,
menampilkan: hasil
Pj Sekda Zulkarnain Tekankan Kedisiplinan ASN
PONTIANAK – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain menekankan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Ia menilai, aturan disiplin dibuat untuk meningkatkan kualitas ASN itu sendiri.
“Semua orang sukses pasti disiplin, menghargai waktu dan berkomitmen dengan ucapannya. Aturan disiplin dibuat agar kita terbiasa menghargai aturan dan membiasakan kita memiliki budaya positif,” ungkapnya, usai memimpin apel pagi ASN Pemkot Pontianak di Kantor Wali Kota, Senin (13/5/2024).
Persoalan administrasi memerlukan aparatur yang responsif. Zulkarnain ingin, pelayanan publik berlangsung efektif dan efisien, sehingga diperlukan kedisiplinan. Apalagi di Kota Pontianak sendiri, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah terselenggara dengan baik untuk mempercepat pelayanan publik. Salah satu upaya untuk mempercepat birokrasi adalah dengan penandatanganan elektronik.
“Setiap OPD segera daftarkan Tanda Tangan Elektronik (TTE), secepat mungkin supaya di mana saja pejabat itu berada, bisa melakukan TTE. Sekarang saya perhatikan kita masih ada yang bersikap antara mau dan tidak,” katanya.
Kedisiplinan bukan hanya soal tepat waktu. Lebih dari itu, menurut Zulkarnain, kedisiplinan juga berarti loyal terhadap aturan yang berlaku. Ia mengajak ASN agar mempelajari aturan dan kebijakan terbaru, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi sampai pemerintah daerah.
“Contohnya surat-menyurat, itu tata naskah sudah diatur, kita pelajari dan segera diperbaiki. Sekarang formatnya sudah berubah, jangan kita membuat kesalahan yang sama. Kami harap agar ASN proaktif lebih memperhatikan,” jelas Pj Sekda.
Pemerintah Pusat telah mencanangkan ASN BerAKHLAK, sebuah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Pencanangan ini tercantum dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN. Zulkarnain menambahkan, ASN BerAKHLAK mengandung nilai-nilai prinsip sebagaimana ASN seharusnya bertindak.
“ASN harus berintegritas, tandanya bisa dilihat dari bagaimana dia disiplin, bagaimana cara berpakaian atau kerapian,” tutupnya. (kominfo)
Ani Sofian Tegaskan Dirinya Tak Miliki Akun Facebook
Warga Diminta Waspada Penipuan Bermodus Akun Medsos Palsu
PONTIANAK - Belakangan marak beredar akun Facebook yang mengatasnamakan Ani Sofian, Pj Wali Kota Pontianak. Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki akun Facebook. Satu-satunya akun yang dimiliki dan dikelolanya hanya akun Instagram dengan nama drs_anisofian_mm. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menerima undangan pertemanan dari akun Facebook yang menggunakan namanya.
"Saya ingin memberikan klarifikasi bahwa saya tidak memiliki akun Facebook pribadi. Namun, saya aktif menggunakan akun Instagram dengan nama pengguna drs_anisofian_mm untuk berbagi informasi resmi terkait tugas dan tanggung jawab saya sebagai pejabat publik," tegasnya, Kamis (9/5/2024).
Ani Sofian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang tersebar melalui akun palsu yang mengatasnamakan dirinya. Dia menegaskan pentingnya untuk selalu memverifikasi sumber informasi yang beredar di media sosial.
“Apabila ada akun media sosial (medsos) yang mengatasnamakan saya, saya minta masyarakat untuk tidak mudah percaya, apalagi pembuat akun itu punya maksud tertentu, misalnya menawarkan bantuan sosial dan lainnya,” ucapnya.
Maraknya penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik atau publik figur dengan menggunakan akun medsos patut diwaspadai. Sebab, kata dia, sudah banyak masyarakat yang menjadi korban dari penipuan bermodus akun medsos.
“Saya harap masyarakat cerdas dalam memilah informasi, apalagi kemajuan teknologi sekarang begitu pesat,” kata Ani Sofian.
Agar korban penipuan dengan modus akun medsos palsu tidak terjadi lagi, ia meminta masyarakat yang meragukan kebenaran sebuah akun medsos untuk mengkonfirmasi langsung ke orang yang bersangkutan atau melalui instansi dan lembaga tempat orang itu bekerja.
“Jadi, jika ada akun medsos atau nomor telepon yang mengatasnamakan seorang pejabat publik atau publik figur, hendaknya konfirmasi dahulu kebenarannya,” tutupnya. (prokopim)
Ani Sofian Apresiasi Bank Kalbar Dukung Pembangunan di Kota Pontianak
Pj Wali Kota Hadiri RUPS Luar Biasa Bank Kalbar
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) di Aula Bank Kalbar, Rabu (8/5/2024). RUPS Luar Biasa ini membahas berbagai agenda penting terkait BUMD tersebut, termasuk rencana strategis ke depan dan langkah-langkah menghadapi tantangan ekonomi yang ada.
Sebagai salah satu pemegang saham penting, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap perkembangan Bank Kalbar sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Kalbar.
“Saya menyampaikan apresiasi atas kinerja Bank Kalbar dalam mendukung pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat,” ujarnya usai mengikuti RUPS.
Dirinya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan, termasuk lembaga keuangan seperti Bank Kalbar, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
“RUPS Bank Kalbar ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak terkait guna mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pontianak dan sekitarnya,” tutur Ani Sofian.
Namun, ia menyebut bahwa tantangan yang dihadapi Bank Kalbar tidaklah sedikit. Perubahan kondisi ekonomi dan regulasi yang dinamis menuntut adanya adaptasi dan inovasi yang terus-menerus. Oleh karena itu dalam RUPS kali ini, Ani Sofian juga menyoroti pentingnya pengembangan produk dan layanan yang lebih inklusif serta strategi keuangan yang berkelanjutan.
“Dalam rangka untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat,” imbuhnya.
Menurutnya, RUPS Luar Biasa Bank Kalbar juga menjadi ajang untuk berbagi informasi, mengumpulkan masukan dan membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja perusahaan ke depan.
“Oleh karenanya dibutuhkan komitmen bersama untuk memajukan sektor keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)
Kesempatan Terbuka Perempuan Dorong Pembangunan Kota
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai peran perempuan dalam pembangunan masih harus ditingkatkan. Dahulu di masa penjajahan menurutnya, perempuan hanya fokus pada urusan rumah tangga dan keluarga. Berbeda dengan sekarang yang kian memberi kesempatan bagi perempuan untuk berkarir hingga menduduki jabatan strategis.
“Perempuan Kota Pontianak harus berperan lebih untuk pembangunan baik dalam kegiatan pemerintahan atau di luar pemerintahan,” terang Ani Sofian, usai acara Peringatan Hari Kartini, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/5/2024).
Di dalam Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri, hampir 50 persen pejabat eselon dua atau setara kepala dinas diduduki perempuan. Ani Sofian menyebut, di antaranya Asisten di Sekretariat Daerah (Setda), Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektur, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas PTSP, Staf Ahli Wali Kota, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hingga Kepala Dinas Sosial.
“Contoh kecil di Pemkot Pontianak ada tiga asisten, dua orang diisi perempuan kemudian kadis lainnya,” ucapnya.
Aturan bagi penyelenggaraan pemerintah daerah jika 30 persen struktur pemerintahan harus diisi perempuan. Tetapi Ani Sofian menilai, jika memang yang diperlukan sosok perempuan untuk menjalankan tugas, maka tidak mengapa di atas 30 persen.
“Saya berpendapat, siapapun yang memiliki kapabilitas, baik itu perempuan, tak mengapa mengambil peran di struktur pemerintahan,” tuturnya.
Selain pimpinan, tidak sedikit pula ASN perempuan di lingkungan Pemkot Pontianak. Dia mengajak seluruh perempuan, khususnya yang berkarir sebagai ASN agar memberikan kontribusi untuk pembangunan Kota Pontianak. Kendati begitu, ia berpesan supaya seluruh perempuan tidak melakukan kewajiban utamanya selaku seorang ibu dan pengayom rumah tangga.
“Namun tetap tidak meninggalkan peran sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab menjadi guru bagi anak-anaknya,” tutupnya.
Pj Ketua TP PKK Kota Pontianak Anita menyampaikan apresiasinya terhadap organisasi perempuan yang telah berjuang, merelakan tenaga serta waktunya untuk pembangunan Kota Pontianak di tingkat lingkungan rumah. Pengaruh Kartini bagi perempuan sangat berdampak bagi aktivitas sehari-hari.
“Kartini sudah menginspirasi perempuan hingga di era modern masa kini,” sebutnya.
Anita mengajak perempuan di Kota Pontianak untuk berinovasi dan berkreasi serta menyebar manfaat untuk sesama.
“Perempuan Indonesia di era modern harus inovatif dan kreatif,” pungkasnya. (kominfo)