,
menampilkan: hasil
Peringatan Haornas, Wali Kota: Jadikan Olahraga Sebagai Gaya Hidup
Lebih 700 Orang Senam Massal Peringati Haornas
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama lebih dari 700 orang mengikuti senam massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerjasama dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Pontianak di halaman depan Kantor Wali Kota, Jalan Rahadi Usman, Minggu (11/9/2022) pagi. Selain senam massal, atraksi barongsai, airsoftgun, parade sepeda onthel dan penampilan lainnya turut mewarnai peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2022 di Kota Pontianak. Penetapan Haornas juga tidak terlepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta, Jawa Tengah, pada 9-12 September 1948 silam.
Edi mengatakan, momentum Haornas memberikan semangat bagi seluruh masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dengan semboyan 'Tiada Hari Tanpa Olahraga'. Banyaknya event olahraga yang kerap diselenggarakan di Pontianak, menjadikan kota ini dikenal sebagai sport city. Oleh sebab itu, sebagai kota olahraga, Pemkot Pontianak dalam hal ini terus berupaya melengkapi berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang serta mendukung masyarakat dalam melakukan aktivitas olahraganya.
"Sehingga Pontianak lebih dikenal dengan potensi sarana olahraganya yang bisa memperkenalkan kota kita ke seluruh dunia lewat cabang olahraga," ungkapnya.
Pada peringatan Haornas tahun ini, ia mengapresiasi KONI dan KORMI yang turut aktif berperan mengolahragakan masyarakat, termasuk kaum ibu-ibu yang dinilainya tak kalah aktifnya dalam berolahraga. Dengan berolahraga, maka tubuh lebih terjaga, sehat dan mengasah kecerdasan otak.
"Olahraga juga menjadikan seseorang lebih produktif meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana," ujar Edi.
Dalam kesempatan momentum peringatan Haornas ini, dirinya berpesan kepada seluruh warga supaya tetap semangat berolahraga. Menurut Edi, berolahraga menjadikan tubuh lebih sehat dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dan bagi atlet-atlet berprestasi, ia mengucapkan selamat dan berharap Pontianak terus berprestasi di bidang olahraga, tidak hanya di tingkat kota atau provinsi, tetapi juga nasional bahkan internasional.
"Saya mengucapkan selamat Hari Olahraga Nasional, tetap sehat, kuat dan produktif," pesannya.
Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Aswin Djafar menjelaskan, pada peringatan Haornas tahun ini pihaknya bekerjasama dengan KORMI Kota Pontianak dengan menggelar senam massal yang melibatkan peserta lebih dari 700 orang.
"Hari ini kami akan menampilkan atraksi beberapa induk olahraga (inorga) yang dibina oleh KORMI Kota Pontianak, antara lain atraksi barongsai, atraksi dari Airsoft Brotherhood Unity, Senam Tera Indonesia dan Perkumpulan Senam Massal Indonesia," jelasnya.
Aswin menambahkan, peringatan Haornas tahun ini mengusung tema 'Bersama Cetak Juara'. Peringatan Haornas kali ini merupakan peringatan pertama pasca pandemi Covid-19 setelah hampir dua tahun lamanya vakum tidak menggelar aktivitas olahraga massal di lapangan terbuka seperti saat ini.
"Oleh karena itu, peringatan Haornas tahun ini kami mulai menggelarnya secara massal dengan melibatkan banyak masyarakat," imbuhnya.
Ketua KORMI Kota Pontianak, Rusdi melanjutkan, apabila KONI memprioritaskan bidang pada pembinaan atlet, pihaknya lebih fokus untuk membentuk karakter warga agar senang dan terbiasa berolahraga. Sementara waktu sudah terdapat 26 inorga secara nasional yang dimiliki KORMI, sedangkan di Kota Pontianak, pihaknya sedang mengupayakan sebanyak 16 inorga sedang dalam tahap administrasi.
“Di semua kecamatan dan kelurahan dan lini perumahan, KORMI sudah aktif. Sampai di mal juga setiap Sabtu dan Minggu ada yang aktif. Alhamdulillah PORNAS, Kontingen Kalbar telah menyumbangkan 16 medali emas dan 8 medali disumbangkan Kota Pontianak,” paparnya.
Nanang Setia Budi, Ketua KONI Kota Pontianak menambahkan, peringatan HAORNAS 2022 yang jatuh setiap tanggal 9 September dan dalam rangka persiapan PON tahun 2023, jadi pemacu pihaknya untuk terus membina atlet muda Kota Pontianak.
“KONI adalah bagian dari pecinta olahraga, kami memang fokus kepada atlet dari 56 cabang olahraga. Kota Pontianak ada 43 cabor, yang Insyaallah bulan November akan diadakan Pekan Olahraga Nasional untuk wilayah Kalbar dalam persiapan PRAPON dan PON tahun 2024,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Rawat Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit
Wako Edi Kamtono : Jadikan Pontianak Kota Pusat Budaya
PONTIANAK - Lakon Bimo Suci begitu apik dipentaskan Ki Dalang Warseno Slank membuat para penonton larut dalam kisah pewayangan pada Pagelaran Budaya Wayang Kulit di Taman Sepeda Untan, Sabtu (10/9/2022) malam. Ki Warseno Slank merupakan dalang ternama asal Surakarta.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut menikmati pementasan wayang kulit bersama para penggemar cerita wayang. Pagelaran wayang kulit ini menurutnya sudah sekian lama tidak digelar lantaran pandemi Covid-19. Namun setelah pandemi mulai mereda, pementasan wayang kulit mulai banyak digelar masyarakat untuk mengobati kerinduan menyaksikan pagelaran budaya ini. Ia berharap warga masyarakat bisa menikmati pagelaran wayang kulit ini dengan memetik intisari dari kisah yang ditampilkan malam ini.
"Pagelaran wayang kulit ini pula sebagai upaya kita untuk memulihkan perekonomian khususnya Kota Pontianak, dengan membangun ruang-ruang publik sebagai wadah masyarakat saling berinteraksi," ujarnya.
Edi menuturkan, Pontianak sebagai kota yang heterogen, dengan beragam suku bangsa yang datang dari berbagai penjuru nusantara, harus guyub menjaga kebersamaan dan rukun satu sama lain. Sehingga Pontianak menjadi kota hunian yang nyaman bagi siapapun yang mendiaminya.
"Kita akan jadikan Pontianak sebagai kota pusat budaya karena di kota ini berbagai ragam suku bangsa ada di sini. Siapapun boleh beraktivitas, baik secara identitas maupun berkolaborasi demi membangun negeri ini," ungkapnya.
Dia juga berharap Pontianak menjadi kota yang semakin maju, rakyatnya semakin makmur dan sejahtera serta Indeks Kebahagiaan masyarakatnya meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak yang terus meningkat dengan nilai 79,93. Indeks Kemiskinan menurun di angka 4,3 dari sebelumnya 4,7 persen. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat, dari sebelumnya sempat -3,9, sekarang sudah menembus angka 4,6 persen.
"Kondisi ekonomi global yang memberi dampak pada perekonomian di daerah seperti terjadinya inflasi, mudah-mudahan kita bisa menekan angka inflasi di Kota Pontianak dengan kerja keras seluruh pihak," kata Edi.
Ketua Panitia Pagelaran Wayang Kulit, Muhammad Faiz mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak atas dukungannya pada pagelaran budaya wayang kulit ini. Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Ki Warseno Slank dari Surakarta. Pagelaran wayang kulit ini merupakan wujud kolaborasi antara Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kalbar dengan Pemkot Pontianak.
"Untuk merawat budaya, perlu peran serta pemerintah. Pemerintah dalam hal ini perlu mengayomi supaya budaya kita terus lestari dan tak lekang oleh waktu," ucapnya.
Dirinya juga berharap peran swasta dalam pelestarian budaya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk disalurkan pada kegiatan-kegiatan budaya.
"Peran aktif masyarakat dalam menjaga budaya juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya. (prokopim)
Wali Kota Minta Penyusunan RPD Mampu Jawab Masalah Strategis
Sosialisasi Penyusunan Dokumen RPD Kota Pontianak dan Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2024-2026
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya memperbaiki pengelolaan internal mulai dari sektor pemerintahan, seperti penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) untuk tahun 2024-2026. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengakui dalam penyusunan kembali RPD masih banyak komponen yang perlu dievaluasi.
“Sebelumnya sudah direvisi sebenarnya, tapi hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyatakan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kita terdapat kekurangan dan kesalahan, sehingga untuk mengukur capaian kinerja ada kekeliruan,” terangnya usai kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkot Pontianak Tahun 2024-2026, di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Kamis (8/9/2022).
Beberapa hal yang menjadi evaluasi pihaknya adalah peningkatan penelitian saat proses penyusunan serta menambah pemahaman tentang capaian kinerja, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta hal lainnya terkait penyusunan strategis RPJMD. Sama pentingnya dengan sektor pendidikan dan kesehatan, Edi menganggap perlunya mencantumkan sektor pendapatan dalam RPJMD.
“Pendapatan per kapita atau daya beli, jadi lengkap. Mungkin tidak semuanya paham, namun harus didalami dengan baik, sehingga segala kinerja menjadi benar. Tentunya hal ini harus berdasarkan fakta di lapangan,” paparnya.
Edi meminta tim penyusun serta OPD terkait untuk memprioritaskan penyusunan RPD tersebut dengan menyiapkan jadwal simultan dengan efektif dan efisien. Dia juga berharap agar hasil dari RPD mampu menjawab masalah dan isu strategis masyarakat Kota Pontianak.
“Susun RPD dengan holistik, integratif, terpadu dan spasial,” pesannya.
Seperti diketahui , tahun 2024 adalah tahun terakhir periodesasi RPJMD Kota Pontianak Tahun 2020-2024. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 70 Tahun 2021 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Bagi Daerah dengan Masa Jabatan Kepala Daerah Berakhir Pada Tahun 2022, diamanahkan kepada Kepala Daerah yang berakhir pada Tahun 2022 untuk menyusun Dokumen RPD Tahun 2023-2026 dan menyusun Dokumen Renstra Perangkat Daerah Tahun 2023-2026.
“Untuk masa jabatan saya sebagai Walikota Pontianak dengan Masa Bakti Tahun 2018-2023, tepatnya akan berakhir di Bulan Desember Tahun 2023,” ujar Edi.
Kedepan, Dokumen RPD Kota Pontianak merupakan dokumen perencanaan jangka menengah transisi yang ditetapkan dengan Peraturan Walikota (Perwa) dan menjadi pedoman strategis bagi pembangunan yang dipimpin oleh Penjabat (PJ) Walikota selama jangka waktu Tahun 2024 sampai dengan Tahun 2026 atau sampai ditetapkannya Peraturan Daerah tentang RPJMD merujuk visi misi Kepala Daerah terpilih.
“Saya harap bapak/ibu sekalian untuk mengikuti sosialisasi ini dengan seksama dan menjadi perhatian bagi seluruh Perangkat Daerah, Bappeda serta Tim SAKIP Kota Pontianak. Karena prasyarat keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan pembangunan,” pungkasnya. (kominfo)
Pemkot Pontianak Berencana Bentuk BUMD Baru
Lebih Fleksibel Gali Potensi Pemasukan Bagi Daerah
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membentuk satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru. Hal itu diungkapkan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada Rapat Koordinasi (Rakornas) Penguatan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengelolaan BUMD yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui zoom meeting di Pontive Center, Kamis (8/9/2022).
Menurutnya, BUMD yang nantinya akan dibentuk itu bergerak di sektor pangan dan persampahan serta sektor-sektor lainnya yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola langsung oleh BUMD tersebut, misalnya pengelolaan tempat rekreasi, sarana olahraga dan sebagainya.
"Jadi kehadiran BUMD ini diharapkan lebih fleksibel dan yang terpenting menguntungkan bagi pemasukan daerah," ujarnya.
Kehadiran BUMD yang menaungi beberapa sektor usaha ini tujuannya agar lebih fleksibel sekaligus menggali potensi-potensi pemasukan bagi daerah. Sebagai gambaran, lanjut Edi, misalnya berkaitan pangan, yang mana BUMD tersebut nantinya menangani sektor usaha pangan yang fungsinya juga sebagai pengendali inflasi.
"Jadi kalau harga komoditas pangan naik, kita bisa membuat operasi pasar melalui BUMD itu," ungkapnya.
Peran BUMD tersebut juga menampung hasil-hasil pertanian langsung dari petani. Bahan-bahan pokok lainnya yang berpotensi mengakibatkan inflasi, seperti beras, bawang, cabai, minyak goreng dan sebagainya juga menjadi sasaran BUMD dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Kehadiran BUMD ini menjadi penyeimbang gejolak harga di pasaran. Selain itu juga BUMD ini mengakomodir persoalan persampahan, pelabuhan, pengelolaan ruang rekreasi dan lainnya," terang Edi.
Terkait Rakornas yang membahas tata kelola BUMD, ia mendukung penuh kegiatan itu agar kehadiran BUMD bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah melalui PAD yang diperoleh. Tidak sedikit BUMD-BUMD yang dinilai tidak efisien dan tidak efektif sehingga mengalami inefisiensi dan merugi. Hal ini pula yang menjadi fokus dalam seminar yang digelar Kemendagri dan KPK.
Dalam pembahasan rakornas tersebut juga disebutkan bahwa apabila dalam sebuah BUMD terdapat unsur penyalahgunaan wewenang, penyalahgunaan manajemen, maka akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.
"Sebaliknya, jika sudah sesuai aturan, maka BUMD itu akan dilakukan pembinaan yang ketat supaya BUMD sehat dalam tata kelolanya," pungkasnya. (prokopim)