilakukan yakni Perda nomor 18 tahun 2021 tentang pengolahan air limbah domestik," pungkasnya. (kominfo)
Wujudkan 90 Persen Sanitasi Pontianak, Pemkot Teken Kerjasama dengan PT Pelindo
PONTIANAK – Masih dalam upaya pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menjalin kerjasama dengan PT Pelindo Regional 2 Pontianak. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, kerjasama pihaknya bersama PT Pelindo adalah dengan pengelolaan lahan seluas 81x12 meter untuk menuju lokasi pembangunan SPALD-T Nipah Kuning yang semula milik PT Pelindo.
“Proyek ini dapat menambah kepercayaan masyarakat Kota Pontianak terhadap pemerintah,” ungkapnya, usai menandatangani perjanjian kerjasama, di Ruang Pontive Center, Jumat (26/7/2024).
Dengan dimulainya pembangunan SPALD-T nantinya, Ani Sofian berharap dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Pontianak, mengingat angka kemiskinan yang perlu ditekan. Kemudian angka pengangguran terbuka yang dinilainya masih tinggi.
“Walaupun angka kemiskinan di Kota Pontianak menurun dan menjadi terendah kedua di Kalimantan Barat, tetapi masih perlu ditekan untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuh Pj Wali Kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak Sidig Handanu menerangkan, penandatanganan kerjasama ini sekaligus sebagai upaya mendukung proporsi sanitasi rumah tangga yang mencapai 90 persen.
“Dan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-6 maka Pemerintah Pusat menyiapkan proyek yang diberi nama Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP), sebuah proyek sanitasi skala perkotaan yang hanya diberikan kepada 3 kota di Indonesia yaitu Semarang, Mataram dan Pontianak dan sudah dipersiapkan sejak 2019.” paparnya.
Ada dua proyek pembangunan SPALD-T di Kota Pontianak yang bertempat di Martapura dan Nipah Kuning. Sidig menambahkan, rencananya SPALD-T akan mencakup 32 ribu rumah sambungan sanitasi.
“Sudah lebih dari 15 persen di Kota Pontianak tersambung cakupan sanitasi,” ujarnya.
Sebelumnya kerjasama ini telah berjalan dalam kurun waktu dua tahun belakangan. Sidig berharap ke depan, area yang dimaksud tersebut dapat dihibahkan kepada Pemkot Pontianak.
“Mudah-mudahan ke depan proyek ini bisa berjalan dengan baik, kami hari ini mempersiapkan perpanjangan kerjasama dalam satu tahun. Semoga dalam satu tahun proses hibah bisa dilaksanakan,” ungkap Kepala Bappeda.
Hambar Wiyadi, General Manager PT Persero Regional 2 Pontianak, pihaknya senantiasa mendukung program pemerintah daerah. Ia menyampaikan, pelabuhan layaknya mesin yang harus terus diperbaharui terutama kapasitasnya.
“Kami terima kasih mudahan Pontianak tetap berjalan, karena lebih mendekatkan teman-teman komoditi di sini,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Pj Wako Apresiasi Pembangunan Jalan Flora Lewat Karya Bakti TNI dan Masyarakat
Dandim 1207/Pontianak: Program Karya Bakti TNI Berhasil Berkat Partisipasi Aktif Masyarakat
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan Jalan Flora Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara sepanjang 3.761 meter yang dilaksanakan melalui Program Karya Bakti Kodim 1207/Pontianak. Pembangunan infrastruktur yang melibatkan TNI dari Kodim 1207/Pontianak bersama masyarakat ini menelan dana sebesar Rp2 miliar. Ia berharap pembangunan ini memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat setempat.
“Pembangunan jalan ini merupakan wujud nyata kerja sama antara Pemerintah Kota Pontianak, TNI dari Kodim 1207/Pontianak dan masyarakat dalam meningkatkan infrastruktur di Kota Pontianak,” ujarnya usai meresmikan jalan yang siap difungsikan bagi masyarakat, Jumat (26/7/2024).
Pj Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1207/Pontianak beserta jajaran yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam proses pembangunan
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut bergotong royong bersama TNI untuk membangun jalan ini,” ucap Ani Sofian.
Meskipun demikian, dia mengingatkan bahwa masih terdapat sebagian jalan sepanjang 800 meter yang belum terselesaikan. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut melalui Karya Bakti Kodim 1207/Pontianak. Dalam upaya menjaga keberlangsungan infrastruktur yang telah dibangun, Ani Sofian mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pemeliharaan jalan.
"Kepada masyarakat, saya minta jalan ini dirawat juga dengan cara bergotong royong membersihkan sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Supaya jalan ini bisa terawat dan berusia panjang," imbuhnya.
Komandan Kodim (Dandim) 1207/Pontianak Letkol ARM Irwansyah menyatakan kepuasannya terhadap pelaksanaan Program Karya Bakti yang dilaksanakan oleh Kodim 1207/Pontianak. Menurutnya, pembangunan jalan yang dilakukan telah memenuhi standar kriteria yang ditentukan.
"Dengan dibangunnya jalan ini, harapannya bisa memberikan manfaat yang lebih lama bagi masyarakat ke depannya," tuturnya.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama merawat jalan yang telah dibangun dengan baik. Apresiasi juga disampaikannya kepada masyarakat yang telah berdedikasi dan terlibat aktif dalam pekerjaan jalan ini.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menunjukkan dedikasinya dan keterlibatan secara aktif. Peran masyarakat seperti inilah yang diharapkan," tambahnya.
Letkol ARM Irwansyah menekankan bahwa Program Karya Bakti bukan merupakan sebuah proyek, melainkan program sosial dan kerja sama antara masyarakat dan TNI khususnya Kodim 1207/Pontianak.
"Kegiatan Program Karya Bakti ini jangan dianggap sebagai suatu proyek, tetapi kegiatan ini merupakan program sosial dan kerja sama antara masyarakat dan TNI, dalam hal ini Kodim 1207/Pontianak," tegasnya.
Ia juga menyoroti efisiensi biaya dalam pelaksanaan program ini. Pembiayaan untuk mengerjakan jalan ini dinilainya memang lebih murah dengan kualitas yang baik karena adanya keterlibatan masyarakat dan TNI.
“Tanpa partisipasi masyarakat, sulit untuk mendapatkan hasil yang memuaskan,” sebutnya.
Meski demikian, Dandim 1207/Pontianak mengakui bahwa di beberapa tempat lain, partisipasi masyarakat dalam Program Karya Bakti masih kurang. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam menyukseskan program ini.
“Dengan keberhasilan Program Karya Bakti ini, diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi pelaksanaan program serupa di daerah lain, serta meningkatkan semangat gotong royong antara masyarakat dan TNI dalam pembangunan infrastruktur,” tutupnya. (prokopim)