,
menampilkan: hasil
Rumah Kemasan Ringankan Biaya Produksi Kemasan bagi Pelaku UMKM
Tingkatkan Produksi dan Jaga Harga Jual
PONTIANAK – Bantuan kemasan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak melalui Rumah Kemasan yang dikelola Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, mendapat sambutan positif dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bantuan tersebut dinilai dapat meringankan biaya produksi, sekaligus membantu pelaku usaha menjaga harga jual produk agar tetap terjangkau.
Salah seorang pelaku UMKM penerima bantuan, Mesra Hayati, mengaku senang dan bersyukur atas bantuan kemasan yang diterimanya dari Rumah Kemasan. Menurutnya, harga kemasan di pasaran relatif mahal sehingga menjadi salah satu komponen biaya yang harus diperhitungkan dalam menjalankan usaha.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Kalau harus membeli kemasan sendiri di pasaran, biaya produksi tentu meningkat dan kami terpaksa menaikkan harga jual. Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat untuk meningkatkan produksi dan menjaga harga produk tetap terjangkau,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Ia berharap program bantuan kemasan dapat terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya. Selain membantu menekan biaya produksi, program tersebut juga dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Mesra juga menyampaikan bahwa pelaku UMKM yang telah menerima bantuan diharapkan dapat menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut kepada pelaku usaha lainnya.
“Kami merasa bersyukur mendapat bantuan ini. Kami juga ingin menyampaikan kepada teman-teman pelaku UMKM bahwa pemerintah peduli terhadap perkembangan usaha kami. Semoga dukungan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM semakin maju,” tuturnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah kota melalui bantuan dan sosialisasi sangat penting untuk mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang, meningkatkan produktivitas, serta mampu bersaing di pasar.
Nurvicky Lea Armenia, pelaku usaha kopi susu gula aren, mengaku bersyukur atas bantuan kemasan botol gratis yang diterimanya melalui Rumah Kemasan milik Pemerintah Kota Pontianak. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran dan perkembangan usahanya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Diskumdag Kota Pontianak melalui Rumah Kemasan atas dukungan yang diberikan kepada pelaku UMKM seperti usaha yang digelutinya.
Rumah Kemasan yang terletak di lantai dua Pasar Kemuning Jalan Prof M Yamin, Kelurahan Sungai Bangkong Kecamatan Pontianak Kota diresmikan oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada 23 Juni 2025 lalu.
Rumah Kemasan yang dibangun oleh Pemkot Pontianak lewat Diskumdag ini menjadi jawaban bagi UMKM yang membutuhkan jasa pengemasan gratis, bahkan dimulai dari proses desain produk. Kepala Diskumdag Kota Pontianak Ibrahim menerangkan, Rumah Kemasan ini diperuntukkan bagi pengusaha UMKM.
“Diperuntukan bagi pengusaha UMKM terutama kuliner, tapi bisa juga untuk keperluan yang lain. Bagi pengusaha pemula dapat mengemas produknya di sini dengan gratis,” terangnya.
Ibrahim menambahkan, selain membantu produksi kemasan, fasilitas yang diberikan selain itu adalah konsultasi pengemasan merk yang menarik. Beberapa media kemasan yang disediakan seperti pouch (kantong), cup (cangkir) dan karung.
“Sejak diresmikan oleh Bapak Wali Kota, maka rumah kemasan ini sudah mulai beroperasi dan pelaku UMKM sudah banyak memanfaatkannya,” imbuhnya.
Bagi warga yang ingin mendaftar terlebih dahulu dapat mengakses laman website pakontis.pontianak.go.id kemudian mengisi form digital yang disediakan.
“Pak Ontis ini singkatan dari Packaging Kemasan Online Gratis. Setelah mendaftar di sana akan mendapat pelayanan langsung dari jajaran Diskumdag,” tutupnya. (*)
Bahasan Ajak Teladani Semangat Pendiri Pontianak
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak sebagai kesempatan menapak tilas sejarah sekaligus meneladani perjuangan para pendiri kota. Hal itu diungkapkan usai berziarah ke Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang bersama Forkopimda dan jajaran Pemkot Pontianak dalam rangkaian Hari Jadi ke 255 Pontianak, Kamis (22/10/2026).
“Ini agenda rutin setiap tahun untuk menapak tilas dan meneladani perjuangan para pendiri Kota Pontianak yang telah mendahului kita,” ujarnya.
Menurut Bahasan, ziarah bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat bahwa generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diletakkan para pendiri kota.
“Kita harus meneruskan perjuangan beliau-beliau, para pendiri Kota Pontianak, sekaligus bersyukur karena di usia ke-255 ini Pontianak terus eksis, terus berdaya saing, serta tetap aman, rukun dan damai,” katanya.
Ia menambahkan, semangat Hari Jadi tahun ini mengusung nilai tangguh dan bersahabat. Semangat tersebut dinilai relevan dengan karakter Pontianak sebagai kota yang majemuk dan heterogen.
Banyak nilai kepemimpinan yang dapat dipetik dari para sultan dan pendiri Pontianak, terutama dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta kemampuan mengayomi seluruh masyarakat.
“Yang bisa kita teladani adalah bagaimana memimpin sebuah wilayah dengan aman dan rukun, mengayomi masyarakat, serta berjuang agar pembangunan memberikan dampak kesejahteraan bagi seluruh warga,” jelasnya.
Menurutnya, keberagaman masyarakat Pontianak justru harus menjadi kekuatan untuk terus membangun kota secara bersama-sama. Bagaimana keberagaman itu tetap melahirkan suasana rukun, damai dan saling menghargai.
Memasuki usia ke-255, Bahasan berharap Pontianak terus bergerak maju dan mampu bersaing dengan daerah lain dalam pembangunan.
“Harapan kita Pontianak terus maju, terus berdaya saing dengan daerah lain, kemudian masyarakatnya semakin makmur, rukun dan damai. Itu yang kita harapkan bersama,” katanya.
Ia juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelestarian kawasan bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan berdirinya Kota Pontianak. Menurutnya, pembangunan dan penataan kawasan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN, sementara Pemkot Pontianak juga terus memberikan dukungan melalui APBD setiap tahun.
“Dari APBD kita tetap memberikan dukungan setiap tahunnya. Kawasan seperti ini penting karena bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pengingat perjalanan panjang Kota Pontianak,” ujarnya.
Bahasan berharap ziarah agung dapat terus menjadi tradisi yang mendekatkan masyarakat dengan sejarah kota, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Pontianak.
“Dengan mengenal sejarahnya, kita semakin memahami bagaimana kota ini dibangun dan apa yang harus kita teruskan untuk generasi berikutnya,” pungkasnya. (prokopim)
Wako Edi Instruksikan Perbaikan Jalan Amblas di Tanjungpura
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau kondisi badan jalan yang mengalami penurunan di Jalan Tanjungpura, Rabu (21/10/2026). Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pekerjaan penggalian pipa proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Ia menginstruksikan kontraktor pelaksana untuk segera memperbaiki jalan dengan menormalisasi elevasi permukaan hingga kembali rata.
“Jalan yang amblas harus segera diperbaiki dan diratakan kembali. Jangan menunggu pekerjaan proyek selesai seluruhnya. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Edi menegaskan, Jalan Tanjungpura merupakan jalan berstatus nasional sehingga penanganannya juga memerlukan perhatian dari instansi yang berwenang. Ia meminta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera mengambil langkah percepatan perbaikan agar kondisi jalan kembali aman dilalui masyarakat.
“Saya minta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional segera mengambil langkah percepatan perbaikan. Kondisi jalan harus segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Kondisi badan jalan yang mengalami penurunan berpotensi mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Karena itu, ia meminta kontraktor segera mengambil langkah penanganan agar kondisi jalan kembali aman dilalui.
“Saya sudah komunikasikan agar pelaksana proyek segera melakukan perbaikan. Pastikan permukaan jalan kembali rata sehingga masyarakat bisa melintas dengan aman dan aktivitas di kawasan ini tidak terganggu,” katanya.
Selain perbaikan fisik, Edi mengingatkan pelaksana proyek agar memperketat pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan. Pemasangan rambu peringatan, barikade, serta penerangan yang memadai perlu dipastikan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Selama pekerjaan berlangsung, area yang berisiko harus diberi tanda yang jelas, terutama saat malam hari,” tuturnya.
Ia juga meminta kontraktor mengevaluasi metode penggalian dan penanganan tanah di sekitar jalur pipa untuk mengantisipasi penurunan badan jalan di titik lainnya. Menurutnya, pengawasan terhadap kondisi jalan perlu menjadi bagian dari pelaksanaan proyek agar potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
“Saya juga sudah minta pelaksana melakukan pengecekan dan memastikan setiap tahapan pekerjaan memperhatikan kondisi badan jalan di sekitarnya,” tambah Edi.
Ia menambahkan, pembangunan SPALD-T merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sanitasi dan pengelolaan air limbah domestik di Kota Pontianak. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar serta aktivitas masyarakat.
“Pembangunan ini penting bagi kota kita, terutama untuk meningkatkan kualitas sanitasi. Tetapi, pelaksanaannya juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Keduanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Pontianak akan terus memantau tindak lanjut perbaikan sesuai kewenangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Edi berharap penanganan dapat segera diselesaikan sehingga badan jalan kembali rata dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. (prokopim)
Wako Edi Apresiasi Bakti Sosial RS Kharitas Bhakti
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi Rumah Sakit Kharitas Bhakti yang kembali menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sunat massal bagi 150 anak serta pemeriksaan kesehatan dan cek darah.
Edi mengatakan, kegiatan sosial yang dilaksanakan RS Kharitas Bhakti tidak hanya dilakukan dalam momentum Hari Jadi Kota Pontianak, tetapi juga pada berbagai kesempatan lainnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pelayanan di tengah masyarakat.
“Hari ini ada sunat massal untuk 150 anak, kemudian ada pemeriksaan kesehatan dan cek darah. Mudah-mudahan ini memberikan kemudahan sekaligus semangat pelayanan bagi warga Kota Pontianak yang membutuhkan,” katanya ketika meninjau bakti sosial tersebut di RS Kharitas Bhakti, Rabu (21/10/2026).
Edi menilai RS Kharitas Bhakti selama ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Ia menyebut aspek pelayanan, tenaga kesehatan, hingga kelengkapan peralatan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
“Alhamdulillah, banyak komentar masyarakat yang mendapatkan pelayanan di sini cukup baik. Dari sisi pelayanan, tenaga kesehatan maupun kelengkapan peralatannya juga terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan fasilitas rumah sakit menjadi kebutuhan seiring meningkatnya pelayanan. Dengan lokasi yang berada di kawasan pusat perdagangan dan memiliki keterbatasan lahan, optimalisasi ruang menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab. Edi berharap peningkatan kapasitas tersebut tetap diikuti dengan komitmen menjaga mutu dan orientasi sosial pelayanan kesehatan.
“Saya yakin Kharitas Bhakti punya komitmen. Orientasinya bukan semata-mata profit, tetapi juga memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti sunat massal dan pemeriksaan kesehatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini penting. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dukungan rumah sakit dan seluruh stakeholder akan semakin memperluas manfaat yang diterima masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)