,
menampilkan: hasil
Pj Wako Dukung Peran Wanita Islam Masyithah dalam Pemberdayaan Masyarakat
PONTIANAK - Kehadiran organisasi wanita diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kota Pontianak. Salah satunya Yayasan Wanita Islam Masyithah Pontianak yang dikukuhkan kepengurusannya di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Sabtu (29/6/2024). Humaira Novriyanti dilantik selaku Ketua Yayasan Wanita Islam Masyithah Pontianak.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyatakan dukungan penuh terhadap peran dan kontribusi Yayasan Wanita Islam Masyithah dalam upaya pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Saya mengapresiasi dedikasi dan komitmen Yayasan Wanita Islam Masyithah yang telah berkiprah dalam memberdayakan perempuan dan membangun masyarakat yang lebih baik di Kota Pontianak," ujarnya.
Menurutnya, peran organisasi seperti ini sangat penting dalam mendukung program-program pemerintah, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
"Kami berharap pengurus baru dapat melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta mengembangkan inovasi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," tambah Ani Sofian.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wanita Islam Masyithah yang baru dikukuhkan, Humaira Novriyanti menerangkan, setelah pelantikan kepengurusan yang baru ini, pihaknya akan melakukan rapat kerja dengan semua biro untuk membuat program-program yang bisa langsung menyentuh permasalahan perempuan dan anak. Satu di antaranya dengan menggelar seminar setelah dilakukannya prosesi pengukuhan pengurus. Seminar ini khusus mengangkat tema parenting di era digital dalam mengantisipasi dampak negatif dari gadget atau gawai. Apalagi belakangan marak masalah sosial yang terjadi di masyarakat akibat pengaruh gawai, seperti bullying, judi online, prostitusi dan kasus kekerasan.
“Hal ini disebabkan mudahnya mereka mengakses informasi tanpa adanya filter dan pengawasan dari orang yang lebih tua,” sebutnya.
Atas nama organisasi, Humaira juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan berkomitmen untuk meningkatkan peran yayasan dalam pembangunan Kota Pontianak.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan bekerja keras untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan di Pontianak," tutupnya. (prokopim)
Ani Sofian Ajak ASN Belajar dari Peristiwa Mandor
PONTIANAK – Tanggal 28 Juni diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat (Kalbar). Memaknai peringatan bersejarah itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar upacara, di Kantor Wali Kota, Jumat (28/6/2024).
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengajak seluruh jajaran ASN Pemkot Pontianak untuk mengambil pelajaran dari peristiwa mandor.
“Mari mengambil teladan dari generasi terbaik Kalbar, para pejuang mandor sudah mengorbankan segalanya untuk generasi selanjutnya,” ungkapnya, usai upacara.
Sebagai ibu kota provinsi, Ani Sofian menginginkan Kota Pontianak dapat memberikan contoh terbaik bagi daerah lain di Kalbar.
“Aparatur harus kompak, saling menjaga. Karena aparatur diberikan amanat untuk melayani masyarakat. Setiap aparatur harus melanjutkan perjuangan pendahulu kita,” sebutnya.
Dimulai dengan menjaga kedisiplinan dan memahami tugas, Pj Wali Kota berharap ASN kemudian mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apabila seiring berjalannya waktu tidak dilaksanakan, Ani Sofian mengatakan akan menindak secara tegas ASN yang melanggar aturan.
“Hal itu harus diambil demi pembangunan Kota Pontianak,” ujarnya.
Dirinya turut mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak, khususnya generasi muda untuk meneladani kisah para insan terbaik pada masanya itu. Ia menilai perlunya kekompakan dalam upaya menjaga keutuhan negara.
“Semangat itu kita realisasikan dengan produktif berkarya dan bekerja. Jangan melakukan hal yang melanggar hukum,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Optimal Kelola DAK Subbid KB, Pemkot Raih Penghargaan Nasional
Kategori Pagu Kecil
PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menyematkan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak atas keberhasilan dalam mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana (KB) Kategori Pagu Kecil. Kota Pontianak meraih juara ketiga nasional. Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Semarang, Rabu (26/6/2024).
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyatakan, penghargaan pengelolaan DAK Subbidang KB kategori Pagu Kecil ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Pemkot Pontianak dalam mengelola program Bangga Kencana dengan baik dan efisien.
“Tentunya dengan diraihnya penghargaan ini memperkuat komitmen kita untuk terus meningkatkan kualitas SDM yang unggul di Kota Pontianak,” ungkapnya, Jumat (28/6/2024).
Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan DAK Subbidang KB telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kota Pontianak, baik dari segi kesehatan maupun kesejahteraan keluarga.
“Salah satu fokus yang kita lakukan adalah penanganan stunting,” ujar Ani Sofian.
Dia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim dan pihak terkait yang telah berkontribusi dalam keberhasilan program ini. Harapannya, penghargaan ini akan menjadi dorongan tambahan bagi seluruh pihak untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berupaya menjadikan SDM di Kota Pontianak berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan apresiasi dan penghargaan ini diberikan atas realisasi Program Bangga Kencana pada pihak yang sudah membantu BKKBN dalam menjalankan berbagai program Bangga Kencana di wilayah masing-masing. Fokus bidang Bangga Kencana ini pada prinsipnya bertumpu pada kualitas SDM.
“Termasuk percepatan penurunan stunting,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Untuk meraihnya, lanjut Hasto, kuncinya adalah kualitas SDM. Terlebih pada tahun 2035 mendatang jumlah penduduk usia lanjut kian bertambah. Untuk itu, kepada seluruh kepala daerah yang hadir, dirinya berpesan agar setiap daerah yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dapat memanfaatkan SDM semaksimal mungkin.
“Dengan catatan, SDM tersebut memiliki mental, moral dan karakter hebat,” pungkasnya. (prokopim)
Aplikasi Si Gita Jas Berkerah, Cara Pemkot Atasi Persoalan Sampah
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
PONTIANAK - Untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran publik dalam menangani permasalahan pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak meluncurkan sebuah aplikasi bernama Sistem Digital Jasa Angkutan Sampah dari Sumber yang Keren dan Ramah (Si Gita Jas Berkerah). Peluncuran aplikasi ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2024 di Rusunawa Jalan Nipah Kuning Dalam Kelurahan Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat, Kamis (27/6/2024).
Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono menerangkan, diluncurkannya aplikasi ini dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kesadaran publik dalam pemecahan permasalahan pengelolaan sampah dari sumber serta untuk mengurangi sampah ke tempat pemrosesan akhir atau TPA melalui gerakan memilah dan mengolah sampah dari sumber oleh jasa angkutan sampah yang ada di Kota Pontianak. Dalam aplikasi tersebut, pengguna bisa melakukan penginputan dan pelaporan kegiatan dan pengurangan sampah, baik yang dilakukan oleh masyarakat, pelaku jasa angkutan sampah, bank sampah, TPS 3R, TPST, PDU dan lembaga kelompok masyarakat lainnya terkait pengelolaan sampah.
“Semua itu dilakukan secara digital melalui aplikasi Si Gita Jas Bekerah yang terdapat dalam laman website resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak di https://dlh.pontianak.go.id,” terangnya.
Usmulyono menambahkan, Peringatan HLHS 2024 mengusung tema Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan. Berkaitan tema di atas, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain Lomba Video Pendek Edukasi Lingkungan Tingkat SD dan SMP se-Kota Pontianak,Sosialisasi Surat Edaran Wali Kota dalam penggunaan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti pembungkus daging kurban, aksi bersih sungai di lokasi Kawasan Kampung Caping dan Masjid Jami, Sosialisasi dan bimtek aplikasi Program Si Gita Jas Berkerah dan kegiatan aksi bersih parit dan lingkungan di Jalan Komyos Sudarso Kelurahan Sungai Beliung.
“Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada hari ini dirangkaikan dengan launching Si Gita Jas Berkerah dengan penanaman pohon di kawasan Rusunawa Jalan Nipah Kuning Dalam Kelurahan Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat,” katanya.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengapresiasi inovasi yang diinisiasi oleh DLH Kota Pontianak. Meskipun inovasi ini merupakan proyek perubahan yang dilakukan oleh Kepala DLH Kota Pontianak, namun ia berharap inovasi itu memberikan dampak dan manfaat yang besar dalam menangani persoalan persampahan di Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan inovasi ini menjadi solusi bagi kita di Kota Pontianak bagaimana memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Sebagaimana diketahui, lanjut dia, penduduk Kota Pontianak kian bertambah. Sementara lahan yang ada terbatas. Pertambahan penduduk ini pastinya menyebabkan bertambahnya sampah.
“Maka dari itu suatu saat nanti antara pertambahan penduduk dengan peningkatan sampah dengan jumlah lahan yang ada, pasti tidak berimbang,” ungkap Ani Sofian.
Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Artinya, sebagai makhluk hidup, manusia harus berpihak terhadap lingkungan.
“Supaya lingkungan betul-betul bisa memberikan udara yang segar dan sehat sehingga kehidupan kita menjadi terjaga,” imbuhnya.
Ani Sofian juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat yang sudah memilah sampah, mana yang bisa dimanfaatkan dan mana yang bisa dimusnahkan. Dengan demikian, masyarakat menjadi bagian dari menjaga lingkungan dengan memanfaatkan sampah yang diproduksi untuk kehidupan sehari-hari.
“Kepada pengelola bank sampah, saya ucapkan terima kasih yang mana telah berperan dalam mengelola sampah menjadi bermanfaat dan bernilai. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi semua untuk menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan semua,” pungkasnya. (prokopim)