,
menampilkan: hasil
178 KK di Rusunawa Terima Bantuan Beras
Rusunawa Harapan Jaya dan Komyos Sudarso
PONTIANAK - Untuk meringankan beban warga yang berpenghasilan rendah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelontorkan bantuan cadangan pangan kepada 178 warga yang bermukim di rumah susun sewa (rusunawa). Dua rusunawa yang mendapat bantuan cadangan pangan berupa beras yakni Rusunawa Harapan Jaya sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) dan 78KK di Rusunawa Komyos Sudarso. Masing-masing KK mendapat bantuan 10 kilogram beras.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menjelaskan, 100KK yang menerima bantuan beras ini adalah mereka yang belum menerima bantuan dari program lainnya. Ia berharap bantuan yang digelontorkan tersebut bisa mencakup seluruh warga yang ada di rusunawa. Diakuinya, penyaluran bantuan ini memang nilainya tidak begitu besar, meski demikian ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di rusunawa.
“Kita membagikan bantuan ini dalam rangka menghadapi hari besar keagamaan menyambut Iduladha 1445 Hijriyah,” sebutnya usai menyerahkan secara simbolis bantuan cadangan pangan kepada warga Rusunawa Harapan Jaya, Rabu (12/6/2024).
Ani Sofian menambahkan, bantuan beras ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Pontianak terhadap warga yang berpenghasilan rendah. Selain itu pula, dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat menekan angka inflasi.
“Tujuan kita untuk meringankan beban masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu membeli beras, mudah
mudahan juga berdampak pada inflasi dan program ini dalam dalam rangka pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.
Syarif Deni Kurniawan, Ketua RT 07 RW 14 di Rusunawa Harapan Jaya, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan kepada warga rusunawa sangat tepat mengingat mayoritas penghuninya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
"Bantuan ini memang sepatutnya diberikan bagi warga rusunawa karena rata-rata penghuni rusunawa berpenghasilan rendah," tuturnya.
Dia menuturkan, bantuan beras ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
"Dengan adanya bantuan beras ini sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari," ungkapnya.
Deni berharap agar kedepannya, Pemkot Pontianak dapat lebih memperhatikan warga di Rusunawa ini dengan menyediakan program-program yang dapat menjangkau kebutuhan mereka, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan bantuan pangan.
"Harapan kita kedepan agar kiranya setiap program baik dari dinas-dinas dapat menjangkau warga di Rusunawa ini, baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan bantuan pangan," tutupnya. (prokopim)
Warga Terbantu Digelarnya Pasar Murah
Pj Wako Tinjau Operasi Pasar di Kecamatan Pontianak Selatan
PONTIANAK - Operasi Pasar atau pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masih bergulir. Pasar murah yang menjual paket sembako seharga Rp70 ribu per paket ini digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1445 Hijriyah. Gelaran pasar murah dilaksanakan secara bergilir di setiap kecamatan se-Kota Pontianak.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian meninjau langsung pasar murah yang digelar di halaman Kantor Camat Pontianak Selatan, Rabu (12/6/2024). Ratusan warga ikut mengantre untuk mendapatkan paket sembako dengan harga murah. Melihat antusias warga yang begitu tinggi, Ani Sofian mengimbau warga untuk tertib saat mengantre.
“Setiap kecamatan disiapkan 400 paket sembako yang berisi 5 kilogram beras, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram serta ditambah sayuran. Dengan harga Rp70 ribu per paket, artinya mereka hanya membayar berasnya saja, sementara item-item lainnya didapat cuma-cuma,” ujarnya.
Dalam menggelar pasar murah ini, pihaknya menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di antaranya Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar), Bank Kalbar, Bulog, PDAM Tirta Khatulistiwa dan Perbarindo serta pelaku usaha.
“Harapannya dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam operasi pasar ini maka semakin banyak pula komoditas dan produk-produk pilihan yang bisa didapatkan dengan harga lebih murah dari pasaran,” ungkap Ani Sofian.
Melati, satu di antara warga yang membeli paket sembako di pasar murah di halaman Kantor Camat Pontianak Selatan, mengungkapkan, dirinya merasa sangat terbantu dengan digelarnya pasar murah ini.
“Kami berterima kasih kepada Pemkot Pontianak yang telah menggelar pasar murah ini karena sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Menurutnya, paket sembako yang dijual seharga Rp70 ribu per paket ini memang sangat murah jika dibandingkan harga di pasaran. Diakuinya, selama ini setiap berbelanja, harga komoditas tersebut lumayan tinggi.
“Di pasaran harga gula pasir per kilogramnya sekitar Rp19 ribu-an. Syukurlah ada pasar murah, harganya jadi lebih murah,” imbuhnya.
Operasi pasar murah digelar di setiap kecamatan secara bergilir. Untuk jadwalnya, di Kecamatan Pontianak Kota hari Selasa (11/6), Kecamatan Pontianak Selatan hari Rabu (12/6), Kecamatan Pontianak Tenggara hari Kamis (13/6), Kecamatan Pontianak Timur hari Jumat (14/6) dan Kecamatan Pontianak Utara hari Sabtu (15/6). Semuanya dipusatkan di kantor camat masing-masing mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. (prokopim/kominfo)
Pj Wako Puji Kreativitas Siswa SDN 19 Pontianak Utara
Gelar Karya dan Pentas Seni Profil Pelajar Pancasila
PONTIANAK - Dalam upaya memperkuat kompetensi siswa dalam Profil Pelajar Pancasila, SDN 19 Pontianak Utara menggelar Gelar Karya dan Pentas Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada pagelaran itu, tema yang diangkat adalah kewirausahaan dan kearifan lokal.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengapresiasi dan mendukung pagelaran gelar karya dan pentas seni ini dalam membentuk profil pelajar Pancasila. Menurutnya, projek tersebut sejalan dengan Program Merdeka Belajar yang memang mengutamakan kreativitas dari para siswa, mulai dari tingkat dasar hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Melalui metode ini, siswa tidak hanya dituntut menggali ilmu, tetapi juga bisa berkreativitas sehingga mereka mempunyai bekal,” ujarnya usai membuka Gelar Karya dan Pentas Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di halaman SDN 19 Pontianak Utara, Selasa (11/6/2024).
Ani Sofian juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiasi SDN 19 Pontianak Utara yang mendorong kreativitas siswa dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Daur ulang barang bekas yang dilakukan siswa itu dinilai sebagai sebuah inovasi dalam menjadikan sesuatu lebih bermanfaat.
“Aksi ini merupakan suatu inovasi bagi siswa kita untuk menghargai bahwa sampah itu bukan satu masalah, tapi sampah itu adalah suatu solusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan penghasilan dari mengelola sampah,” tuturnya.
Selama ini sampah diidentikkan dengan sesuatu yang kotor dan berbau, menyumbat saluran air serta hal-hal yang dianggap tidak bermanfaat. Padahal, kata dia, sampah itu mempunyai nilai ekonomis apabila dikelola secara optimal.
“Maka dari itu melalui kreativitas siswa di SDN 19 ini, saya berharap sampah ini dapat dikelola dengan baik diberikan contoh kepada masyarakat sekitar sehingga sampah ini memberikan manfaat bagi kita semua,” imbuh Ani Sofian.
Meski sistem pendidikan berubah seiring berjalannya waktu, namun ia mengingatkan kepada para guru untuk tetap semangat dalam mengajar demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Majunya kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang berkomitmen untuk mendidik siswa menjadi SDM yang unggul,” sebutnya.
Ketua Panitia Gelar Karya dan Pentas Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Eka Jumiyati berharap kegiatan yang digelar atas kerja sama antara sekolah dan orang tua peserta didik ini bisa menjadi wadah dalam menerapkan Profil Pelajar Pancasila.
“Sehingga mereka mampu berkembang menuju pembelajaran sesuai kurikulum Merdeka Belajar,” tuturnya.
Pada kegiatan ini, lanjutnya lagi, murni hasil kreasi peserta didik SDN 19 yang dibuat atas bimbingan para guru dan fasilitator. Berbagai kreasi yang dibuat oleh siswa, antara lain produk kerajinan dan hasil olahan pangan yang bergizi serta kreasi seni daerah.
“Hasil karya hari ini benar-benar dari barang bekas yang kami kumpulkan dari plastik, semua adalah hasil kreasi yang kami programkan berdasarkan tema yang kami tulis,” tutup Eka.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dikenal dengan istilah P5 adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. (prokopim)
TPPS Pusat Tinjau Aksi Intervensi Serentak di Posyandu Anggrek
PONTIANAK – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain beserta jajaran menerima kunjungan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat dalam rangka evaluasi dan monitoring pelaksanaan aksi intervensi serentak stunting, di Posyandu Anggrek, Kelurahan Akcaya Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (11/6/2024).
Zulkarnain mengatakan, kedatangan TPPS Pusat ini menjadi angin segar untuk penurunan stunting di Kota Pontianak. Mengingat angka stunting di Kota Pontianak yang turun secara signifikan dalam tiga tahun terakhir.
“Kami optimis dapat mencapai target nasional 14 persen pada akhir tahun. Sekarang angka stunting berada pada 16,7 persen, di tahun 2022 itu 19,7 persen dan pada 2021 ada pada angka 24 persen. Ini penurunan yang sangat signifikan,” jelasnya, yang juga selaku Ketua TPPS Kota Pontianak.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mencanangkan Intervensi Serentak Stunting dan Jambore Kader Posyandu sebagai bentuk komitmen bersama melaksanakan sepuluh aksi intervensi serentak stunting atas arahan TPPS Pusat. Zulkarnain menjelaskan, kedatangan TPPS Pusat untuk melihat kondisi riil di lapangan.
“Jadi dari perwakilan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) datang untuk melihat langsung, kami siapkan apa adanya, jadi perwakilan Setwapres mengetahui inilah rutinitas posyandu di Kota Pontianak,” imbuhnya.
Posyandu Anggrek tergabung sebagai Integrasi Layanan Primer (ILP), yang merupakan bagian penting dalam transformasi sistem kesehatan di layanan primer. ILP berfokus pada tiga hal, yaitu siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan; perluasan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kelurahan dan pedukuhan; serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.
“Pelayanan termasuk posyandu remaja dan lansia, yang datang bukan hanya balita. Ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan,” papar Pj Sekda.
Asisten Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan (PMPP) Setwapres RI Maria Selly menyampaikan, pihaknya menjadi penanggungjawab pemantau pelaksanaan intervensi serentak penurunan stunting.
Ada lima kabupaten dan kota yang dimonitoring di Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Landak, Mempawah, Kubu Raya, Kota Pontianak dan Singkawang.
“Kami memantau bagaimana posyandu dari meja 1 sampai meja 5, bagaimana caranya sesuai standar yang diberikan, dari datanya kami laporkan ke pusat,” paparnya.
Secara umum, menurut Maria, pelayanan di Posyandu Anggrek sudah sangat baik dengan didukung pemerintah daerah, baik dari kota maupun provinsi. Antusias masyarakat lansia sangat tinggi.
“Mereka sangat antusias dan kader-kader dari posyandu juga mendukung hal ini. Posyandu di sini bukan hanya untuk ibu hamil dan balita, ini jadi hal yang positif,” terangnya.
Intervensi Serentak Stunting ini dilaksanakan untuk membangun komitmen setiap pihak, bukan hanya dari kader posyandu, tetapi juga para sasaran. Maria berharap, apabila ada perkembangan sasaran yang kurang baik, agar segera ditindaklanjuti.
“Sebenarnya tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mencegah stunting baru, kalau semua perhatian terhadap sasaran, maka upaya yang harus dilakukan adalah pencegahannya,” pungkasnya.
Selain ke Posyandu Anggrek, TPPS Pusat juga akan melaksanakan monitoring ke Posyandu Surya Sehat di Jalan Parit Haji Husin I. Lokasi itu sebelumnya juga telah didatangi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Ia menilai Posyandu Surya Sehat perlu dilakukan peningkatan lebih lanjut. (kominfo)