,
menampilkan: hasil
Jumat Besok Soft Launching MPP
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, soft launching Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terletak di Jalan Kapten Marsan akan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 22 Desember lusa. Sebanyak 21 jenis pelayanan publik akan menandatangani perjanjian kerjasama di bawah administrasi MPP Kota Pontianak. Ia menerangkan, proses pembangunan MPP sudah mencapai 98,4 persen.
"Kita ingin dikebut pembangunannya, agar akhir tahun sudah beroperasi. Semakin cepat untuk melayani kebutuhan administrasi masyarakat,” katanya usai syukuran MPP, Rabu (20/12/2023) sore.
MPP akan bertempat di lantai tiga gedung pasar Kapuas Indah. Di dalam gedung tersedia berbagai ruangan pelayanan. Tidak hanya itu, coffee shop juga turut menambah fasilitas MPP.
"Mudah-mudahan menyelesaikan persoalan pelayanan publik, sehingga masyarakat dapat sejahtera," sebut Edi.
Menjelang akhir masa jabatan Wali Kota Edi dan Wakil Wali Kota Bahasan, seluruh target pembangunan telah tercapai. Edi berharap, pembangunan dapat dilanjutkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota.
"Banyak impian saya untuk pembangunan Kota Pontianak, seperti IPALT-D dan fasilitas olahraga," tutupnya. (kominfo/prokopim)
Yanieta Harap Kaum Perempuan Aktif dalam Kemanusiaan dan Peduli Lingkungan
PONTIANAK - Peringatan Hari Ibu yang ke-95 tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam gerakan perempuan Indonesia, khususnya bagi perempuan Kota Pontianak, untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan dan memberikan inspirasi bagi kaum perempuan. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan, tema "Perempuan Berdaya Indonesia Maju" yang diangkat pada peringatan tahun ini bermakna bahwa masyarakat diingatkan untuk memahami dan menghargai kontribusi signifikan yang telah diberikan perempuan dalam memajukan negara. Sedangkan subtema yang dipilih, yaitu "Perempuan Peduli," menekankan pentingnya perempuan dalam membantu sesama dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, negara, dan bangsa.
"Peringatan Hari Ibu ini bertujuan untuk mendorong perempuan agar lebih aktif dalam tindakan kemanusiaan dan peduli terhadap lingkungan. Dalam hal ini, perempuan diharapkan dapat menjadi relawan dan agen perubahan di komunitas mereka, serta memperkuat solidaritas dan kerja sama dalam mendukung isu-isu kemanusiaan,” ujarnya pada peringatan Hari Ibu ke-95 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Rabu (20/12/2023).
Namun, lanjutnya lagi, perjuangan perempuan Indonesia masih belum selesai. Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender masih belum optimal, dimana masih maraknya kekerasan terhadap perempuan, tingkat kesejahteraan perempuan yang rendah dan ketimpangan antara perempuan dan laki-laki dalam beberapa aspek pembangunan.
"Oleh karena itu, kaum perempuan perlu bekerja keras untuk menyuarakan hak-hak mereka dalam memajukan pembangunan,”katanya.
Ketua TP PKK Kota Pontianak, yang juga Ketua Dekranasda Kota Pontianak ini, mengungkapkan harapannya pada peringatan kali ini. Dirinya berharap agar peringatan Hari Ibu yang ke-95 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan.
"Baik di dalam keluarga maupun masyarakat, guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan gender di Kota Pontianak," ungkapnya.
Peringatan Hari Ibu di Kota Pontianak kali ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dengan kerja sama yang kuat, dia yakin bahwa perempuan dapat menjadi kekuatan yang luar biasa dalam mewujudkan visi Kota Pontianak sebagai kota yang maju, berkelanjutan dan setara bagi semua warganya.
Dalam kesempatan yang sama, Yanieta selaku Ketua TP PKK Kota Pontianak dan Norhasanah Bahasan sebagai Wakil Ketua TP PKK Kota Pontianak, berpamitan kepada seluruh pengurus dan kader-kader PKK Kota Pontianak serta tamu undangan karena masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak akan berakhir pada 23 Desember 2023. Dirinya atas nama Ketua TP PKK Kota Pontianak menyampaikan permohonan maaf apabila selama bekerja lima tahun, masih ada kekurangan kegiatan program yang belum terlaksana.
"Tetapi kami percaya kader-kader PKK yang luar biasa yang ada di kecamatan dan kelurahan se-Kota Pontianak bisa terus termotivasi meneruskan program-program yang strategis untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak,”imbuhnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan, peringatan Hari Ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada sosok ibu yang membawa cinta, kehangatan, dan dedikasi tanpa batas kepada keluarga dan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengapresiasi peran aktif perempuan dalam berkontribusi membangun Kota Pontianak ini," tuturnya. (prokopim/kominfo)
Apresiasi Insan Dikbud, Wali Kota Serahkan Penghargaan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan sejumlah penghargaan kepada insan dunia pendidikan dan kebudayaan sebagai wujud apresiasi atas komitmen memajukan pendidikan di Kota Pontianak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Edi pada acara Refleksi dan Apresiasi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak di Aula Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (19/12/2023).
Edi menerangkan, pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para insan pendidikan dan kebudayaan yang telah berdedikasi memajukan sektor tersebut. Ia berharap,penghargaan ini bisa menjadi penyemangat dan motivasi bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Pontianak.
"Semoga ini menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus berbuat demi memajukan pendidikan maupun kebudayaan di Kota Pontianak,”ujarnya.
Menurutnya, faktor pendidikan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di Kota Pontianak khususnya. Secara nasional pun, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian utama menyambut Indonesia Emas 2045.
"Di Kota Pontianak sendiri sepanjang lima tahun terakhir, sarana dan prasarana pendidikan meningkat tajam. Tampak dari pembangunan sekolah yang masif serta kualitas guru yang bertambah,” terangnya.
Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan ditunjukan dengan upaya perekrutan guru-guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK, yang telah diajukan kepada pemerintah pusat. Edi menjelaskan, terdapat lebih dari 800 guru honorer yang masuk ke dalam daftar perekrutan.
"Jika SDM warga Kota Pontianak sudah tinggi, saya yakin pembangunan akan cepat dan merata,” ungkapnya.
Pendidikan yang berkualitas dinilai Edi tak hanya sekadar menjelaskan pengajaran maupun pengetahuan tertulis. Dia menyebut pendidikan yang baik harusnya memancing kreativitas serta kecerdasan peserta didik, khususnya dalam menyelesaikan masalah. Dengan Kurikulum Merdeka, Edi berharap para Kepala Sekolah dapat meningkatkan kualitas belajar peserta didik.
"Kurikulum Merdeka ini memberikan keleluasaan kepada daerah-daerah untuk mengembangkan pelajar masing-masing, disesuaikan dengan potensi daerah tersebut,” jelasnya.
Para guru di era modern dituntut untuk bisa menyesuaikan perubahan budaya belajar. Terlebih ketika mengajar murid yang kini dikenal dengan sebutan Generasi Z dan Generasi Alpha. Edi mengajak tenaga pendidik mahir memanfaatkan teknologi di setiap proses belajar-mengajar.
"Apalagi sekarang sudah era metaverse. Beda dengan zaman kita dahulu. Situasi kemajuan era digital harus dimanfaatkan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak Sri Sujiarti mengatakan, di tahun 2023, pihaknya juga menerima sebanyak 15 penghargaan atas pencapaian program kegiatan strategis nasional Pendidikan Dasar Menengah (PDM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diserahkan oleh BPMP Provinsi Kalbar.
"Berdasarkan itu, selain pemberian apresiasi, juga akan diberikan penghargaan kepada kepala sekolah dan guru atas upaya di luar ekspektasi," sebutnya.
Pemberian penghargaan kepada insan pendidikan di lingkungan Disdikbud Kota Pontianak ini, terang Sri, merupakan kali pertama diselenggarakan. Ia berharap agar kegiatan penghargaan ini terus terlaksana sebagai bentuk apresiasi kinerja para guru.
"Mudah-mudahan kita semua bisa bersemangat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat Kota Pontianak di bidang pendidikan dan kebudayaan,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan MUA
TP-PKK Kota Pontianak dan West Borneo MUA Community Gelar Pelatihan Make Up
PONTIANAK - Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak bekerja sama dengan West Borneo Makeup Artist (WBM) Community menggelar pelatihan Make Up Artist (MUA) bagi 26 orang penyandang disabilitas di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Selasa (19/12/2023). Selain itu, pelatihan ini juga diikuti oleh kader-kader TP-PKK Kota Pontianak.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada penyandang disabilitas dan kader PKK dalam merias wajah. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pembekalan tentang teknik-teknik dasar merias wajah sehingga mereka dapat merias diri sendiri dengan cantik.
"Kami berharap dengan keterampilan yang diperoleh ini para penyandang disabilitas dapat mandiri dan memperoleh penghasilan tambahan melalui profesi sebagai MUA. Mereka tidak hanya dapat merias diri sendiri, tetapi juga orang lain untuk tampil cantik," ujarnya.
Ketua WBM Community Ica Ribi mengungkapkan rasa optimismenya terhadap pelatihan ini. Ia menyatakan bahwa pelatihan make up bagi penyandang disabilitas sangat bermanfaat karena semua orang berhak tampil cantik meski dengan keterbatasan yang dimiliki.
"Kami memberikan pelatihan dasar kepada para peserta sebagai pengenalan dan juga teknik-teknik make up yang benar. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan mereka kesempatan untuk berkarir dan berkiprah di dunia MUA," katanya.
Para peserta pelatihan sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan. Mereka merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk belajar merias wajah dengan profesional dan melihat masa depan yang lebih cerah dalam dunia MUA.
Lidya, satu di antara peserta pelatihan penyandang disabilitas, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan pendapatan bagi diri mereka sendiri.
"Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Kami tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga peluang untuk mencapai kemandirian dan kesuksesan di dunia MUA. Kami merasa dihargai dan disemangati untuk terus maju," imbuhnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan bakat dan keterampilan mereka, serta meraih keberhasilan di dunia make up. (prokopim)