,
menampilkan: hasil
Indeks Literasi Warga Pontianak Tertinggi di Kalbar, Urutan 13 se-Indonesia
PONTIANAK – Minat baca masyarakat Kota Pontianak meningkat di akhir tahun 2023. Hal tersebut dibuktikan dengan angka Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat (IPLM) 75,39 dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) 71,46. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kota Pontianak Rendrayani menuturkan, angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi ketiga terbawah dengan nilai 51,82.
“Hasil ini merupakan kajian dari Perpustakaan Nasional. IPLM adalah upaya formulasi kebijakan dalam pengembangan dan pembinaan semua jenis perpustakaan yang berdasarkan pada Standar Nasional Perpustakaan (SNP),” terang Kadis yang akrab disapa Ririn ini, Jumat (8/12/2023).
Ririn menyebut, nilai IPLM maupun TGM menjadi tolok ukur kinerja seluruh perpustakaan se-Kota Pontianak. Kedepan dirinya berharap, seluruh perpustakaan, mulai dari perpustakaan sekolah, perpustakaan di kelurahan dan kecamatan maupun perpustakaan masyarakat, dapat saling bersinergi.
“Untuk meningkatkan layanan, sehingga Kota Pontianak mempunyai banyak perpustakaan berkualitas yang dapat mendukung meningkatnya literasi masyarakat Kota Pontianak,” imbuhnya.
Perolehan Indeks TGM Kota Pontianak ini sekaligus menjadikan Kota Pontianak berada di peringkat 13 se-Indonesia dari 114 kabupaten/kota sample survey. Sedangkan untuk di Kalbar, Kota Pontianak bertengger di puncak.
Ririn memaparkan, indikator IPLM antara lain adalah pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi perpustakaan dan ketercukupan SDM perpustakaan. Selanjutnya adalah tingkat kunjungan perhari, kesesuaian terhadap SNP, keterlibatan masyarakat hingga jumlah anggota perpustakaan.
“IPLM Tahun Anggaran 2023 dimaksudkan untuk mengetahui kondisi setiap Unsur Pembangun Literasi Masyarakat dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat seluruh Indonesia,” tutupnya. (kominfo)
Penyegaran Organisasi, Wali Kota Lantik 31 Kepala Sekolah
PONTIANAK – Sebanyak 31 Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, yang terdiri dari 5 orang guru PAUD, 24 orang guru SD dan 2 orang guru SMP, dilantik oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Ia berpesan, agar para guru senantiasa peka dengan aturan terbaru dari pemerintah pusat.
“Paling penting adalah bagaimana para guru membuat sekolah selalu dirindukan para siswa,” pesannya usai pelantikan, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Jumat (8/12/2023).
Ada beberapa Kepala Sekolah yang dirotasi dan beberapa lainnya diangkat dari guru. Edi menyebut, rolling antar kepala sekolah ini sebagai bentuk penyegaran organisasi. Ia menilai, kepala sekolah sama seperti guru lainnya, namun mendapat tugas tambahan.
“Tingkatkan kualitas siswa dengan kurikulum merdeka belajar,” imbuhnya.
Upaya Pemkot Pontianak meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya adalah dengan memperbaiki infrastruktur sekolah yang representatif. Tidak sedikit sekolah yang telah menunjukan perbaikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun SDM. Peran Kepala Sekolah juga menjaga fasilitas, seperti air, tanaman sampai keamanan.
“Guru harus bisa mendeliver ilmu, sehingga siswa bisa mendapat pengetahuan lebih banyak,” tutupnya. (kominfo)
Salurkan Kreativitas Pelajar Lewat Pekan Kebudayaan Daerah
PKD Tanamkan Nilai Kebudayaan pada Generasi Muda
PONTIANAK - Lebih dari 160 seniman tari yang tergabung ke dalam berbagai sanggar di Kota Pontianak melakukan parade tari pada agenda Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak. Selain itu, 130 pelajar SD dan SMP ikut memeriahkan dengan memainkan drumband dalam parade tersebut. Ajang PKD ini juga dirangkaikan dengan berbagai lomba, di antaranya tari jepin, menyanyi solo bagi guru serta pameran edukasi.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, pertumbuhan ekonomi kreatif bergantung kepada kreativitas anak muda. Menurutnya, sudah semestinya kreativitas dipadukan dengan kebudayaan agar dapat memikat wisatawan seperti yang ditampilkan pada PKD ini.
“Akhirnya meningkatkan pendapatan daerah dengan jumlah kunjungan. Perekonomian bertumbuh karena ekonomi kreatif,” ungkapnya usai membuka secara resmi PKD, di Museum Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (8/12/2023).
Khasanah budaya Pontianak kaya akan nilai-nilai luhur. Terdapat pesan moral yang tersimpan dari setiap ciri kebudayaan itu. Oleh karenanya, ia berharap terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan cakap dengan kebudayaan. Dengan demikian antara kreativitas dan kebudayaan harus seimbang.
“Peran kita bersama untuk mendidik dan menanamkan nilai kebudayaan kepada generasi selanjutnya,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Sri Sujiarti menuturkan, pagelaran PKD akan dilaksanakan dalam waktu dua hari, mulai 8 hingga 9 Desember 2023 di Museum Kalbar. Tujuan digelarnya PKD, untuk mendekatkan dan merekatkan nilai-nilai kebudayaan Kota Pontianak kepada peserta didik.
“Serta mengenalkan arti penting kebudayaan dalam pembangunan daerah, khususnya Kota Pontianak,” jelasnya. (kominfo/prokopim)
Ladies Program Apeksi se-Kalimantan, Pontianak Tampilkan Fashion Show
Angkat Tema ‘Cerite Kote’ Lewat Fashion
PONTIANAK - Sebagai tuan rumah Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan, Ladies Program menjadi bagian dari rangkaian agenda tersebut. Ladies program ini diikuti oleh para istri wali kota se-Kalimantan.
Yanieta Arbiastutie, istri dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menerangkan, program ini menjadi agenda rutin dalam setiap Raker Apeksi. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antar istri wali kota.
“Sekaligus kita saling berbagi pengalaman, pengetahuan dari masing-masing istri-istri Wali Kota di Regional Kalimantan,” ungkapnya usai acara Ladies Program di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Kamis (7/12/2023).
Ladies Program ini menyuguhkan fashion show dengan mengusung tema ‘Cerite Kote’. Ide Fashion Show ini datang dari dirinya, kemudian ide itu dituangkan oleh Desainer Oka Zulkarnain dan ditampilkan lewat fashion show. Yanieta ingin menampilkan sesuatu yang berbeda untuk dipersembahkan pada Raker Komwil V Apeksi tahun ini.
“Mudah-mudahan menginspirasi para peserta dan memberikan manfaat serta ruang bagi peserta dan masyarakat Kota Pontianak bahwa banyak cerita menarik di Kota Pontianak ini,” ucapnya.
Selain itu, selaku tuan rumah, Kota Pontianak turut menghadirkan produk-produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dari Kader PKK, pengrajin UMKM produk makanan dan minuman dan pengrajin kriya.
“Kami berharap apa yang kami tampilkan di sini bisa bermanfaat untuk peserta yang hadir. Kami juga sering menghadiri Ladies Program, banyak ilmu yang kami dapatkan di tempat-tempat pelaksana Apeksi,” ungkapnya.
Para pelaku UMKM yang tampil merupakan binaan dari Dekranasda Kota Pontianak. Melalui Ladies Program ini, pihaknya ingin memperkenalkan produk-produk asal Kota Pontianak kepada para tamu.
“Mudah-mudahan diminati oleh para peserta acara Ladies Program yang hadir,” pungkasnya. (prokopim)