,
menampilkan: hasil
Tingkatkan Kesadaran Warga Patuhi Kawasan Tanpa Rokok
Pj Wali Kota: Bukan Tidak Boleh Merokok, Tapi Dilarang di Kawasan Tertentu
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mendorong komitmen lintas sektoral untuk memperkuat penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Ia mengatakan, KTR mengatur tempat dilarangnya merokok.
“Artinya bukan melarang merokok, tetapi menentukan titik tertentu, area dilarang merokok,” paparnya, usai membuka Lokakarya Lintas Sektor Implementasi Penegakan Perda No 10 Tahun 2010 di Hotel Orchard Jalan Ahmad Yani, Selasa (27/8/2024).
Ani Sofian menerangkan, ada tujuh lokasi yang tergolong KTR di Kota Pontianak. Dari ketujuh kawasan dilarang merokok, tingkat ketaatan masyarakat di tiap-tiap kawasan tersebut berbeda-beda. Misalnya pada fasilitas kesehatan, kesadaran untuk tidak merokok sudah mencapai 99 persen.
“Masih ada satu persen yang merokok dan belum sadar, kemudian fasilitas pendidikan 92 persen, tempat anak bermain 99 persen, tempat ibadah 95 persen, tempat kerja 95 persen, fasilitas umum 85 persen. Itu yang harus kita pacu lagi, mudah-mudahan meningkat kesadaran warga tidak merokok di area KTR,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, apabila saat terjadi proses penindakan, siapapun yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan atau tipiring. Bagi pelanggar dikenakan denda Rp50 ribu.
“Denda tipiring Rp50 ribu lumayan juga, dendanya lebih besar dari harga rokok, nanti mungkin ditingkatkan dua kali lipat jadi Rp100 ribu,” tegasnya.
Selama 14 tahun Perda No 10 Tahun 2010 sudah diterapkan. Ani Sofian menilai, selalu ada ruang evaluasi dalam implementasi setiap aturan. Ia berharap, melalui lokakarya yang diikuti instansi terkait semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak merokok di wilayah KTR.
“Evaluasi Perda kita mungkin selama 14 tahun banyak hal yang masih sulit dilakukan, mudah-mudahan lokakarya yang juga diikuti kepolisian maupun TNI, mungkin dengan pengalaman tugas tempat lain ada metode dan kebijakan daerah lain bisa diadopsi di forum ini dan jadi bahan evaluasi Perda,” imbuhnya.
Dayang Yuliani, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak menambahkan, kegiatan lokakarya diikuti perwakilan lintas sektor berjumlah 32 orang, mulai dari Forkopimda Kota Pontianak, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, sampai Satgas KTR.
“Harapannya terbentuk komitmen lintas sektor dalam implementasi Perda KTR serta ada revisi dan rekomendasi kebijakan tambahan yang lebih efektif dalam mendukung KTR hingga peningkatan kapasitas penegak hukum,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Pontianak Menuju Kota Kreatif Indonesia
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak tengah mengajukan diri sebagai Kota Kreatif Indonesia ke Kemenparekraf. Saat ini tim pusat tengah melakukan uji petik dengan turun langsung ke lapangan. Uji petik dilakukan sejak Senin (26/8/2024).
Kepala Bappeda Pontianak Sidig Handanu menjelaskan ada beberapa alternatif sub sektor ekonomi kreatif yang diajukan. Antara lain budaya ngopi, seni tari dan kriya batu akik. Ekonomi kreatif memang jadi salah satu perhatian pemerintah lantaran Pontianak tak memiliki sumber daya alam selain sungai Kapuas.
"Kami ingin mendorong Pontianak jadi kota perdagangan dan jasa. Dan Pontianak bisa mengolah kopi dan bisa memberikan efek pada PDRB kota dan arah nya adalah peningkatan ekonomi masyarakat dan kota," jelasnya ketika menerima tim uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia di Aming Coffee Hutan Kota, Senin (26/8/2024).
Dia menjelaskan Kota Pontianak tidak memiliki pabrik-pabrik skala besar karena daya dukung lingkungan yang tidak memadai. Luasan kota pun terbatas. Alhasil penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berasal dari industri manufaktur dengan skala kecil.
"Kalau ditanya peluang investasi, nomor satu di konsumsi, nomor dua di konsumsi, nomor tiga di konsumsi," jelasnya.
Oleh karenanya, ekonomi kreatif jadi salah satu unggulan di Pontianak. Salah satunya budaya ngopi yang membuat warung kopi hidup, dan menyerap banyak tenaga kerja. Pelanggan pun tak sekadar nongkrong, namun di sana juga terjadi obrolan bisnis dan melahirkan ide-ide kegiatan kreatif.
"Budaya ngopi di Pontianak yang unik dan diharapkan bisa menopang aspek pariwisata di Pontianak dan berimbas pada ekonomi," katanya.
Sidig Handanu pun berharap Pontianak mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf untuk mengembangkan Kota Pontianak menjadi kota kreatif, dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Sementara perwakilan Tim Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), Elizabeth menjelaskan di tahun ini, Pontianak jadi kota keempat yang diuji petik. Pekan lalu, mereka mengunjungi Samarinda yang mengusulkan diri sebagai Kota Musik. Walau sebenarnya dalam borang mereka, didominasi sub sektor kuliner.
"Kalau sekilas dari informasi yang didapat, Pontianak ini meeting poin, nanti kami akan cek seperti apa dampak (budaya ngopi) ini. Kadang muncul sub sektor lain ketika diuji petik," jelasnya.
Ia menjelaskan dalam uji petik memang tak bisa merangkum semua sub sektor ekonomi kreatif. Namun dia berharap lima aktor dalam ekonomi kreatif di Pontianak bisa saling mendukung. Mereka pun memastikan jejaring kreatif Indonesia akan saling dukung.
"Saya harap semua bisa mendapat manfaat dari uji petik yang kita lakukan," katanya. ( Sumber : bappedaptk)
Pj Wali Kota Ajak Masyarakat Hargai Pilihan Politik Tiap Individu
PONTIANAK – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur, di ruas Jalan Rahadi Usman Taman Alun Kapuas, Senin (26/8/2024).
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian ikut hadir dalam agenda tersebut. Ia mendukung proses pengamanan dan menjaga ketertiban umum selama Pilkada di Kota Pontianak.
“Berkaca dari Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan Februari kemarin, alhamdulillah prosesnya lancar dan aman, bahkan di titik yang rawan juga lancar tanpa hambatan berarti, terima kasih kepada Polda Kalbar,” ungkapnya, usai apel.
Ani Sofian mengajak masyarakat Kota Pontianak untuk ikut berkontribusi memilih kepala daerah, karena satu suara sangat berarti menentukan nasib pembangunan. Warga Kota Pontianak akan menentukan pilihan pasangan gubernur-wakil gubernur serta pasangan wali kota-wakil wali kota.
“Siapapun yang kita pilih, pastikan kita memilih berdasarkan hati nurani dan tanpa paksaan, berdasarkan program yang diusung serta paling penting menghormati pilihan masing-masing,” papar Pj Wali Kota.
Ia mengingatkan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar. Ani Sofian bilang, setiap warga dapat melaporkan kejadian yang mencurigakan atau potensi gangguan keamanan kepada pihak berwajib.
"Mari kita bersinergi dan berkolaborasi untuk menciptakan kota Pontianak yang aman dan kondusif. Dengan kerjasama yang solid, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik," pungkasnya.
Gelar operasi pengamanan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan rasa aman di kalangan masyarakat Pontianak dan menjadi langkah awal yang baik dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Pontianak. (kominfo)
Siswa Pontianak Sumbang Empat Medali Perak O2SN
PONTIANAK - Siswa-siswi asal Kota Pontianak yang mewakili Kontingen Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil menyumbangkan empat medali perak pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2024 di Jakarta. Pada ajang tingkat nasional ini, medali yang disumbangkan adalah satu medali perak jenjang SD dan tiga medali perak jenjang SMP.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi para siswa asal Kota Pontianak yang tergabung dalam Kontingen Kalbar atas perolehan medali perak dalam ajang O2SN.
“Tentunya kita sangat bangga dengan pencapaian para siswa dari Kota Pontianak yang telah mampu bersaing pada lomba tingkat nasional ini,” ujarnya, Senin (26/8/2024).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari hasil kerja keras para siswa, dukungan orang tua serta bimbingan dari para guru dan pelatih. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat dan potensi para pelajar, termasuk dalam bidang olahraga, guna menciptakan generasi muda yang unggul dan berprestasi. Dirinya menilai, prestasi yang diukir para siswa merupakan bagian dari keberhasilan dalam pembinaan olahraga di sekolah-sekolah.
"Prestasi ini juga menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan olahraga di sekolah-sekolah Kota Pontianak," tambahnya.
Ani Sofian berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Kota Pontianak untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ia pun mengajak para siswa untuk terus berlatih dan menggali segala potensi yang dimiliki sehingga bisa meraih prestasi yang membanggakan.
"Semoga prestasi ini menjadi awal yang baik bagi perkembangan olahraga pelajar di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat secara keseluruhan," imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak Sri Sujiharti menerangkan, empat medali perak yang diperoleh Kontingen Kalbar berasal dari siswa-siswi Kota Pontianak.
“Kami merasa bersyukur karena siswa-siswi dari Kota Pontianak mampu mengukir prestasi di tingkat nasional pada ajang O2SN tahun ini,” ucapnya.
Sri merincikan, perolehan medali perak tingkat SD berasal dari Keisya Carysha dari SD Gembala Baik Cabang Karate Kumite Perorangan Putri. Sedangkan tingkat SMP dicetak oleh Rafa Syazwan Ramadhan dari SMPN 02 Kota Pontianak yang meraih dua medali perak sekaligus, yakni Cabang Renang Gaya Dada 50 meter Putra dan Cabang Renang Gaya Bebas 50 meter Putra. Kemudian Cabang Bulutangkis Putri, Fenyta Izdni Anggreini dari SMP Koperasi berhasil menyumbangkan medali perak.
“Semoga kedepannya terus muncul bibit-bibit atlet dari siswa-siswi Kota Pontianak yang bisa mencetak prestasi tingkat nasional atau bahkan internasional,” tutupnya. (prokopim)