,
menampilkan: hasil
Nekat Beroperasi Selama Ramadan, Pemkot Segel Bar dan Kafe Kenzo
PONTIANAK - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak melakukan penutupan sementara terhadap Bar dan Resto Kenzo yang berada di Hotel My Home. Penutupan itu dilakukan lantaran tempat hiburan tersebut melanggar waktu operasional yang ditentukan selama Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriyah. Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana menerangkan, tindakan tegas yang dilakukan pihaknya ini karena bar dan resto yang berlokasi dalam Hotel My Home tersebut telah melanggar Surat Edaran dan pengumuman yang dikeluarkan Wali Kota Pontianak Nomor 1 Tahun 2022 tentang Menjaga Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Selama Bulan Suci Ramadhan 1443 H/2022 M di Kota Pontianak terkait ketentuan Tempat Hiburan Malam (THM).
"Sebagaimana dalam surat edaran bahwa bar, diskotik, pub dan sejenisnya ditutup sementara selama Bulan Suci Ramadan," tegasnya, Senin (25/4/2022) dini hari.
Selain itu, lanjutnya, operasional bar dan resto tersebut tidak sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan. Bar dan resto itu beroperasional layaknya diskotik. Belakangan temuan itu viral di media sosial saat pihak kepolisian melakukan razia di tempat hiburan tersebut.
"Malam ini kita tangkap tangan dan tempat ini kita segel sampai dengan waktu yang tidak ditentukan," katanya.
Selain melakukan penyegelan terhadap tempat usaha yang berada di Jalan WR Supratman itu, pihaknya bersama puluhan anggota Satpol PP Kota Pontianak menyisir bar dan cafe yang berada di Hotel Avara Jalan Gajah Mada. Di hotel ini, petugas menemukan pengunjung yang masih menikmati minuman di bar itu hingga larut malam bahkan menjelang subuh.
"Para pengunjung bar dan kafe kita bubarkan," tukasnya.
Adriana menambahkan, terhadap kedua tempat usaha tersebut, pihaknya mengingatkan kepada manajernya untuk mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
"Pihak pengelola bar dan resto Kenzo juga kita minta menandatangani berita acara penutupan tempat usahanya sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," ungkapnya.
Terpisah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan surat edaran dan pengumuman terkait operasional THM selama bulan Ramadan. Namun dirinya sangat menyayangkan masih ada tempat usaha yang melanggar. Oleh sebab itu, ia pun memerintahkan Satpol PP Kota Pontianak untuk menyegel tempat usaha itu.
"Kita minta semua THM tutup dulu selama bulan Ramadan sesuai aturan yang telah dikeluarkan," pungkasnya. (prokopim)
Dorong Ekonomi Kelurahan Mandiri, Pemkot Gelar Lomba Kelurahan
Kadis Multi Sebut Pelaksanaan Lomba Dilakukan Berjenjang
PONTIANAK - Mendorong kemajuan dan kemandirian wilayah di tingkat kelurahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar lomba kelurahan. Lomba yang mengusung tema Kelurahan Tangguh Ekonomi Masyarakat Tumbuh itu akan diikuti setiap perwakilan dari tiap kecamatan di seluruh Kota Pontianak dan akan berlangsung dari 25, 26, 27 April, kemudian dilanjutkan dari tanggal 9, 10 hingga 11 Mei mendatang.
Ketua Penilaian Lomba Kelurahan, Multi Juto Bhatarendro menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan keinginan pemerintah pusat melalui Dirjen Bina Pemberdayaan Desa/Kelurahan Kementerian Dalam Negeri yang dalam prosesnya dilakukan dengan berjenjang.
“Proses lomba kelurahan tetap berjenjang, dari tingkat kelurahan, kecamatan, kemudian kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional,” sebutnya di Kantor Camat Pontianak Kota, Senin (25/4/2022).
Dengan tahap yang berjenjang itu diharapkan pembangunan di seluruh Indonesia menjadi merata. Multi juga menilai, melalui cara itu mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan suatu wilayah sampai swasembada.
“Artinya segala sesuatu bisa dikerjakan sendiri,” ujarnya yang juga menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak.
Kelurahan Mariana menjadi yang pertama dinilai sebagai perwakilan Kecamatan Pontianak Kota. Terdapat tiga aspek yang dinilai dari tiap kelurahan. Ketiga aspek itu adalah Aspek Pemerintahan, Aspek Kewilayahan dan Aspek Pemberdayaan Masyarakat. Multi menambahkan, ketiga aspek tersebut harus terus tumbuh.
“Terutama aspek pemberdayaan masyarakat. Banyak hal-hal yang dapat dikembangkan untuk memberdayakan masyarakat,” ungkapnya.
Multi kemudian mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Camat Pontianak Kota dan pihak yang terlibat pada kegiatan tersebut. Dia menyebut Kelurahan Mariana sudah memiliki inovasi dan keunikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Camat Pontianak Kota dan seluruh jajarannya karena sudah terlibat pada pembinaan di wilayahnya,” sebut dia.
Menutup sambutannya, Multi menyampaikan pesan dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat memperingati Hari Kartini, 21 April lalu. Multi mengatakan, Wali Kota Edi menginginkan adanya keterlibatan perempuan pada pembangunan di setiap organisasi.
“Agar setiap kelurahan mempersiapkan wanita tangguh yang punya prestasi dari tiap-tiap bidang agar ditonjolkan prestasi tersebut,” tukasnya.
Penyaluran BLT Ditargetkan Tuntas Sebelum Lebaran
Edi Kamtono Serahkan BLT Kepada KPM Kota Pontianak
PONTIANAK - Tangguk (63) adalah seorang pembantu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat. Ia menjadi satu di antara 97 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) wilayah Pontianak dari Kementerian Sosial (Kemensos). Masing-masing KPM menerima uang tunai total Rp500 ribu. Sebagai warga yang hidup sendiri tanpa anak, wanita paruh baya itu merasa terbantu dengan adanya penyaluran Bansos yang diserahkan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono tersebut.
“Uangnya untuk dibelikan makanan dan keperluan sehari-hari. Sekarang saya tinggal sendiri, uang makan juga mencicil. Terima kasih kepada pemerintah sudah memberikan bantuan,” tuturnya usai menerima Bansos di Kantor Pos Besar Pontianak, Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Senin (25/4/2022).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penyaluran Bansos ditujukan kepada individu yang terdaftar dalam KPM BLT, BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kemensos. Ia menyebut, sebanyak 96 persen Bansos sudah tersalurkan dari total KPM di Pontianak.
“Sedikit lagi semuanya tersalurkan. Targetnya sebelum Idulfitri semuanya sudah harus menerima. Penyalurannya juga menyebar di enam kecamatan di Kota Pontianak,” ucap dia.
Edi berharap, melalui bantuan tersebut, masyarakat yang tergolong kurang mampu juga bisa menikmati suasana menyambut lebaran. Hal itu dinilainya dapat menggerakkan perekonomian warga Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat dan ikut membantu menumbuhkan UMKM karena uang yang beredar sekarang ini besar,” ungkapnya.
Eksekutif General Manager PT Pos Indonesia Wilayah Kalimantan Barat, Nonok Triyono menjelaskan, terdapat 4 daerah yang termasuk dalam wilayah sebaran Pontianak. Daerah tersebut adalah Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak dan Kota Pontianak. Dalam upaya mendistribusikan bantuan tersebut, pihaknya menggandeng komunitas terkecil di tiap desa.
“Ini sudah tahap terakhir. Sekarang penyaluran kita sudah sampai di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak,” papar dia.
Nonok melanjutkan, penyaluran bantuan ini sudah dilaksanakan selama sepuluh hari dan ditargetkan rampung pada tanggal 28 April mendatang. Meskipun di bulan puasa, sampai hari ini ia mengaku tidak ada halangan selama proses penyaluran. Khusus di Kota Pontianak, pusat penyaluran bantuan terlaksana di tiap-tiap kantor camat. Selain itu juga bisa didapat lewat Kantor Pos terdekat.
“Alhamdulillah lancar. Tim yang turun di lapangan juga dibantu sama aparat desa, pemerintah kota sampai pemerintah provinsi, juga ada TNI dan kepolisian setempat,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
SI LPPD dan Kovi, Kado Istimewa Kemendagri di Hari Otonomi Daerah
Wawako Apresiasi Inovasi Kemendagri Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyambut baik inovasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meluncurkan dua sistem daring pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-26. Sistem yang dimaksud adalah Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SI LPPD) versi 1.1 dan Konsultasi Virtual (Kovi) Otonomi Daerah.
“Kami pemerintah daerah mendukung inovasi dari Kemendagri yang telah disampaikan. Semoga bisa meningkatkan kinerja dari perangkat daerah dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya usai menghadiri kegiatan Hari Otonomi Daerah ke-26 secara virtual di Ruang Pontive Center, Senin (25/4/2022).
Bahasan mengatakan, kementerian terus memacu pemerintah daerah untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk Kota Pontianak. Hal itu menurut dia semata-mata sebagai upaya memajukan pembangunan daerah. Selain itu, sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga menjadi perhatian kementerian.
“Kita terus dipacu untuk melakukan upaya guna meningkatkan PAD. Sehingga memajukan pembangunan daerah,” ucapnya.
Melalui Semangat Otonomi Daerah, Bahasan berharap tiap ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak memahami perannya dengan baik. Artinya, lanjut dia, ASN menjadi ujung tombak dalam implementasi kebijakan dan program pemerintah pusat terkait urusan otonomi daerah.
“Ini langkah baik menuju kinerja yang optimal, efektif serta efisien,” tutupnya. (kominfo/prokopim)