,
menampilkan: hasil
Juara MTQ Kecamatan Siap Berprestasi Lebih Tinggi
PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah yakin para juara MTQ tingkat kecamatan siap berprestasi ke tingkatan lebih tinggi. Sebab pelaksanaannya berhasil melahirkan bibit-bibit qari dan qariah berkualitas. Ia pun menyampaikan penghargaan kepada LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Kecamatan Pontianak Utara, panitia, dewan hakim, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari kerja nyata dalam memajukan pembangunan bidang keagamaan di Kota Pontianak.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Kecamatan Pontianak Utara, beserta seluruh panitia. Semoga tetap dalam semangat yang sama demi membina qari-qariah terbaik,” ujarnya dalam penutupan MTQ Pontianak Utara, Selasa (19/5/2026) malam.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan melalui MTQ tingkat kecamatan mampu mengantarkan peserta berprestasi ke jenjang lebih tinggi, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah ditetapkan sebagai pemenang. Jangan cepat berpuas diri, terus belajar, berlatih, dan asah kemampuan,” katanya.
Kepada peserta yang belum meraih juara, Amirullah berpesan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, nilai utama dalam MTQ bukan semata-mata kemenangan, tetapi niat dan usaha dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Bagi peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Tetap semangat, terus belajar dan berlatih untuk meraih keberhasilan pada MTQ berikutnya,” ujarnya.
Amirullah juga menyoroti capaian nilai peserta MTQ Pontianak Utara yang dinilai sangat baik. Ia menyebut sejumlah peserta berhasil memperoleh nilai tinggi hingga 97, yang menurutnya menunjukkan kualitas peserta dan proses pembinaan yang berjalan baik.
“Di sini banyak yang mendapat nilai 97. Ini menunjukkan bahwa hasilnya benar-benar bagus. Mudah-mudahan menjadi representasi penilaian yang baik dan membawa hasil di tingkat kota maupun provinsi,” ungkapnya.
Menurut Amirullah, setiap kecamatan memiliki kekuatan dan ciri khas masing-masing dalam cabang lomba MTQ. Karena itu, penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan menjadi wadah penting untuk memetakan potensi peserta terbaik dari berbagai kategori.
Ia optimistis hasil MTQ Pontianak Utara akan memberi kontribusi bagi Kota Pontianak dalam menghadapi MTQ tingkat kota yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Setelah itu, peserta terbaik akan dipersiapkan menuju MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Agustus, serta tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada September.
“Sampai ketemu di tingkat kota nanti. Mudah-mudahan perwakilan Pontianak Utara bisa kembali menang dan melanjutkan prestasi ke tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya. (prokopim)
PKK Mitra Strategis Percepat Kesejahteraan Keluarga Pontianak
Selaraskan Program PKK dengan Perangkat Daerah
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) merupakan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pencapaian kesejahteraan keluarga. Menurutnya, PKK memiliki peran penting karena mampu menjangkau langsung masyarakat hingga tingkat keluarga. Karena itu, keberadaan PKK tidak hanya dilihat sebagai organisasi pendamping, tetapi sebagai bagian penting dari kerja pembangunan kota.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, visi memajukan Kota Pontianak dan menyejahterakan masyarakat tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah melalui perangkat daerah. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PKK yang memiliki struktur hingga ke tingkat dasawisma dan posyandu. Itu pun tidak cukup hanya dengan ukuran ekonomi, tetapi juga menyangkut kesehatan, kecerdasan, kebahagiaan, dan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.
Ia menilai, indikator pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing masyarakat hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Karena itu, program OPD dan PKK perlu disinergikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.
Edi juga menyinggung keterbatasan jumlah ASN di Kota Pontianak yang belum ideal dibandingkan jumlah penduduk. Dengan kondisi itu, peran PKK semakin penting karena dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih fleksibel.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menegaskan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan langkah bersama yang terarah dan berkesinambungan. TP PKK, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Program kerja TP PKK Kota Pontianak tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat berbagai pilar pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, perencanaan sehat, edukasi sanitasi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.
“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” katanya.
Yanieta juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan literasi digital bagi kader PKK dan masyarakat. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut kader PKK untuk semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif, edukatif, dan bermanfaat bagi keluarga. Ia berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dan saling menguatkan dengan program Pemerintah Kota Pontianak. Dengan demikian, pelaksanaan program bisa lebih tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Yanieta menambahkan, banyak program PKK yang bersinggungan dan dapat disinergikan dengan program perangkat daerah. Karena itu, ia berharap dukungan OPD dapat memperkuat pelaksanaan program PKK agar masyarakat tidak bingung dan manfaat program benar-benar dirasakan.
“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (prokopim)
Operasi Pasar Pemkot Sediakan 6.000 Paket Subsidi Jelang Iduladha
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menggelar operasi pasar dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa, 19 Mei hingga Kamis, 21 Mei 2026, dan menyasar masyarakat di enam kecamatan se-Kota Pontianak.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menjelaskan, operasi pasar tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan. Melalui kegiatan ini, Pemkot Pontianak berupaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya terhadap bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah dalam langkah membantu mengangkat daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” ujarnya usai membuka operasi pasar di halaman Kantor Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (19/5/2026).
Adapun bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar ini antara lain beras, minyak goreng, dan gula pasir. Barang-barang tersebut dijual dengan harga subsidi agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sekda menerangkan, sumber dana subsidi berasal dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah mitra. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan perangkat daerah terkait, camat, dan lurah di wilayah Kota Pontianak.
Menurutnya, operasi pasar digelar secara merata di seluruh kecamatan. Setiap kecamatan memperoleh alokasi 1.000 paket bahan pokok bersubsidi. Dengan demikian, total paket yang disediakan dalam kegiatan ini mencapai 6.000 paket. Untuk satu paketnya dijual seharga Rp85 ribu, di mana harga asli paket tersebut Rp116 ribu.
“Untuk paket yang kami sediakan dalam bentuk subsidi harga, dibagi di enam kecamatan. Satu kecamatan itu 1.000 paket,” katanya.
Selain membantu masyarakat, operasi pasar ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Sekda menyebut, subsidi harga bahan pokok diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan suplai di masyarakat, sehingga keseimbangan pasar tetap terjaga dan harga tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang Iduladha.
“Tujuan lainnya adalah mengendalikan inflasi. Dengan harga yang disubsidi dalam jangka waktu ini, kita membantu dari sisi suplai, sehingga diharapkan keseimbangan pasar tercapai dan harga tidak meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sasaran utama kegiatan ini adalah warga kurang mampu. Sesuai arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, penerima manfaat diarahkan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial.
“Yang kita sarankan adalah warga kurang mampu, berdasarkan data tertentu dari sosial kemasyarakatan, yang kita kategorikan dari desil 1 sampai dengan desil 2,” terangnya.
Pemilihan warga yang berhak membeli paket bahan pokok bersubsidi dilakukan oleh pihak kecamatan dan kelurahan. Mereka bertugas memilah dan memilih warga yang diundang untuk hadir dalam kegiatan operasi pasar tersebut.
Sekda berharap operasi pasar ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Iduladha. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kota Pontianak. (prokopim)
Kader HMI Harus Berperan Menuju Indonesia Emas 2045
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, sikap kritis, dan kemampuan membaca dinamika bangsa. Apalagi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada mereka yang hadir saat ini. Sedang di sisi lain, HMI telah terbukti melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai sektor, termasuk pemerintahan.
“Kemarin saat retret di Magelang, kami berkumpul dengan alumni HMI. Ada 126 kepala daerah yang alumni HMI. Artinya tidak sia-sia adik-adik berhimpun sebagai kader HMI untuk terus menyiarkan kemajuan,” ujarnya dalam penutupan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat Nasional HMI Cabang Pontianak 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam.
Menurut Edi, tema kegiatan “Resonansi Nalar Khatulistiwa HMI Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi relevan di tengah tantangan global yang berdampak langsung terhadap kehidupan bangsa. Ia menyebut Indonesia saat ini menghadapi tekanan ekonomi, ketidakpastian global, dampak perang di Timur Tengah, hingga perubahan harga energi dan kebutuhan pokok.
“Indonesia Emas 2045 ini terwujud atau tidak, tergantung bagaimana pengelolaan bangsa kita. Kita semua, baik terlibat langsung maupun tidak langsung, punya peran dalam proses menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Edi menilai, situasi global yang tidak menentu harus disikapi dengan optimisme, namun tetap dengan kewaspadaan. Menurutnya, ekonomi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlanjutan visi pembangunan nasional. Jika pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, maka cita-cita Indonesia Emas masih dapat dikejar. Namun apabila tekanan ekonomi semakin besar, dampaknya akan terasa hingga ke daerah.
Ia juga menyinggung pengaruh era digital dan media sosial yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Informasi yang cepat dan bebas, katanya, dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan baik, tetapi juga dapat menimbulkan kegaduhan bila tidak dibarengi kemampuan berpikir kritis.
“Kalau kita tidak mampu membaca dan memprediksi keadaan, ini bisa menjadi tantangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, Kalimantan Barat dan Kota Pontianak memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Sektor perkebunan, pertambangan, industri kreatif, dan ekonomi digital perlu dimanfaatkan secara produktif agar tidak menjadi peluang yang terlewatkan.
Menurutnya, kegiatan latihan kader seperti Intermediate Training dan Latihan Khusus KOHATI menjadi ruang penting untuk memperkuat wawasan, kedewasaan berpikir, dan kapasitas kader HMI. Ia berharap para peserta mampu menjadi kader yang mumpuni, baik secara intelektual, kritis, maupun progresif dalam melihat situasi bangsa.
“Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kader seperti ini diharapkan berdampak untuk kebaikan dan kemajuan bangsa kita,” ujarnya.
Sebagai kepala daerah, Edi mengaku merasakan langsung bagaimana faktor eksternal, regulasi, keterbatasan anggaran, serta tingginya tuntutan masyarakat memengaruhi kerja pemerintahan. Karena itu, ia menilai kader muda harus memiliki kemampuan membaca persoalan secara utuh dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.
Ia berharap setelah mengikuti Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI, para peserta semakin termotivasi untuk berkiprah di berbagai sektor. Menurutnya, perjuangan kader HMI tidak berhenti dalam ruang pelatihan, tetapi harus dilanjutkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
“Perjuangan itu tidak selesai sampai di sini. Kita akan terus berkiprah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus membangun negeri di semua sektor,” katanya.
Edi juga menilai kekuatan HMI terletak pada militansi, jaringan alumni, dan semangat persaudaraan lintas daerah. Ia berharap kekuatan tersebut dapat terus disinergikan dan dikolaborasikan untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi bangsa, daerah, dan masyarakat.
“Ini salah satu kekuatan HMI yang sebenarnya bisa kita sinergikan dan kolaborasikan. Alumni HMI sangat kuat, sangat militan, dan selalu punya ikatan emosional,” pungkasnya. (prokopim)