,
menampilkan: hasil
DPRKP Pontianak Rayakan Hapernas 2023 bersama Warga Rusunawa
PONTIANAK – Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2023 di Pontianak dirayakan dengan khidmat oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Pontianak bersama penghuni Rusunawa Harapan Jaya, Jumat (1/9/2023). Kepala DPRKP Kota Pontianak Derry Gunawan menjelaskan, dipilihnya lokasi Rusunawa Harapan Jaya sebagai pusat acara Hapernas, melainkan karena Rusunawa merupakan binaan dari DPRKP itu sendiri. Menurutnya, rumah susun adalah salah satu contoh pola permukiman di masa depan.
“Sebenarnya ini (rusunawa) sudah modern, kalau di negara maju rumah warga itu rumah susun, cuma namanya flat atau apartemen. Tapi di Indonesia masih belum terbiasa, seolah untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) saja,” ungkapnya usai membuka agenda Bakti Sosial Hapernas 2023.
Pada momentum Hapernas 2023 ini pihaknya menggelar rangkaian kegiatan. Mulai dari penyerahan bantuan kepada MBR, penanggulangan kemiskinan ekstrim, penanaman pohon sampai penanganan stunting. Setiap kegiatan juga melibatkan sektor kedinasan yang lain, sesuai dengan teman Hapernas 2023 yaitu ‘Melanjutkan Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak, Berkelanjutan dan Terjangkau untuk Semua’.
“Misalnya di kawasan permukiman banyak masalahnya, contoh penumpukan sampah. Nanti kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kemudian pemanfaatan lahan pekarangan untuk sesuatu yang meningkatkan nilai ekonomis, kerjasama dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP),” paparnya.
Aktivitas warga penghuni Rusunawa juga produktif. Derry memaparkan, berbagai rutinitas terus dijalankan warga, seperti olahraga, mengaji, bercocok tanam, pertanian organik, usaha kecil menengah sampai Kampung Keluarga Berencana (KB). Di Kampung KB, setiap keluarga dapat berkonsultasi terkait peningkatan kualitas keluarga. Membagikan barang-barang pribadi juga sempat diwacanakan untuk dilakukan oleh aparatur DPRKP Kota Pontianak.
“Karena banyak barang yang jarang kita manfaatkan, lebih baik dibagikan kepada yang memerlukan. Kami menyebutnya ASN DPRKP Berbagi,” ujar Derry.
Derry berharap agenda perayaan Hapernas atau yang serupa memberikan manfaat kepada penghuni Rusunawa. Kedepan dirinya berencana untuk melaksanakan secara rutin agenda seperti ini dua kali dalam setahun.
“Mungkin nanti jangkauannya lebih luas yang berbagi, bukan hanya DPRKP saja. Tapi bisa seluruh dinas-dinas,” tutupnya. (kominfo)
Sekda Mulyadi Sebut Diklatpim Bekali Peserta Manajerial Kepemimpinan
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) bagi Pengawas Angkatan VII. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Mulyadi mengatakan, digelarnya diklat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya kepemimpinan manajerial.
“Agar memiliki kompetensi kepemimpinan manajerial, yang mampu membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan instansi. Dan tentunya mampu melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan secara efisien,” ungkapnya di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Jumat (1/9/2023).
Mulyadi menjelaskan, Diklatpim kali ini ditekankan untuk membentuk pemimpin perubahan pada pejabat struktural eselon empat yang akan berperan melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan di instansi masing-masing di lingkungan Pemkot Pontianak. Ia berharap, aparatur yang telah dilatih mampu membuktikan dengan kinerja.
“Saya tegaskan dan ingatkan peserta pelatihan, ikuti dengan kemauan dan semangat serta tekad. Sungguh-sungguh belajar dan menggali pengetahuan agar nantinya mampu menjadi seorang pemimpin atau pejabat yang layak memegang amanah,” terang Sekda.
Tak hanya membentuk kepemimpinan, Mulyadi juga ingin agar setiap peserta diklat dapat memberikan masukan kepada internal masing-masing. Tentunya masukan yang berisi gagasan dan ide positif demi kemajuan organisasi. Menurutnya, seorang pemimpin adalah mereka yang bisa menempatkan diri sebagai agen pembaharuan di lingkungan kerja.
“Selamat bekerja, semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai tujuan. Guna menyiapkan aparatur Pemkot Pontianak yang profesional,” sebutnya. (kominfo)
Pemkot Pontianak Petakan Kawasan Rentan Bencana
Rakor Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tidak rentan terhadap bencana alam. Dari pengamatan yang dilakukan sepanjang tahun berdasarkan data, bencana alam yang terjadi lebih karena ulah manusia yang membakar lahan sehingga menyebabkan bencana asap.
"Untuk bencana alam kita sudah mitigasi, termasuk musim air pasang dan hujan yang menyebabkan terjadi genangan. Kita antisipasi terhadap dorongan air yang mempengaruhi air bah atau air pasang tinggi yang mendadak terutama untuk pinggiran Sungai Kapuas," ujarnya usai membuka Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana di Hotel Orchardz Gajah Mada, Kamis (31/8/2023).
Menurutnya, pada 2008 memang pernah terjadi bencana hingga rumah penduduk tersapu air hampir dua meter. Kemudian bencana lain yang sering terjadi adalah kebakaran. Kebakaran yang terjadi umumnya akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Angin puting beliung juga bencana yang patut diwaspadai.
"Terhadap puting beliung dinas terkait sudah mendata bangunan yang rentan terhadap angin puting beliung," imbuhnya.
Selanjutnya, untuk kebakaran lahan gambut, pihaknya melakukan pencegahan dengan mendirikan posko. Asap yang menyelimuti Kota Pontianak beberapa waktu lalu berasal dari asap kiriman dari berbagai daerah di Provinsi Kalbar.
"Akhirnya memperburuk kualitas udara di Kota Pontianak," tuturnya.
Edi berharap melalui rapat koordinasi ini, wilayah-wilayah yang rentan bencana bisa dipetakan secara terpadu. Melalui mitigasi bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama seluruh jajaran terkait melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material. Oleh sebab itu, perlu adanya regulasi dan perencanaan program yang sinergi, kolaborasi antara OPD terkait, TNI/Polri, kelembagaan dan masyarakat.
"Jadi tidak hanya BPBD Kota Pontianak, tetapi melibatkan semua pihak, sebab jika tidak ada peran masyarakat penanganan dikhawatirkan tidak bisa cepat," tutupnya. (prokopim)
Pemkot Pontianak Komitmen Entaskan Wilayah Kumuh dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen mengentas wilayah kumuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan pengurangan kawasan kumuh kota, dari 150,16 hektar di tahun 2020, menjadi 71,57 hektar kumuh ringan di tahun 2022. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi bersama stakeholder, dan upaya membangun pontianak yang adaptif terhadap dampak perubahan iklim.
“Sebab, sebagaimana diketahui, wilayah kumuh kota tersebar di 18 kelurahan yang berada di tepian kapuas,” ujarnya usai Lokakarya Pemangku Kepentingan, kerja sama Bappeda Kota Pontianak bersama Gemawan, Hivos, Kota Kita dan peneliti program Riset Resilient Indonesia Slums Envisioned (RISE), di Aula Muis Amin Bappeda Kota Pontianak, Kamis (31/8/2023).
Edi menerangkan, upaya-upaya besar dapat dimulai dengan proyek Kota Baru Pontianak, melalui revitalisasi dan menjadikan Sungai Kapuas sebagai halaman dan wajah kota. Menurutnya, pembangunan waterfront tidak hanya sebagai ruang publik, namun juga batas pemukiman agar tidak menjorok ke dalam sungai. Dampaknya bisa dilihat bagaimana kawasan itu menjadi pusat rekreasi dan ekonomi baru di Pontianak.
“Dan lewat program hibah air minum, sejak 2015 hingga 2022, memberikan akses air bersih kepada 19.979 sambungan rumah. Di tahun 2023 ini, akan ada hibah untuk 2.535 sambungan rumah,” paparnya.
Dalam rencana aksi iklim Kota Pontianak, Pemkot Pontianak fokus pada tiga hal, yakni banjir rob, sampah dan energi. Beberapa aksi sudah dilaksanakan, jelas Edi, mulai dari penataan drainase, ruang terbuka hijau, monitoring kualitas air dan limbah, penyediaan IPAL komunal, kampung iklim hingga merencanakan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) yang akan melayani 35 persen populasi penduduk Kota Pontianak.
“Kota Pontianak yang berada di garis Khatulistiwa, disatukan Sungai Kapuas dan memiliki hamparan gambut, merasakan langsung dampak dari perubahan iklim,” sebut Wako.
Sebagaimana visi Kota Pontianak, dan upaya mewujudkan misi kelima, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, aman, tertib dan berkelanjutan, apa yang menjadi hasil lokakarya merupakan komitmen dalam menciptakan Kota Pontianak yang nyaman dan adaptif terhadap perubahan iklim.
“Saya berharap lokakarya hari ini dapat menjadi sarana komunikasi dan bertukar informasi, serta perencanaan menghadapi tantangan iklim ke depan, yang tidak hanya bermanfaat bagi warga kota, namun juga kita sebagai komunitas global,” tutup Edi. (kominfo/prokopim)