,
menampilkan: hasil
Semarak HUT ke-81 RI, Diskominfo Pontianak Gelar Jalan Sehat dan Lomba Antarpegawai
PONTIANAK – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak menggelar rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai Diskominfo Kota Pontianak tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat kebersamaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk meninjau kondisi jaringan dan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah dibangun.
Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Syamsul Akbar, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat yang sekaligus dirangkai dengan survei kondisi jaringan dan perangkat TIK milik Diskominfo di sepanjang jalur Waterfront hingga kawasan Gang Kamboja.
Dari peninjauan tersebut, pihaknya menemukan sejumlah fasilitas dan sarana yang kondisinya membutuhkan perhatian. Hal itu, menurut Akbar, menjadi bahan evaluasi untuk perencanaan pemeliharaan ke depan.
"Memang kita temukan ternyata banyak fasilitas dan sarana yang sudah kita bangun itu kondisinya tidak baik-baik saja. Ini menjadi perhatian kita ke depan agar ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan peralatan tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeliharaan diperlukan untuk memastikan berbagai layanan berbasis TIK tetap dapat berfungsi secara optimal. Salah satunya fasilitas pengawasan seperti kamera CCTV yang diharapkan dapat mendukung rasa aman dan nyaman masyarakat di kawasan tersebut.
Selain jalan sehat, Diskominfo Kota Pontianak juga menggelar sejumlah perlombaan dan permainan sederhana bagi pegawai. Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kedekatan serta memperkuat kerja sama antarpersonel.
Akbar menuturkan, kegiatan bersama seperti ini menjadi salah satu cara untuk mencairkan sekat antarbidang di lingkungan Diskominfo. Dengan semakin mengenal satu sama lain, komunikasi dan koordinasi dalam pekerjaan diharapkan dapat berjalan lebih baik.
"Kita ingin pegawai antarbidang itu cair, saling tahu, saling kenal, dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi," katanya.
Akbar berharap, semangat kebersamaan yang dibangun melalui rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat berdampak positif terhadap suasana kerja sekaligus meningkatkan kekompakan dan koordinasi antarpegawai Diskominfo Kota Pontianak. (kominfo)
150 Siswa Terima Bantuan Tas dan Alat Tulis
PONTIANAK – Sebanyak 150 anak sekolah di Kota Pontianak menerima bantuan tas dan alat tulis gratis dalam kegiatan sosial Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama DPD Madas Nusantara Kota Pontianak. Kegiatan bertajuk “Berbagi Langkah, Merajut Asa Menuju Generasi Cerdas dan Berkarakter” itu digelar di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Kamis (14/8/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah bersama organisasi masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak, terutama yang masih membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah.
“Ada 150 anak yang menerima pembagian tas dan alat tulis. Ini bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak bersama Madas Nusantara,” ujarnya.
Bahasan menyebut, bantuan tas dan alat tulis ini diharapkan dapat menambah semangat anak-anak untuk terus belajar. Ia mencontohkan, sebagian anak yang hadir sebelumnya masih menggunakan tas yang sudah rusak sehingga bantuan tersebut benar-benar dibutuhkan.
“Tadi saya tanyakan, punya tas tidak? Ada yang tasnya sudah buruk. Berarti ini bagus, akhirnya mereka mendapat tas baru dan bisa lebih semangat untuk terus belajar,” katanya.
Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif berbagai pihak. Organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan elemen sosial lainnya dapat ikut membantu sesuai kemampuan masing-masing.
Bahasan mengapresiasi Madas Nusantara Kota Pontianak yang telah bergerak langsung di tengah masyarakat. Ia menilai, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa organisasi masyarakat dapat hadir memberi manfaat nyata, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.
“Ormas harus aktif di masyarakat, melihat langsung kondisi dan situasi masyarakat. Jangan hanya melihat dari jauh, tetapi turun dan tahu detail kondisi warga,” pesannya.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat menjadi dorongan bagi organisasi masyarakat lainnya di Kota Pontianak. Dengan membangun komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian, semakin banyak kebutuhan warga yang dapat dibantu secara bersama-sama.
“Saya berharap ormas yang ada di Kota Pontianak terus membangun komunikasi dan silaturahmi di antara kita. Bergerak aktif di masyarakat, sehingga tahu mana yang bisa kita beri dukungan,” ujarnya.
Bahasan menambahkan, bantuan pendidikan seperti tas dan alat tulis tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk percaya diri datang ke sekolah. Ia berharap anak-anak penerima bantuan dapat memanfaatkan perlengkapan tersebut dengan baik.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, membuat anak-anak semakin rajin sekolah, semakin semangat belajar, dan kelak tumbuh menjadi generasi cerdas serta berkarakter,” pungkasnya. (prokopim)
Bina Pesilat Muda Pontianak
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Turnamen Pencak Silat Bahasan Cup III 2026 di GOR Kota Pontianak, Jalan Tabrani Ahmad, Jumat (14/8/2026). Ia berharap turnamen ini menjadi ruang pembinaan sekaligus pemantik semangat bagi para pesilat muda untuk terus berlatih, berprestasi, dan menjunjung sportivitas.
Bahasan menyampaikan apresiasi kepada IPSI Kota Pontianak, panitia, pelatih, guru, wasit, juri, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti pencak silat tidak hanya penting untuk mencari juara, tetapi juga membangun karakter generasi muda.
“Pencak silat bukan hanya soal bagaimana cara memukul, menangkis, atau memenangkan pertandingan. Di dalamnya ada nilai-nilai yang harus kita tanamkan sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencak silat merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang mengandung nilai spiritual, etika, disiplin, keberanian, dan akhlak mulia. Karena itu, para pesilat harus memahami bahwa kemampuan bela diri harus selalu diiringi sikap hormat kepada orang tua, guru, pelatih, lawan bertanding, dan sesama.
“Dalam pencak silat ada ajaran untuk menghormati orang tua, menghormati guru, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda,” katanya.
Bahasan juga mengingatkan peserta agar bertanding secara sportif. Menurutnya, kemenangan memang menjadi tujuan dalam kompetisi, tetapi nilai kejujuran, ketangguhan, dan pengendalian diri jauh lebih penting dalam membentuk pribadi pesilat sejati.
“Bertandinglah dengan sportif. Prestasi harus diraih dengan semangat, kerja keras, dan tetap menjaga nilai-nilai luhur pencak silat,” pesannya.
Ia menilai Turnamen Bahasan Cup menjadi momentum bagi IPSI Kota Pontianak untuk terus meningkatkan pembinaan atlet. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, pesilat muda akan memiliki lebih banyak pengalaman bertanding dan kesempatan mengasah kemampuan.
Bahasan berharap, dari turnamen ini akan lahir atlet-atlet pencak silat Pontianak yang mampu berprestasi di tingkat daerah, provinsi, nasional, bahkan internasional. Namun, ia menegaskan prestasi harus tetap dibangun di atas fondasi akhlak dan karakter yang kuat.
“Kita ingin anak-anak muda Pontianak tidak hanya hebat di gelanggang, tetapi juga memiliki budi pekerti, disiplin, dan semangat menghargai sesama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih dan guru yang telah membimbing para peserta. Menurutnya, peran pelatih sangat penting dalam menanamkan teknik, mental bertanding, serta nilai-nilai luhur pencak silat kepada generasi muda.
Bahasan mengajak seluruh pihak terus memberi ruang bagi pembinaan olahraga di Kota Pontianak. Ia menilai, dukungan keluarga, sekolah, perguruan pencak silat, IPSI, dan pemerintah menjadi kunci agar potensi anak muda dapat berkembang.
“Semoga Turnamen Bahasan Cup ini menjadi awal yang baik untuk melahirkan lebih banyak pesilat berprestasi dari Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)
Tiga Menit, Warga Pontianak Diminta Hentikan Aktivitas Saat Proklamasi
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas sejenak selama tiga menit pada 17 Agustus 2026.
Imbauan ini disampaikan melalui surat edaran dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masyarakat diminta menghentikan aktivitas pada pukul 10.17 hingga 10.20 WIB, saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dan Bendera Merah Putih dikibarkan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.
“Pada 17 Agustus nanti, mari kita hentikan aktivitas sejenak selama tiga menit. Berdiri tegap dan bersama-sama menghormati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Edi, Kamis (13/8/2026).
Penghentian aktivitas dikecualikan bagi kegiatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain apabila dihentikan, termasuk pelayanan publik yang tidak dapat ditinggalkan.
Edi juga mengimbau pelaku usaha yang memiliki videotron untuk menyiarkan secara langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih agar dapat disaksikan masyarakat secara bersama-sama.
Jajaran TNI, Polri, dan Pemadam Kebakaran diminta membantu kelancaran pelaksanaan imbauan tersebut, antara lain dengan memperdengarkan sirene atau suara penanda lainnya sebelum Lagu Indonesia Raya berkumandang..
Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-13/M/S/TU.00.03/08/2026 tanggal 11 Agustus 2026 tentang Pedoman Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
“Selain itu, seluruh pejabat, pegawai, dan masyarakat juga diimbau menyaksikan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI melalui siaran langsung," tutup Edi. (prokopim)