,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Perkuat Literasi Keuangan
OJK Apresiasi Capaian TPAKD
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi, perluasan akses layanan keuangan, serta kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan dan industri jasa keuangan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, peningkatan literasi keuangan penting agar masyarakat tidak sekadar memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakan layanan tersebut dengan aman, tepat dan bertanggung jawab.
“Sekarang akses keuangan semakin luas dan produknya semakin beragam. Yang perlu kita pastikan adalah masyarakat memahami manfaat, risiko dan cara menggunakan produk keuangan dengan benar,” ujarnya usai peluncuran Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Gaia Mall, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, Pemkot Pontianak bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong berbagai program yang menyasar pelajar, pelaku UMKM hingga masyarakat umum. Edi menilai literasi harus berjalan seiring dengan inklusi. Semakin luas akses masyarakat terhadap produk keuangan, menurutnya, harus diikuti dengan peningkatan pemahaman agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam penipuan, investasi ilegal maupun layanan keuangan yang tidak sesuai kebutuhan.
“Jangan sampai masyarakat sudah menggunakan berbagai produk keuangan, tetapi belum memahami risikonya. Karena itu edukasi harus terus dilakukan,” katanya.
Upaya itu juga diperkuat melalui digitalisasi pelayanan Pemerintah Kota Pontianak. Berbagai transaksi daerah, termasuk pembayaran pajak, terus diarahkan melalui kanal non-tunai untuk memberikan kemudahan sekaligus membiasakan masyarakat dengan transaksi keuangan digital. Namun Edi mengingatkan, penggunaan layanan digital juga harus diikuti pemahaman tentang keamanan transaksi.
“Masyarakat harus tahu bagaimana menjaga data pribadi, tidak mudah memberikan OTP dan tidak mudah percaya tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak jelas,” jelasnya.
Apa yang dilakukan Pemkot Pontianak mendapat apresiasi dari OJK Kalimantan Barat. Kepala OJK Kalbar Rochma Hidayati menyebut Pontianak sebagai kota dengan capaian terbaik di wilayah Kalimantan dalam pelaksanaan program TPAKD.
“Untuk tingkat kota, ada sembilan kota di wilayah Kalimantan. Apresiasi kepada Bapak Edi Rusdi Kamtono, Pontianak terbaik di seluruh wilayah Kalimantan,” ujarnya.
Menurut OJK, capaian tersebut menjadi bagian dari kinerja TPAKD di Kalimantan Barat yang secara umum menunjukkan hasil positif. Berdasarkan monitoring dan evaluasi tahun 2025, realisasi capaian agregat rata-rata TPAKD Kalimantan Barat mencapai 135 persen. Seluruh 14 kabupaten/kota juga tercatat memiliki capaian di atas 100 persen. Secara angka, tingkat literasi keuangan Kalimantan Barat berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 tercatat 70,61 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.
Sementara indeks inklusi keuangan Kalbar berada pada angka 92,72 persen, sedikit di bawah angka nasional sebesar 93,61 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan bersama agar perluasan akses dibarengi peningkatan pemahaman masyarakat.
Ia menilai kesenjangan antara literasi dan inklusi harus menjadi perhatian karena masih terdapat masyarakat yang menggunakan produk keuangan tanpa memahami sepenuhnya manfaat maupun risikonya.
“Kalau inklusi tinggi tetapi literasinya tertinggal, di situlah ada celah terjadinya penipuan, investasi ilegal maupun pinjaman yang tidak dipahami dengan baik,” katanya.
OJK juga mencatat sekitar 95,4 persen pelajar di Kalimantan Barat telah memiliki rekening Simpanan Pelajar, lebih tinggi dari target nasional sebesar 91 persen.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat semakin cakap mengelola keuangan, semakin mudah mengakses layanan yang legal dan aman, serta semakin terlindungi dari risiko keuangan,” pungkasnya. (prokopim)
Bahasan Ajak Warga Jaga Drainase
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat sebagai langkah bersama mengantisipasi genangan. Ajakan itu disampaikannya saat kegiatan gotong royong bersama perangkat daerah dan masyarakat di wilayah Pontianak Tenggara, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan menyasar sejumlah titik yang dinilai memiliki tumpukan sampah dan berpotensi menghambat aliran drainase. Dinas PUPR melalui bidang sumber daya air turut dilibatkan untuk mengantisipasi sumbatan pada saluran sekunder maupun primer.
“Yang kita lakukan hari ini bukan hanya membersihkan sampah, tetapi juga memastikan drainase tidak tersumbat. Ini bagian dari upaya kita mengantisipasi genangan,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, penanganan genangan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Pontianak, terlebih di tengah perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi. Menurutnya, upaya pemerintah tidak akan maksimal apabila tidak disertai dukungan masyarakat.
“Pasukan SDA di PUPR hampir setiap hari bergerak. Kalau hujan ekstrem, mereka juga siaga dengan mesin pompa. Tetapi kalau tidak didukung masyarakat, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.
Ia mengingatkan warga agar tidak menutup saluran air secara permanen hanya untuk merapikan bagian depan, samping maupun belakang rumah. Penutupan selokan dapat menghambat aliran air dan membuat genangan bertahan lebih lama. Selain itu, Bahasan meminta masyarakat tidak menjadikan parit sebagai tempat membuang sampah. Kebiasaan membuang sampah ke saluran air dinilainya menjadi salah satu penyebab terjadinya penyumbatan.
“Jangan sampai karena merasa paling mudah, sampah langsung dilempar ke parit. Kita harus terus mengedukasi supaya masyarakat memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menjaga kebersihan,” katanya.
Menurut Bahasan, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.
“Tugas menjaga lingkungan tetap bersih dan asri adalah tugas kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya. (prokopim)
Bahasan Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Kebakaran di Dharma Putra
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Jalan Dharma Putra I, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (29/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bentuk respons Pemerintah Kota Pontianak terhadap warga yang mengalami musibah dan kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran Rabu (28/10/2026) malam itu mengakibatkan rumah Andre dan Sri Asih mengalami kerusakan berat hingga terbakar seluruhnya. Sedikitnya lima jiwa terdampak dalam musibah tersebut, termasuk anak-anak.
Bahasan menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami keluarga korban. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan warga pada masa awal setelah kejadian.
“Musibah tentu tidak pernah kita inginkan. Pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban warga, terutama kebutuhan yang sifatnya mendesak setelah kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan. Pendataan terhadap korban juga penting agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan lanjutan yang diperlukan masing-masing keluarga. Ia mengapresiasi jajaran Dinas Sosial, Tagana, kecamatan, kelurahan serta unsur terkait yang melakukan pendataan dan pendampingan kepada warga terdampak.
Bahasan meminta koordinasi antarpihak terus dilakukan agar kebutuhan dasar korban dapat ditangani secepat mungkin.
“Terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, tentu perlu perhatian bersama. Jangan sampai setelah kejadian mereka kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar,” jelasnya.
Selain memberikan dukungan kepada korban, Bahasan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman. Ia meminta warga lebih rutin memeriksa instalasi listrik maupun sumber api di dalam rumah serta memastikan kondisi lingkungan memungkinkan akses petugas apabila terjadi keadaan darurat.
“Kita semua harus lebih berhati-hati. Cek instalasi listrik, penggunaan peralatan rumah tangga dan hal-hal lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” pesannya.
Bahasan berharap keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan dapat segera bangkit setelah musibah tersebut.
“Semoga keluarga diberikan ketabahan. Pemerintah bersama masyarakat akan berupaya membantu agar mereka bisa melewati kondisi ini dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (prokopim)
Ajak Kader PKK Bijak Bermedia Digital dan Kembangkan Usaha
PONTIANAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengajak kader PKK untuk meningkatkan literasi digital, menjaga keamanan keluarga di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan kolaborasi Sosialisasi Kebijakan Pemerintah Daerah (SIPEDE) dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak bersama LENTERA PKK di Aula Sekretariat PKK Kota Pontianak, Kamis (29/10/2026).
Yanieta mengatakan, teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari berkomunikasi dan mencari informasi hingga berbelanja serta memasarkan produk usaha. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi kewaspadaan terhadap hoaks, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, dan perilaku yang tidak bijak di media sosial.
“Literasi digital tidak sebatas kemampuan menggunakan telepon pintar, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menjaga keamanan diri dan keluarga, serta bertanggung jawab saat bermedia sosial,” ungkapnya.
Lewat kegiatan ini, Yanieta menekankan pentingnya peran kader PKK dalam meneruskan pengetahuan yang didapat kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Kader diharapkan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta tidak mudah percaya pada tawaran yang menjanjikan keuntungan secara instan.
“Selain meningkatkan literasi digital, kolaborasi melalui LENTERA PKK juga diarahkan untuk mendorong kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) agar lebih percaya diri memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pemasaran produk melalui media digital perlu didukung foto produk yang menarik, promosi yang tepat, serta kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, kelompok UP2K diharapkan dapat semakin berkembang dan mandiri.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kembali kepada keluarga maupun kelompok usaha,” terang Yanieta.
Yanieta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi ini memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan keluarga yang lebih aman di ruang digital serta kelompok UP2K yang semakin maju dan mandiri.
Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Syamsul Akbar, mengatakan bahwa masyarakat perlu untuk lebih mawas diri tentang bagaimana beraktivitas di dunia digital dengan sehat dan aman. Karena menurutnya, dewasa ini sebagian besar masyarakat sudah bersentuhan dengan dunia digital.
“Kita harus lebih tenang, teliti, dan aman sangat menggunakannya,” ucapnya.
Akbar menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam dunia digital, seperti menjaga kerahasiaan data pribadi, menghindari penipuan online, hingga ancaman di dunia digital lainnya.
“Jangan membagikan data pribadi secara sembarangan, gunakan password yang tidak mudah ditebak, dan langkah lainnya untuk memproteksi diri kita dari ancaman di dunia digital,” pungkasnya. (kominfo)