,
menampilkan: hasil
UPB Nobatkan Edi Kamtono Sebagai Tokoh Percepatan Pembangunan
PONTIANAK - Universitas Panca Bhakti (UPB) menobatkan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebagai Tokoh Percepatan Pembangunan. Piagam penganugerahan tersebut diserahkan oleh Rektor UPB Dr Purwanto kepada Wali Kota Edi Kamtono pada peresmian Soft Launching Gedung Rektorat UPB, Senin (18/9/2023).
Edi menyampaikan ucapan terima kasih kepada UPB yang telah menganugerahkan penghargaan tersebut. Menurutnya, hal ini tentu menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi dalam setiap langkah pembangunan. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, dirinya berharap permasalahan yang ada, terutama dalam peningkatan pembangunan, baik fisik maupun non fisik bisa cepat terlaksana dan capaiannya bisa lebih cepat.
"Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi dalam akselerasi pembangunan dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat," ujarnya.
Edi juga mendukung rencana pembangunan waterfront di tepian Sungai Kapuas yang ada di kawasan UPB. Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk menjadikan Sungai Kapuas sebagai wajah terdepan Kota Pontianak. Waterfront tepian Sungai Kapuas di kawasan UPB bertema pendidikan.
"Waterfront yang sudah ada tematiknya perdagangan, permukiman, pelabuhan. Dengan adanya waterfront di UPB ini akan melengkapi tematik tepian Sungai Kapuas," ungkapnya.
Mantan dosen Fakultas Teknik UPB tahun 1992 ini menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak merupakan yang tertinggi di Provinsi Kalbar, yakni 80,48. Nilai itu merepresentasikan adanya peningkatan pada sektor pendidikan dan kesehatan serta daya beli masyarakat.
"Peningkatan IPM ini juga tidak terlepas dari kehadiran UPB yang mencetak SDM-SDM unggul," terangnya yang sempat mengajar di UPB selama 1,5 tahun.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan ucapan selamat kepada UPB atas peresmian Gedung Rektorat. Pembangunan Gedung Rektorat ini bagian dari penataan kawasan UPB yang dinilai semakin baik dan representatif, baik sarana maupun prasarananya.
"Mudah-mudahan ini memberikan dampak yang pastinya sangat positif bagi Kota Pontianak maupun Kalbar, terutama kemajuan UPB," tukasnya.
Rektor UPB Dr Purwanto menuturkan, sinergi UPB dengan pemerintah berjalan sangat baik. Melalui komunikasi yang intensif, program yang terkait mengakselerasi percepatan pembangunan di perguruan tinggi terutama berkaitan dengan implementasi dari indikator kinerja utama, implementasi dari merdeka belajar, dan program-program lainnya berjalan sebagaimana mestinya.
"Semua itu tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri tetapi harus kolaboratif, salah satunya bersinergi dengan pemerintah," imbuhnya.
Sebagai contoh, lanjutnya lagi, ketika akan membangun kawasan waterfront, dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak dinilai luar biasa. Ia berharap nanti akan mempercepat proses-proses yang terkait dengan percepatan pembangunan.
"Percepatan pembangunan di UPB hanya bisa dilakukan dengan kebersamaan dan soliditas, kerja dengan komitmen yang tinggi dan dengan hati," pungkasnya. (prokopim)
Bunda PAUD Monitor MPLS ke SD Bina Mulya
PONTIANAK – Bunda PAUD Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie dan jajaran memonitor jalannya Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Kota Pontianak. Sudah tiga sekolah yang dikunjungi, salah satunya di SD Bina Mulya Jalan Abdurahman Saleh, Senin (18/9/2023).
"Kedatangan kami ke sini dalam rangka melihat jalannya program Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," ungkapnya usai menyapa pelajar PAUD dan SD di Bina Mulya.
Keceriaan anak-anak menjawab pertanyaan Bunda PAUD memberi rasa optimis Yanieta terhadap generasi penerus pembangunan Kota Pontianak. Tingkah lucu yang diikuti kepolosan kala bermain itu menjadi tanda yang baik untuk perkembangan mereka. Seperti diketahui, Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek). Gerakan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta belajar sejak dini.
"Kami melihat lingkungan sekolah, sarana belajar di Bina Mulya serta proses belajar mengajarnya," ujar Yanieta, yang juga merupakan Ketua TP-PKK Kota Pontianak.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Pontianak, Ersih menerangkan, ada tiga gerakan yang dicanangkan. Pihaknya mengambil sampel pada tiga sekolah, diantaranya SD 24 Pontianak Tenggara, SD 34 Pontianak Kota hingga SD Bina Mulya. Ersih menyebut, tim di lapangan akan menyebar ke seluruh SD di Kota Pontianak.
"Selama dua minggu, Bunda PAUD memonitoring MPLS. Untuk sampel tiga, tapi tim terus ke seluruh sekolah. Timnya ada dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, TP PKK serta organisasi mitra," imbuhnya.
Sejak dicanangkannya pada bulan Juli lalu, seluruh SD di Kota Pontianak sudah tidak lagi menjadikan baca tulis dan hitung (calistung) sebagai syarat diterimanya peserta didik. Ersih menjelaskan, berjalannya gerakan transisi diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Harapannya tidak ada sekolah yang tidak melakukan MPLS tadi. Bagaimana sekolah menciptakan suasana menyenangkan, kemudian supaya orang tua tidak panik dengan perkembangan anaknya di sekolah," tutupnya. (kominfo)
Wako Edi Kamtono Tinjau Pasar Sudirman yang Terbakar
Pemkot Berencana Tata Ulang Pasar Sudirman
PONTIANAK - Sejumlah pedagang mengais barang-barang yang tersisa dan masih bisa digunakan di antara puing-puing kios yang terbakar di Jalan Nusa Indah I dan II atau lebih dikenal Pasar Sudirman. Lebih dari 40 kios hangus dilahap api akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (16/9/2023) malam sekira pukul 23.15 WIB.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan hampir dua blok Pasar Sudirman. Ia juga sempat berbincang dengan para pedagang yang tengah berada di sekitar kios. Menurutnya, kios yang terbakar sebagian besar berjualan pakaian dan kelontong.
"Sementara ini akan kita data dulu sambil berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Informasi awal yang diterima akibat korsleting listrik," ungkapnya saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (17/9/2023) pagi.
Padatnya lokasi kios dan pertokoan di Pasar Sudirman ini menjadi pelajaran kedepannya untuk lebih menata rapi kawasan ini sehingga memudahkan akses apabila terjadi kebakaran.
"Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan lumayan besar," ujarnya.
Menurutnya, statu tanah di lokasi pasar tersebut merupakan tanah negara dengan status kepemilikan Hak Guna Bangunan (HGB). Kawasan itu memang dinilai sudah tidak berkembang. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengundang para pemilik kios untuk menata ulang kawasan ini.
"Apakah dibuat pusat pertokoan atau kawasan perdagangan yang baru sehingga bisa menunjang perekonomian dan Pasar Sudirman ini hidup kembali," ungkap Edi.
Ia mengimbau kepada seluruh pemilik bangunan untuk rutin memeriksa dan memastikan instalasi listrik di bangunan masing-masing. Hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran yang kerap disebabkan oleh korsleting listrik.
"Koordinasi dengan instalatir listrik, kalau memasang jaringan listrik tidak dilakukan sendiri, konsultasikan juga dengan pihak PLN," imbaunya.
Joni (65), satu di antara pemilik kios yang terbakar, mengaku mengetahui peristiwa kebakaran dari rekannya sehingga ia turun malam itu juga. Meski kiosnya telah lama tutup sejak tiga tahun lalu, tetapi masih tersisa sejumlah barang kelontong di dalamnya.
"Kita sudah menempati kios ini selama 20 tahun," ucapnya.
Joni berharap kios ini bisa terbangun kembali. Dia menyerahkan kepada pemerintah jika memang kawasan ini akan ditata kembali. Sebagaimana yang diungkapkan Wali Kota Edi Kamtono untuk menata ulang kawasan ini supaya lebih hidup perekonomiannya.
"Kalau semua pedagang sepakat, kita ikut saja seandainya memang pemerintah ingin menata kembali pasar ini," pungkasnya. (prokopim)
GSMS Dorong Bakat Seni Siswa
Wali Kota Apresiasi Penampilan Siswa Lewat Pesona Khatulistiwa
PONTIANAK - Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) efektif membentuk jiwa kreativitas bagi pelajar SD dan SMP di Kota Pontianak. Selama tahun 2023, telah banyak karya yang ditelurkan peserta didik hasil latihan bersama 20 seniman. Serta hasil lainnya yang dipamerkan pada agenda Pesona Khatulistiwa di Gedung Pontianak Convention Center, Rabu (13/9/2023).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi acara yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak itu. Menurutnya, metode belajar yang diajarkan oleh seniman menimbulkan rasa cinta belajar terhadap anak-anak.
“GSMS ini menjadi momentum bagi anak-anak kita menampilkan bakat seni di dalam kegiatan sehari-hari. Kita setiap tahun mengadakan festival seni serupa, dan seperti kita ketahui pelajar Kota Pontianak mengukir prestasi di tingkat nasional,” terangnya usai membuka acara secara resmi.
Ragam budaya yang ada di Kota Pontianak memiliki nilai-nilai luhur yang patut diteladani. Para senimanlah yang melestarikan nilai-nilai itu melalui karya-karyanya. Berkembangnya teknologi harus selaras dengan pertumbuhan kearifan lokal dalam kehidupan generasi selanjutnya, khususnya di Kota Pontianak. Kata Edi, kehadiran seniman menyeimbangkan pola pikir anak.
“Selain bakat seni yang diasah dari latihan, apalagi tadi teman-teman seniman mulai dari seni tari, lukis, musik dan lainnya, ini salah satu kolaborasi sangat baik. Nanti kita akan melibatkan fakultas seni Universitas Tanjungpura,” imbuhnya.
Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan sangat bergantung pada sumber daya manusia. Setiap sektor memerlukan tingkat SDM yang mumpuni. Untuk itu, Edi mengajak guru-guru agar selalu memberikan kesempatan bagi peserta didik mengembangkan bakatnya.
“Saya harap SDM anak-anak Pontianak bisa meningkat melalui GSMS,” paparnya,
Kepala Disdikbud Kota Pontianak Sri Sujiarti menjelaskan, GSMS merupakan program yang dicanangkan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Setiap tahunnya, setiap sekolah akan menampilkan hasil GSMS lewat pentas seni, seperti Pesona Khatulistiwa, yang dihelat hari ini dan besok di Gedung PCC.
“Tujuan kegiatan untuk menumbuhkan minat dan bakat peserta didik di bidang seni budaya, menjalin kerjasama dengan seniman dan menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mencerdaskan dan menguatkan,” terangnya.
Sri melanjutkan, agenda Pesona Khatulistiwa dibebankan kepada APBN untuk program GSMS dan APBD untuk pentas seni Pesona Khatulistiwa. Agenda yang diikuti 6 SMP dan 14 SD se-Kota Pontianak. Adapun materi penampilan terdiri dari 9 sekolah menampilkan tarian tradisional, 5 sekolah musik tradisional 1 sekolah menampilkan seni pantomim 4 sekolah seni lukis dan akrilik, 1 sekolah menampilkan seni rupa.
“Hari kedua akan ditampilkan juara FLS2N pendampingan dengan kategori kreasi musik tradisional oleh SMP Negeri 3 dan SMP Asisi Fransiskus Pontianak,” tutupnya. (kominfo/prokopim)