,
menampilkan: hasil
Serahkan 31 DPA, Edi Minta Perangkat Daerah Mulai Laksanakan Program Strategis
PONTIANAK - Sebanyak 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2023. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan DPA kepada masing-masing kepala OPD di halaman Kantor Wali Kota, Rabu (4/1/2023).
“Dengan diserahkannya DPA tahun anggaran 2023 ini saya minta perangkat daerah segera laksanakan program-program yang sudah terencana,” ujarnya.
Edi menuturkan, realisasi anggaran tahun lalu dinilai sudah baik, hanya perlu ditingkatkan pada belanja awal tahun. Menurutnya, jika hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Pemkot Pontianak akan menerima lebih banyak Dana Intensif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. Dirinya meminta seluruh OPD segera mengerjakan apa yang sudah tercantum pada dokumen tersebut paling lama bulan Februari mendatang.
“Tahun ini volume anggaran total ada Rp1,85 triliun. Kita juga arahkan agar prioritaskan semua belanja digunakan menggunakan e-Katalog, sesuai arahan pemerintah pusat,” paparnya.
Pembangunan infrastruktur memerlukan keberlanjutan dan merupakan satu diantara prioritas pembangunan sehingga membuat DPA dengan rincian angka yang tinggi ada pada dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman hingga Dinas Kesehatan.
“Target infrastruktur 40 persen dari total anggaran serta diiringi target pemulihan ekonomi,” imbuhnya.
Berkaitan dengan pelaksanaan APBD, Edi menyebut bahwa serapan anggaran dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak termasuk kategori baik. Bahkan perolehan PAD melampaui target yakni di atas Rp500 miliar.
"Capaian ini menunjukkan komitmen kita dalam meningkatkan APBD dan pendapatan daerah," sebutnya.
Diakuinya, pendapatan penting untuk terus ditingkatkan dari potensi-potensi yang ada. Apalagi Kota Pontianak tidak memiliki sumber daya alam, selain mengandalkan perdagangan dan jasa dalam perolehan pajak daerah dan retribusi yang menjadi sumber pendapatan daerah.
"Akan tetapi kita juga memaklumi kondisi ekonomi nasional dimana APBN juga tertekan akibat kenaikan harga BBM, inflasi dan lainnya sehingga berdampak pula terhadap daerah," pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Kolaborasi Pemkot dan Lantamal XII Pontianak Bangun RSAL Tingkat III
Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan RSAL Batu Layang
PONTIANAK — Satu lagi fasilitas kesehatan di Kota Pontianak akan di bangun, yaitu Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tingkat III yang berlokasi Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dimulainya pembangunan RSAL di atas lahan seluas tiga hektar. Ia menerangkan, lahan itu awalnya milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan kemudian dihibahkan kepada Lantamal XII Pontianak untuk dibangun RSAL. Dirinya berharap, proses pembangunan berjalan lancar serta memenuhi target.
“Ini sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan TNI/Polri, tujuannya semata-mata melayani masyarakat, agar mereka sehat, kuat dan produktif,” terangnya usai peletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan RSAL Tingkat III, Selasa (3/1/2023).
Berada tepat berbatasan langsung dengan Kabupaten Mempawah dinilainya memberikan akses bagi semua orang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Bagi Edi, sekat daerah hanyalah sebatas administrasi, namun terpenting menurutnya adalah kesehatan masyarakat, Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.
“Banyak yang bilang ke saya, sayang tanahnya dihibah, nanti yang banyak ke sini malah orang Mempawah. Dalam prinsip pembangunan, kita hilangkan sekat wilayah. Misal warga Mempawah turut sehat, toh nanti mereka belanja ke Pontianak,” tuturnya.
Laksamana Pertama (Laksma) TNI Suharto, Komandan Lantamal XII Pontianak menyampaikan, pembangunan RSAL Tingkat III ini merupakan program Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang tengah membangun sebanyak 24 rumah sakit di seluruh Indonesia.
“Kita bersyukur Pontianak menjadi salah satu yang mendapat program itu,” ungkapnya.
Laksma TNI Suharto menambahkan, dengan adanya RSAL ini maka lengkaplah fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, dari yang awalnya baru terdapat puskesmas dan kini yang terbaru adalah RSUD Pontianak Utara. Ia menyebut, sebagaimana perintah Panglima TNI, bahwa rumah sakit milik TNI melayani masyarakat tanpa terkecuali, ada atau tanpa BPJS, mereka dipersilakan untuk berobat.
“Itu perintah Panglima TNI, tugas kita melayani masyarakat, tentu pembangunan ini juga dari uang pajak masyarakat dalam hal ini Kementerian Pertahanan,” jelasnya.
Terdapat empat spesialisasi yang nantinya akan melayani tindakan di RSAL Batu Layang. Keempat spesialisasi itu adalah kandungan, anak, bedah hingga kebidanan serta lainnya. Danlantamal mengajak masyarakat di sekitar untuk saling menjaga dan mengawasi proses pembangunan.
“Karena bulan Juli tahun 2023 ditargetkan sudah diresmikan oleh Presiden. Semoga dalam keadaan siap operasional,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Wako Ajak Masyarakat Rawat Kerukunan Jelang Tahun Politik
Peringatan Hari Amal Bakti ke-77 Kemenag
PONTIANAK - Menjelang Pemilu 2024, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat kerukunan yang sudah terjalin dengan baik di Kota Pontianak. Terlebih pada tahun politik potensi terjadinya gesekan-gesekan akibat pilihan politik yang berbeda bisa saja terjadi. Toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, tetapi semua memiliki peran untuk menciptakan toleransi dan kerukunan itu.
"Oleh sebab itu mari kita rawat toleransi dan kerukunan yang sudah ada agar lebih mengakar dalam kehidupan sehari-hari," ujaranya pada upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama Tahun 2023 di halaman MTsN 2 Pontianak, Selasa (3/1/2023).
Sebagaimana tema HAB ke-77 'Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat', kerukunan umat beragama menjadi salah satu modal bangsa ini untuk lebih maju dan bisa sejajar dengan bangsa lain di dunia. Sejatinya, kerukunan salah satu prasyarat pembangunan nasional. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen lintas agama serta masyarakat untuk menjunjung tinggi budaya saling menghormati dan menghargai serta toleransi antar pemeluk agama.
"Supaya Kota Pontianak tetap tentram, damai dan masyarakatnya sejahtera," ungkap Edi.
Melalui momentum HAB ke-77, dirinya juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Kemenag memperkuat niat dalam mengabdi dan melayani umat. Tak kalah pentingnya, bagaimana jajaran Kemenag bekerja secara profesional, ikhlas dan memberikan pelayanan publik yang baik.
"Kepada seluruh ASN Kementerian Agama, saya ucapkan selamat memperingati Hari Amal Bakti ke-77, semoga Kementerian Agama terus maju dan tetap semangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. (prokopim)
PPKM Resmi Dicabut, Edi Imbau Warga Lanjutkan Kebiasaan Hidup Sehat
Pemkot Hadiri Rakor Pencabutan Kebijakan PPKM
PONTIANAK - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah resmi dicabut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penyesuaian terhadap pencabutan status juga tengah digencarkan di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali Kota Pontianak.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, kendati kebijakan telah dicabut dirinya meminta masyarakat tidak meninggalkan kebiasaan hidup sehat, terutama ketika berada di kerumunan.
“Kita tetap mewaspadai, itu juga sudah jadi arahan pemerintah pusat. Selain itu kita minta segera lengkapi vaksinasi,” terangnya usai rapat koordinasi bersama pemerintah pusat melalui zoom meeting, di Ruang Pontive Center, Senin (2/1/2023).
Semangat pemulihan dan kebangkitan ekonomi dapat dilihat dari kondisi di lapangan, dimana kegiatan masyarakat berjalan normal tanpa pembatasan yang ketat meski selalu dilakukan pengawasan. Edi menyebut, pencabutan kebijakan PPKM ini belum termasuk perubahan status pandemi menjadi endemi. Dirinya mengatakan, yang berwenang melakukan itu hanyalah WHO.
“Aktivitas sudah berjalan normal, tidak ada pembatasan kapasitas juga kalau ada kegiatan. Yang diprioritaskan adalah persiapan dan kewaspadaan, misalnya di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya,” paparnya.
Inisiatif masyarakat menentukan situasi Covid-19 di Pontianak. Kedewasaan yang telah dimiliki warga selama menghadapi pandemi pun dinilainya akan berpengaruh. Meski penggunaan masker hanya pada tempat dan kondisi tertentu, namun masyarakat bisa menyesuaikan kapan dan dimana mengenakan masker.
“Masyarakat sekarang sudah cerdas, kalau ada keramaian atau tidak enak badan, mereka otomatis akan mengenakan masker. Pulang ke rumah cuci tangan. Kaitan masker ini tidak hanya Covid, bisa juga sakit lain. Bagi yang ingin tetap mengenakan masker, silahkan saja,” ungkapnya.
Angka pencapaian vaksinasi Kota Pontianak dijelaskan Wako. Vaksinasi pertama sudah 93 persen, sedangkan capaian vaksinasi kedua telah menyentuh 75 persen. Sebagai bentuk kewaspadaan, dirinya mengimbau agar warga melengkapi vaksinasi.
Dalam kesempatan rakor tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi hasil capaian pada sektor perekonomian di masing-masing wilayah. Edi menyampaikan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak mencapai 94 persen.
“Belanja kita juga sudah bagus. Stok di pasar aman,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)