,
menampilkan: hasil
Kontingen KORMI Pontianak Siap Rebut Juara Umum Forprop Kalbar
Pj Wako Semangati Peserta Forprop Kalbar
PONTIANAK - Sebanyak 504 pegiat olahraga yang tergabung dalam Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Pontianak siap berlaga mengikuti Festival Olahraga Masyarakat Indonesia Provinsi (Forprop) Kalimantan Barat (Kalbar) ke-1 tahun 2024.
Kepada Kontingen KORMI Kota Pontianak, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berpesan agar pada peserta Forprop Kalbar menjalankan kepercayaan serta tanggung jawab yang telah dibebankan kepada seluruh pegiat olahraga tersebut.
“Ikuti dengan penuh kedisiplinan, kegigihan, ketangguhan dan perjuangan demi mengukir prestasi serta mengharumkan nama pribadi, organisasi dan Kota Pontianak,” pesannya kepada Kontingen KORMI Kota Pontianak yang akan mengikuti Forprop Kalbar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (3/8/2024).
Ia juga mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam event yang diikuti oleh pegiat olahraga dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalbar. Para peserta juga diminta untuk mengerahkan segala kemampuannya agar bisa meraih prestasi yang membanggakan.
“Jangan pernah menyerah, tetap fokus dan berjuang. Siapkan mental, semangat dan fisik yang baik untuk memperoleh hasil yang maksimal,” kata Ani Sofian.
Ketua KORMI Kota Pontianak Rusdi menjelaskan, Kontingen KORMI Kota Pontianak yang akan berlaga pada Forprop Kalbar ini terdiri dari 504 pegiat olahraga dari 12 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dan 2 Inorga yang ikut eksebisi, 27 Technical Delegate dan 29 Official Kontingen.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak atas dukungannya kepada KORMI Kota Pontianak yang akan berlaga pada Forprop Kalbar, semoga Kota Pontianak menjadi juara umum," ujarnya.
Rusdi menyatakan harapannya supaya Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang tergabung dalam KORMI Kota Pontianak ini mendapat perhatian dan dukungan dari Pemkot Pontianak.
“Kami berharap para juara nantinya bisa diberikan reward dari Pemkot Pontianak sebagai bentuk penyemangat bagi para pegiat olahraga rekreasi masyarakat ini," pungkasnya. (prokopim)
Wujudkan Generasi Berencana di Kota Pontianak Melalui PIK-R
PONTIANAK – Remaja merupakan generasi harapan untuk kemajuan bangsa di masa depan. Bunda Genre Kota Pontianak Anita Ani Sofian mengatakan bahwa merencanakan dan menyiapkan remaja Indonesia yang berkualitas dan memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, serta emosional yang kuat akan menentukan kemajuan bangsa.
Permasalahan remaja yang dihadapi saat ini kian kompleks. Menurutnya, permasalahan tersebut masih sangat tinggi, termasuk perilaku napza, seks pranikah, pernikahan dini dan berbagai tindakan negatif lainnya.
“Tentu saja ini akan terus berlarut dan menjadi bencana bagi bangsa kita jika tidak diatasi dengan upaya yang tepat,” ucapnya, usai Peluncuran Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di SMA Negeri 3 Pontianak, Jumat (2/8/2024).
Anita menjelaskan, program Generasi Berencana (Genre) menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Ia menambahkan, tim PIK-R dapat menjadi solusi untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh remaja.
“Melalui strategi komunikasi oleh pendidik sebaya dan konselor sebaya, remaja diharapkan mampu mengatasi serta menetapkan solusi dari permasalahan yang dihadapi,” sambung Anita yang juga selaku Ketua TP-PKK Kota Pontianak.
Materi yang akan disosialisasikan mencakup berbagai topik yang berkaitan dengan remaja, seperti, permasalahan seksualitas, penyalahgunaan narkoba, kesehatan, reproduksi, dan usia menikah yang ideal.
“Bunda berpesan agar kelompok PIK-R dapat lebih aktif untuk memberikan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi,” ucapnya.
Pembentukan program kerja yang tepat, kreatif dan inovatif diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat, terutama di sekitar tempat tinggal. Anita juga mengingatkan untuk mengutamakan program kerja yang langsung menyentuh masyarakat dan remaja.
“Semoga remaja di Kota Pontianak dapat menjadi remaja yang sehat, berprestasi dan berinovasi sehingga membentuk remaja yang hebat dan mandiri,” tutupnya. (kominfo)
Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Sembako di Pontianak Timur
Upaya Percepatan Penurunan Stunting
PONTIANAK – Dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Pontianak Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Kecamatan Pontianak Timur yang diserahkan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, dengan rincian 75 buah minyak makan, 75 karung beras dari CSR Perumda PDAM Tirta Khatulistiwa hingga telur rebus dari ASN Kecamatan Pontianak Timur.
“Penurunan stunting di Kecamatan Pontianak Timur masih jadi perhatian Pemkot Pontianak, kendati angkanya yang menurun signifikan,” ungkapnya, usai menyerahkan bantuan di Kantor Camat Pontianak Timur, Jumat (2/8/2024).
Berbagai langkah bersama segenap pihak di bawah koordinasi Pemkot Pontianak telah membuahkan hasil. Angka stunting di Kecamatan Pontianak Timur menurun drastis dalam dua pekan terakhir. Ani Sofian menerangkan, contohnya di Kelurahan Saigon, di akhir bulan Desember 2023 masih terdapat 210 anak stunting kini menjadi 97 orang data bulan Juli 2024.
“Kalau dilihat dari data di Pontianak Timur ini penurunan stunting cukup signifikan. Persentasenya cukup besar. Ini yang kita harapkan di Kota Pontianak, kemudian kegiatan intervensi dan sosialisasi yang tersebar di masing-masing OPD untuk percepatan penurunan stunting,” imbuhnya.
Sebagai langkah menekan stunting sampai ke angka nol, Ani Sofian mengajak masyarakat untuk rutin membawa balita ke posyandu. Ia juga meminta kepada posyandu melakukan jemput bola untuk memantau perkembangan ibu hamil dan bayi berusia di bawah dua tahun.
“Mudah-mudahan nanti di Kota Pontianak stunting menjadi nol, dibantu peran posyandu dalam menurunkan stunting sangat strategis,” tambahnya.
Camat Pontianak Timur M Akif memaparkan, terjadi penurunan jumlah lokus intervensi stunting di Kecamatan Pontianak Timur dalam dua tahun terakhir. Di tahun 2022, terdapat 6 kelurahan yang menjadi lokus. Sedangkan untuk awal tahun 2024, tersisa 2-3 kelurahan.
Ada jumlah 7 kelurahan yang masuk di wilayah Kecamatan Pontianak Timur. Akif menyebut, Kelurahan Saigon menjadi wilayah dengan penurunan paling banyak yaitu dari 210 balita stunting menjadi 102 balita.
“Kelurahan Tambelan Sampit, tahun 2023 ada 93 menjadi 75, Kelurahan Tanjung Hulu semula 92 menjadi 78, di Tanjung Hilir dari 75 menjadi 50, di Parit Mayor dari 38 menjadi 33 dan Banjar Serasan dari 36 menjadi 16,” paparnya.
Tidak hanya lewat penyaluran sembako, lanjut Akif, pihaknya juga menciptakan berbagai inovasi dalam rangka penurunan angka stunting.
“Kemudian di kelurahan dan TP PKK juga banyak inovasinya, rata-rata punya inovasi, di puskesmas juga,” pungkasnya. (kominfo)
Per Juli 2024 Inflasi di Kota Pontianak Terendah se-Kalbar, Tercatat -0,60 persen
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian memaparkan perkembangan tingkat inflasi terkini di Kota Pontianak. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), angka inflasi saat ini tercatat -0,60 persen. Angka ini merupakan yang terendah se-Provinsi Kalbar. Sebelumnya, angka inflasi sempat menyentuh 1,98 persen.
“Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Pontianak per Juli 2024 berada di angka -0,60 persen. Ini merupakan capaian yang sangat baik, bahkan terendah se-Kalbar,” ujarnya, Jumat (2/8/2024).
Ani Sofian menjelaskan bahwa angka inflasi ini menunjukkan adanya penurunan harga rerata barang dan jasa di Kota Pontianak. Ia menyatakan hal ini sebagai indikator positif bagi perekonomian kota.
"Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak dalam mengendalikan harga dan menjaga stabilitas ekonomi di Kota Pontianak," tambahnya.
Pj Wali Kota berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di bulan-bulan mendatang. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam menjaga kestabilan harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak.
"Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergi semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat yang bijak dalam berbelanja," tambah Ani Sofian.
Menurutnya, turunnya angka inflasi ini selain harga kebutuhan pokok yang stabil, juga menunjukkan daya beli masyarakat meningkat sehingga harga-harga kebutuhan pokok lebih terjangkau.
“Dan ini tentu berdampak positif pada kesejahteraan warga Pontianak," jelasnya.
Ani Sofian menyatakan, stabilitas harga pangan itu dapat terjaga karena adanya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak melalui pemantauan harga serta ketersediaan stok pangan di pasar-pasar.
“Efektivitas program pengendalian inflasi itu melalui implementasi kebijakan yang tepat sasaran dalam mengendalikan laju inflasi,” imbuhnya.
Meski demikian, Ani Sofian mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global masih ada di depan mata. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap waspada dan terus bekerja keras mempertahankan stabilitas ekonomi kota.
"Kita tidak boleh lengah. Tantangan ekonomi global masih ada, dan kita harus terus berinovasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi ekonomi yang kondusif di Kota Pontianak," tegasnya. (prokopim)