,
menampilkan: hasil
Asnah Terbantu Belanja Bahan Pokok di Pasar Murah
Pengunjung Bisa Langsung Belanja Tanpa Kupon
PONTIANAK - Asnah (52), warga Siantan Hilir, tampak sibuk memilih berbagai bahan pokok yang dijual pada pasar murah di halaman Kantor Camat Pontianak Utara. Paket berisi beras premium SPHP lima kilogram dan gula pasir satu kilogram dibelinya dengan harga Rp72 ribu. Ia pun beranjak menuju lapak yang menjual telur, mengeluarkan lembaran Rp15 ribu, satu pak telur isi 10 butir diperolehnya dari pasar murah.
“Alhamdulillah, adanya pasar murah ini setidaknya meringankan pengeluaran saya untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, gula dan telur,” ujarnya usai berbelanja di pasar murah yang digelar di halaman Kantor Camat Pontianak Utara, Minggu (24/3/2024).
Menurutnya, pasar murah ini menjadi momentum yang tepat di saat bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Apalagi harga kebutuhan pokok seperti beras dan komoditas lainnya mengalami kenaikan.
“Mudah-mudahan pasar murah ini lebih rutin digelar sehingga harga-harga kebutuhan pokok terjangkau bagi kami,” kata ibu rumah tangga ini.
Operasi pasar atau pasar murah ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Perum Bulog Divre Kalbar, Bank Kalbar, Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak dan sejumlah perusahaan swasta. Berbagai macam komoditi yang dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, ayam, sayur-sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Sejumlah komoditi dijual dalam bentuk paket dengan harga bervariasi sesuai dengan isi paket.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, operasi pasar atau pasar murah kali ini skalanya lebih besar dari yang sudah pernah digelar sebelumnya dengan melibatkan banyak pihak termasuk swasta sehingga masyarakat banyak pilihan untuk membeli kebutuhannya menjelang lebaran. Untuk mekanisme pembelian komoditi yang ada di bazar ini, masyarakat hanya cukup mendatangi lokasi pasar murah dan memilih barang keperluan yang ingin dibeli.
“Silakan masyarakat mendatangi lokasi-lokasi pasar murah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, tanpa memakai kupon,” ucapnya.
Sebagai informasi, Operasi Pasar ini dilaksanakan secara bergilir di enam kecamatan. Tanggal 23 Maret di Kantor Camat Pontianak Tenggara, 24 Maret di Kantor Camat Pontianak Utara, 25 Maret di Kantor Camat Pontianak Selatan, 26 Maret di Kantor Camat Pontianak Barat, 27 Maret Kantor Camat Pontianak Kota dan 5 April di Kantor Camat Pontianak Timur. Pasar murah digelar mulai pukul 08.00 - 12.00 WIB. (prokopim)
Pertama Dibuka, Pasar Murah di Pontianak Tenggara Diserbu Pembeli
Ani Sofian Harap Pasar Murah Ringankan Warga Jelang Lebaran
PONTIANAK - Operasi Pasar atau Pasar Murah menjelang Idulfitri 1445 Hijriyah mulai digelar. Sebagai pembuka, Kantor Camat Pontianak Tenggara menjadi lokasi perdana dimulainya pasar murah, Sabtu (23/3/2024). Pasar murah ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Perum Bulog Divre Kalbar, Bank Kalbar, Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak dan sejumlah perusahaan swasta. Berbagai macam komoditi yang dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, ayam, sayur-sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Sejumlah komoditi dijual dalam bentuk paket dengan harga bervariasi sesuai dengan isi paket.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian meninjau langsung pasar murah yang digelar di halaman Kantor Camat Pontianak Tenggara. Warga antusias berbelanja berbagai bahan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
“Operasi pasar atau pasar murah ini skalanya lebih besar dari sebelumnya dengan melibatkan banyak pihak termasuk swasta sehingga masyarakat banyak pilihan untuk membeli kebutuhannya menjelang lebaran,” ujarnya.
Untuk mekanisme pembelian komoditi yang ada di bazar ini, masyarakat hanya cukup mendatangi lokasi pasar murah dan memilih barang keperluan yang ingin dibeli.
“Silakan masyarakat mendatangi lokasi-lokasi pasar murah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, tanpa memakai kupon,” ungkapnya.
Melihat antusias masyarakat yang berbelanja di pasar murah, Ani berharap masyarakat akan merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan mereka selama bulan Ramadan hingga menjelang lebaran. Apalagi komoditi yang dijual dalam bazar ini harganya relatif lebih murah dari harga pasaran. Ia berharap, melalui operasi pasar murah ini harga komoditas kebutuhan pokok ikut turun.
“Kita berharap dengan digelarnya pasar murah ini, inflasi bisa lebih terkendali,” ucapnya.
Sebagai informasi, Operasi Pasar ini dilaksanakan secara bergilir di enam kecamatan. Tanggal 23 Maret di Kantor Camat Pontianak Tenggara, 24 Maret di Kantor Camat Pontianak Utara, 25 Maret di Kantor Camat Pontianak Selatan, 26 Maret di Kantor Camat Pontianak Barat, 27 Maret Kantor Camat Pontianak Kota dan 5 April di Kantor Camat Pontianak Timur. Pasar murah digelar mulai pukul 08.00 - 12.00 WIB. (prokopim)
PKK Pontianak Gencar Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat Cegah Penyakit
Sosialisasi Promosi Kesehatan dengan Tema Hipertensi dan Kesehatan Ginjal
PONTIANAK - Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya hipertensi dan kesehatan ginjal, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak menggelar Sosialisasi Promosi Kesehatan dan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Jumat (22/3/2024).
Pj Ketua TP-PKK Kota Pontianak Anita Ani Sofian mengatakan, sosialisasi ini digelar sebagai bagian dari program kerja PKK sebagai mitra kerja pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, termasuk pembangunan manusia.
“Salah satu peran yang dilakukan PKK di masyarakat yakni meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat sehingga masyarakat dapat mencegah penyakit, baik itu penyakit menular maupun tidak menular,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia tengah mengalami perubahan pola yang sering disebut epidemiologi, yang mana ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes, gagal ginjal dan lainnya.
“Oleh sebab itu peran kader PKK untuk peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya penyakit tidak menular tersebut di masyarakat,” ungkapnya.
Anita menambahkan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam berperilaku sehat dan aktivitas fisik serta pola makan yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab tingginya penyakit-penyakit tersebut. Penyakit tidak menular itu pula yang menjadi penyebab tingginya angka kematian di Indonesia.
“Maka perlu digencarkan kegiatan promosi kesehatan di lingkungan masyarakat untuk berperilaku sehat khususnya pada kelompok potensial seperti kader PKK, pengelola PAUD, Karang Taruna, Dasa Wisma dan lainnya,” pungkasnya.
Selain itu, sosialisasi yang disampaikan oleh dr R Sony Yusuf Wibisono, Sp PD KGH FINASIM, memaparkan mengenai pola makan sehat dan gaya hidup sehat yang menjadi fokus dalam kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk mengurangi risiko terkena hipertensi dan masalah kesehatan ginjal. Kegiatan promosi kesehatan dan strategi komunikasi perubahan perilaku ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Pontianak, sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tinggi. (prokopim)
Tim Pengawasan Uji Sampel 17 Produk Olahan di Pasar Flamboyan
Hasil Pemeriksaan Negatif Formalin dan Boraks
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Tim Pengawasan Terpadu menggelar pemeriksaan terhadap produk pangan hasil olahan industri di Pasar Flamboyan, Jumat (22/3/2023). Tim Pengawasan yang terdiri dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Satpol PP Kota Pontianak, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, serta Kementerian Kesehatan RI melakukan uji sampel terhadap 17 jenis produk olahan industri yang dijual di pasar tersebut. Jenis produk tersebut antara lain mie kuning, mie putih, bakso ikan, kulit lumpia, tahu basah, tahu goreng, hekeng, kolang kaling, cincau, sotong kering, cencalok, tauco, ikan teri, ikan asin talang, nugget paha ayam, ikan asin gembung, dan produk lainnya. Selain itu, tim pengawasan juga melakukan pemeriksaan di salah satu pabrik industri mie.
Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menjelaskan bahwa tujuan pemeriksaan ini adalah sebagai upaya pengawasan yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dalam mengkonsumsi produk makanan olahan yang beredar.
"Dengan demikian, konsumen tidak akan ragu untuk membeli produk olahan tersebut," ungkapnya setelah meninjau pemeriksaan produk olahan industri di Pasar Flamboyan.
Ani menambahkan, dalam pemeriksaan uji sampel yang dilakukan oleh Tim Pengawasan, terdapat 17 macam bahan pangan hasil olahan industri yang diambil sebagai sampel pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa produk olahan yang beredar tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti formalin dan boraks. Berdasarkan hasil pemeriksaan, 14 produk terbukti bebas dari formalin dan 3 produk lainnya dinyatakan bebas dari boraks.
"Dengan demikian, semua produk olahan yang beredar di pasar ini aman untuk dikonsumsi masyarakat," tambahnya.
Dia juga menghimbau para pedagang untuk menjual produk olahan yang bebas dari bahan pengawet, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk membeli makanan hasil olahan industri.
"Dengan demikian, produk dagangan mereka akan banyak diminati oleh masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap produk tersebut meningkat, yang pada akhirnya akan mendukung perkembangan usaha mereka," pungkasnya. (prokopim)